Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2025

HUBUNGAN KONDISI SANITASI RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASSO

LISA NANULAITTA | Pembimbing: Suryanti Tukiman, SKM., M.Kes, & Zulfikar Lating, S.KM., M.Kes,

Lingkungan merupakan salah satu media penularan penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Lingkungan juga dapat menjadi sumber maupun agen dalam mentranmisikan penyakit salah satunya yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA merupakan penyakit yang tergolong ke dalam Air Borne Disease. Penularannya dapat terjadi melalui udara yang telah tercemar bibit penyakit dan masuk kedalam tubuh melalui saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi rumah dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Passo. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan jumlah sampel 198 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling menggunakan metode undian. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner untuk menilai kondisi sanitasi rumah dengan menggunakan metode pengumpulan yaitu observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian (p=0,024), luas ventilasi (p=0,005), dan jenis dinding (p=0,001). Sedangkan kondisi langit-langit (p=0,0270) dan jenis lantai (p=0,317) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Passo. Hal tersebut disarankan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan rumah seperti membersihkan lingkungan kepadatan hunian dan sering membuka ventilasi atau jendela

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
KTI D3 Radiologi 2025

PERBANDINGAN VARIASI PENYUDUTAN AP AXIAL PADA TEKNIK RADIOGRAFI APEX PARU DI LABORATORIUM RADIOLOGI STIKES MALUKU HUSADA

CHRISNA EIRENE NUSSY | Pembimbing: Maritje S.J. Malisngorar, S.Si.,M.Sc & Iksan Soumena, S.KM.,M.KM

This study was motivated by the importance of apex lung visualization in chest radiographic examinations, particularly for detecting abnormalities such as lesions, masses, or infiltrates that are often difficult to identify when image quality is suboptimal. One approach to improve apex visualization is by varying the angulation in the AP axial radiographic technique. The purpose of this study was to compare the results of angulation variations of 20°, 30°, and 40° in producing apex lung image quality at the Radiology Laboratory of STIKes Maluku Husada The research method applied was an experimental study using the Visual Grading Analysis (VGA) approach, a subjective assessment technique involving observers to evaluate image quality based on predetermined criteria. The collected data were analyzed to determine the median score and the level of interobserver agreement. The findings revealed that a 20° angulation produced better image quality compared to larger angles, with a median score of 3.5 and an agreement level of 75%. In contrast, the 30–40° angulation variation only achieved a median score of 3 with a lower agreement level of 50% These results indicate that increasing the angulation does not necessarily improve image quality, but may in fact reduce the clarity of the apex lung structure due to distortion or overlapping of anatomical shadows. Therefore, a 20° angulation can be recommended as the optimal angle in the AP axial radiographic technique to enhance the visualization of the lung apex. This study is expected to provide useful insights for radiology students and practitioners in selecting appropriate technical parameters to improve the diagnostic quality of chest radiography while minimizing the risk of misinterpretation in the apex region.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2025

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD dr. SALIM ALKATIRI NAMROLE KABUPATEN

HARIS BUTON | Pembimbing: Nr.Zulfikar Pelauw S.Kep.,M.Kep & Nr.Irhamdi Acmhad, S.Kep.,M.Kep

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD dr. SALIM ALKATIRI NAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN Haris Buton1, Zulfikar peluw2, Hasna Tunny3 Email: harisbuton42@gmail.com 1Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada 2 3Dosen STIKes Maluku Husada Latar belakang : Kinerja perawat merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Kepala ruangan sebagai pemimpin langsung memiliki peran strategis dalam memotivasi, membimbing, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Gaya kepemimpinan yang tepat sangat menentukan kualitas kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD dr. Salim Alkatiri Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 73 perawat rawat inap, dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 72 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang gaya kepemimpinan kepala ruangan dan kinerja perawat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil : Mayoritas responden menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan baik (62,5%), dan sebagian besar perawat memiliki kinerja baik (72,2%). Uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,030 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat. Nilai Odds Ratio (OR) = 10,8, artinya perawat yang dipimpin dengan gaya kepemimpinan baik memiliki peluang 10 kali lebih besar untuk berkinerja baik dibandingkan dengan yang dipimpin dengan gaya kepemimpinan kurang baik. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat. Peningkatan kapasitas kepemimpinan perlu diperkuat sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di RSUD dr. Salim Alkatiri Namrole. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kepala Ruangan, Kinerja Perawat.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
LTA D3 Kebidanan 2024

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY. Z UMUR 24 TAHUN DI PUSKESMAS PASSO TAHUN 2024

SITI HAJAR MABA | Pembimbing: Siti Murdani Haupea,S.ST.,M.Keb & . Anryo Dody De Fretes, Amd.Keb

Nama Institusi : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Peneliti : Siti Hajar Maba Judul :Asuhan Kebidanan Komprehensif dan Berkesinambungan (Continuity Of Care) Pada Ny Z Umur 24 Tahun di Puskesmas Passo Jumlah BAB : V BAB dan 252 Halaman Laporan Tugas Akhir ini mengulas Asuhan Kebidanan secara Komprehensif dan Berkesinambungan pada Ny. Z, seorang ibu berusia 24 tahun, G1P0A0, dengan kehamilan normal pada usia 37 minggu, yang dilakukan di Puskesmas Passo dari 30 April hingga 20 Mei 2024. Tujuan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan kepada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan program keluarga berencana, dengan menggunakan pendekatan manajemen 7 langkah Varney dan SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan melalui tiga kunjungan selama usia kehamilan 33- 37 minggu. Pada kunjungan pertama, Ny. Z mengeluhkan sering buang air kecil di malam hari. Namun, pada kunjungan kedua dan ketiga, ibu tidak merasakan keluhan apapun. Pemeriksaan menunjukkan keadaan umum baik, dengan tekanan darah 120/90 mmHg, menandakan bahwa Ny. Z dalam kondisi stabil selama kehamilan. Persalinan berlangsung pada 21 Mei 2024. Ny. Z tiba di rumah sakit dengan keluhan nyeri perut di bagian bawah dan keluarnya lendir bercampur darah. Setelah pemeriksaan dalam, ditemukan pembukaan 6 cm. Ia melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3.075 gram dan panjang 47 cm. Perawatan bayi baru lahir dilakukan sesuai standar. Selama masa nifas, proses menyusui berjalan lancar, dan ibu diberikan pendidikan tentang teknik menyusui yang benar. Asuhan Keluarga Berencana dilakukan dua kali, di mana Ny. Z memutuskan untuk menggunakan Metode Amenorea Laktasi (MAL). Melalui asuhan ini, diharapkan Ny. Z dapat menerapkan konseling yang diberikan, menjaga kesehatan ibu dan bayi, serta mencegah komplikasi yang dapat berujung pada kematian.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SALEP EKTRAK ETANOL DAUN TEKELAN (Choromolaena odorata L.) ASAL DESA AMARWATU KABUPATEN SBT

DAHLIA MAGAIN | Pembimbing: Apt. Jayanti Djarami, S.Farm.,M.Si & Zulfikar Lating S.KM.,M.Kes

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SALEP EKTRAK ETANOL DAUN TEKELAN (Choromolaena odorata L.) ASAL DESA AMARWATU KABUPATEN SBT Dahlia Magain1, Jayanti Djarami2, Zulfikar Lating3 Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Sediaan setengah padat seperti salep, merupakan pilihan untuk efek penyembuhan yang lebih baik karena waktu kontak obat yang lebih panjang dan dapat melindungi luka dari kontaminasi lingkungan luar. Daun tekelan secara tradisional digunakan sebagai obat dalam penyembuhan luka, anti inflamasi dan diuretik. Daun tekelan juga telah diaplikasikan pada manusia untuk membantu pembekuan darah akibat luka bisul atau borok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun tekelan, Memformulasikan sediaan salep, Melakukan uji stabilitas, dan Uji iritatasi sedian salep ektrak etanol daun tekelan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penyiapan bahan, ekstrak kental (daun tekelan), rancangan formulasi sedian salep, melakukan uji stabilitasa dan uji iritasi sedian salep. Hasil penelitian menunjukan ekstak etanol daun tekelan menghasilkan senyawa metebolit skunder seperti alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan fenol. Daun tekelan dapat di formulasikan dalam bentuk sedian salep, uji stabilitas salep, hasil uji organoleptik bau,warna,bentuk yang baik hinga 6 siklus penyimpanan di dua suhu yang berbeda, hasil uji homogenitas sedian homogen baik sebelum penyimpanan dan sesudah penyimpanan., hasil uji daya sebar sebelum penyimpanan untuk FI, FII,FIII memiliki daya sebar 6,5cm dan sesudah penyimpanan FI memiliki daya sebar 6,5cm, FII memiliki daya sebar 7cm dan FIII memiliki daya sebar 6,7cm hasil uji daya lekat sebelum penyimpanan FI, FII, FIII memiliki daya lekat 4dtk dan sesuda penyimpan FI, FII, FIII memiliki daya lekat 7dtk, hasil uji pH sebelum penyimpanan untuk FI , FII, FIII memiliki pH dan sesudah penyimpanan untuk FI memiliki pH 6,1 , FII memiliki pH 5,9 dan FIII memiliki pH 5,7. Dan hasil uji iritasi sedian salep sebelum penyimpanan tidak mengiritasi kulit dan sesudah penyimpanan memiliki hasil yang sama tidak mengiritasi kulit. Kata kunci : daun tekelan (Choromolaena odorata L.) , dan sedian salep.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
KTI D3 Radiologi 2025

PERBANDINGAN HASIL GAMBAR ANATOMI RADIOLOGI THORAX POSTERO ANTERIOR (PA) DENGAN FULL INSPIRASI DAN TIDAK INSPIRASI DI RS TK II PROF. Dr. J. A. LATUMETTEN

CHESAL JULI AMA BUATAN | Pembimbing: Ira Sandi Tunny, S. Si., M. Kes & Iksan Soumena, S.KM.,M.K.M

The thorax is a cone-shaped cavity that protects vital organs such as the heart and lungs. It is formed by twelve thoracic vertebrae posteriorly, the sternum anteriorly, the clavicles and scapulae superiorly, and the diaphragm inferiorly. Radiographic examination of the thorax in postero-anterior (PA) projection relies heavily on the patient’s ability to perform full inspiration in order to obtain optimal anatomical visualization. Objective: This study aimed to compare the anatomical image quality of thoracic radiographs in PA projection between full inspiration and non-inspiration conditions. Methods: This study used a quantitative approach with a total of 30 thoracic radiographs, consisting of 15 full inspiration and 15 non-inspiration images. The evaluation was performed by one radiographer and one radiologist using a 1–3 scoring scale based on five anatomical parameters: visualization of posterior ribs, diaphragm position, heart border clarity, scapular position, and visualization of lung apices. Results: The results showed that thoracic radiographs taken during full inspiration demonstrated superior anatomical quality, characterized by a greater number of visible ribs (≥10 pairs), a lower and flatter diaphragm position, and clearer cardiac and mediastinal borders. Conversely, radiographs obtained without inspiration exhibited increased lung density, higher diaphragm position, and a pseudo-cardiomegaly effect due to apparent cardiac enlargement. Conclusion: Full inspiration significantly affects the diagnostic quality of thoracic PA radiographs. Therefore, patient cooperation during breathing instructions and radiographer precision during exposure are essential to achieve optimal diagnostic images.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SALIARA (Lantana camara L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUMURAN

ASRI ARIFIN | Pembimbing: Cut Bidara Panita Umar, S.Farm.,M.Farm & Nurhidayah, S.Farm,. M.Farm

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SALIARA (Lantana camara L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUMURAN Daun saliara (Lantana camara L) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki manfaat pengobatan terhadap infeksi bakteri seperti diare. . Saliara ini banyak digunakan dalam pengobatan etnomedis untuk mengobati berbagai penyakit pada saluran pencernaan, saluran pernapasan, obat penenang, anti-tumor, rematik, hipertensi, perdarahan uterus, dan digunakan secara eksternal sebagai antiseptik untuk mengobati kusta, kudis, tetanus, dan pustula (Tescha, 2011). Masyarakat Desa Ureng menggunakan tanaman saliara (Lanatana camara L.) sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan telinga bindeng, dengan cara di remas daunnya sehingga menghasilkan air dan di teteskan di telinga. Mereka tidak mengetahui bahwa tanaman saliara dapat di gunakan juga sebagai obat mencegah diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun saliara (Lantana camara L.) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun saliara terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran penelitian ini menggunakan konsentrasi 50%, 75%,100%. Kontrol (+) Cotrimoxazole, Kontrol (-) Aquades. hasil uji skrining yang di lakukan dapat di ketahui memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, saponin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun saliara (Lantana camara L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli di dapatkan rata – rata diameter zona hambat pada konsentrasi 50% sebesar 10,5mm konsentrasi 75% sebesar 10,7 mm konsentrasi 100% 11,16 mm dan untuk control pembanding antibiotik kotrimoxazole diameter zona hambatnya sebesar 20,53mm sedangkan kontol negative (+) tidak memiliki zona hambat 0 mm. Kata kunci : Lantana camara L, Antibakteri, Escherichia coli.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
LTA D3 Kebidanan 2023

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY R UMUR 28 TAHUN DI WILAYAH KERJA P

NONA TUNY | Pembimbing: Andi Herlia, S.ST.,M.Keb & Fatima Lestaluhu S.Tr,Keb

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2025

HUBUNGAN KANDUNGAN FLUORIDA PADA AIR SUMUR GALI DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK USIA 6 – 10 TAHUN DI RT 5 DESA WAPLAU

IMA | Pembimbing: maryam lihi,SKM.,M.Kes & Zulfikar lating,SKM.,M.Kes

Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang individu dari berbagai kelompok usia, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kandungan Fluorida pada air sumur gali dan kebiasaan menggosok gigi dengan Kejadian Karies Gigi Anak Usia 6 – 10 Tahun di RT 5 Desa Waplau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel 64 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dan uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kandungan Fluorida dengan kejadian karies gigi dimana nilai p<0,05 atau sama dengan 0,013. Hasil uji statitistik ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak dimana nilai p<0,05 atau sama dengan 0,001. Disimpulkan bahwa pada sumur yang digunakan responden ditemukannya kandungan fluoride yang masih dalam ambang batas dan kebiasaan menggosok gigi yang merupakan penyebab terjadinya karies gigi pada anak yang ada di RT 5 Desa Waplau.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2025

HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD Dr. M HAULUSSY AMBON

DIANITHA ANGGRIANY PELU | Pembimbing: Ns. Siti Rochmaedah, S.Kep., M.Kep & Ns. Maryati Mardjuky, S.Kep.,M.Kep

HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD Dr. M HAULUSSY AMBON Dianitha Anggriany Pelu 1, Siti Rochmaedah2, Mariyati Mardjuky3 Email: peludianitha@gmail.com 1 Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3 Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada Indikator utama keberhasilan program kesehatan suatu bangsa salah satunya dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Preeklampsia pada kehamilan berperan besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Faktor risiko yang memengaruhi kejadian preeklampsia diantaranya usia dan paritas. Pre-eklampsia atau eklampsia pada primigravida disebabkan karena tingkat stress yang tinggi sebagai akibat dari pengalaman menjadi ibu untuk yang pertama kali, sehingga dapat memacu peningkatan tekanan darah ibu (Monalisa et al., 2022)sedangkan perempuan dengan paritas tinggi yakni sampai 3 kali melahirkan, akan terjadi peregangan rahim sehingga akan mengakibatkan iskemia berlebihan dan dapat terjadi pre-eklampsia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia dan paritas ibu dengan kejadian preeklampsia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan retrospektif yang diambil dari data sekunder Instalasi Rekam Medis RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Besar sampel adalah 150 ibu hamil. Uji yang dipakai adalah spearman rank. Hasil uji didapatkan variabel usia p value 0.038 dimana < 0.05 dan variabel paritas p value adalah 0.062 dimana > 0.05. Kesimpulan terdapat hubungan usia dengan kejadian preeklampsia dan tidak ada hubungan paritas ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di RSUD dr. M.Haulussy Ambon. Kata Kunci: usia, paritas, preeklampsia

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak