Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Dengan Level Triase Kuning di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon

Hendrovia Marchal Rieuwpassa | Pembimbing: -

Pendahuluan: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering muncul pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu yang dapat mempengaruhi status fisiologis, serta proses penyembuhan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak pada perubahan fisik dan psikologis, meningkatkan kerja saraf simpatis, dan mengakibatkan adanya gangguan seperti peningkatan denyut jantung, napas lebih cepat, tekanan darah yang meningkat, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, dan berkurangnya energi yang merugikan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien dengan level triase kuning di instalasi gawat darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental dengan menggunakan metode pendekatan Nonequivalent with control group design, dimana melibatkan kelompok kontrol dan intervensi sebagai kelompok penelitian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan pasien adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Untuk menilai hasil sesuai dengan tujuan penelitian, maka analisis yang digunakan oleh peneliti adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian terapi musik klasik dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien dengan nilai signifikansi (p-value=0,000). Kesimpulan: Adanya pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien dengan level triase kuning di instalasi gawat darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon

Sosiati Amalia | Pembimbing: -

Latar belakang : Komunikasi terapeutik perawat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada ketidakpuasan keluarga pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.013 keluarga pasien, dengan sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner tingkat kepuasan keluarga pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori cukup (53,8%) dan tingkat kepuasan keluarga dalam kategori cukup puas (59,3%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien (p = 0,000 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kepuasan keluarga pasien, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan komunikasi terapeutik perawat guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan keluarga pasien. Kata kunci: komunikasi terapeutik, perawat, kepuasan keluarga, instalasi gawat darurat

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksaan Pemeriksaan Radiografi Thorax Pada Balita Dengan Klinis Bronchopneumonia Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon

Titi alawia pawae | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kondisi paru-paru dan dada pada pasiean yang diduga menderita bronchopnrumonia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi thorax pada balita dengan klinis bronkopneumonia di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua orang radiografer dan satu dokter spesialis radiologi sebagai informan dan dua pasien penderita bronchopneumonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi thorax umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi terlentang dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 80 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh. Kendala yang sering dihadapi antara lain pergerakan pasien, kurangnya SOP khusus untuk balita, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan thorax pada balita dengan klinis bronchopneumonia.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksaan Pemeriksaan Radiografi Thorax Pada Balita dengan Klinis Bronchopneumonia Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon

Nunung Julia | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kondisi paru-paru dan dada pada pasiean yang diduga menderita bronchopnrumonia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi thorax pada balita dengan klinis bronkopneumonia di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua orang radiografer dan satu dokter spesialis radiologi sebagai informan dan dua pasien penderita bronchopneumonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi thorax umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi terlentang dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 80 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh. Kendala yang sering dihadapi antara lain pergerakan pasien, kurangnya SOP khusus untuk balita, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan thorax pada balita dengan klinis bronchopneumonia.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Family Centered Care dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru

Rifki Ambari Duila | Pembimbing: -

Latar Belakang : Pengetahuan perawat tentang Family Centered Care (FCC) merupakan pemahaman mengenai prinsip komunikasi, kolaborasi, serta keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien, sedangkan kecemasan keluarga adalah respons emosional berupa perasaan takut, khawatir, dan ketidakpastian yang muncul dalam situasi kegawatdaruratan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang FCC dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 32 perawat dan 34 keluarga pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan FCC dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan cukup (46,9%), sedangkan sebagian besar keluarga pasien mengalami kecemasan berat (47,1%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,251 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang FCC dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kecemasan keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan perawat, tetapi juga oleh kondisi kegawatdaruratan, tingkat keparahan penyakit, dan faktor psikologis keluarga.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2026

HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAGIAN BAWAH PADA PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA RUTE WAIHERU-TERMINAL MARDIKA KOTA AMBON

ona djijij pelu | Pembimbing: edi sugiyarto

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Evaluasi Metode Persepsi Bimbingan Klinik Di Rumah Sakit Kota Ambon

Irma Defliana Difinubun | Pembimbing: -

ABSTRAK Evaluasi Metode bimbingan Metode bimbingan klinik Di Rumah Sakit Kota Ambon Irma defliana Difinubun ¹, Hasna Tunny², Kayus Jamlean³ Email: - 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada Pendahuluan:Metode bimbingan klinik merupakan salah satu komponen penting dalampendidikan keperawatan yang bertujuan untuk menigkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik langsung di lahan klinik. Keberhasilan metode bimbingan klinik sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan yang efektif serta persepsi mahasiswa sebagai peserta didik. Tujuan:Untuk mengetahui gambaran persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon.Metode:Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIkes Maluku Husada yang telah mengikuti praktik klinik sebanyak 97 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik yang meliputi one minute preceptor,pre dan post conferences,bedside teaching,dan ronde keperawatan.Hasil:Penelitian ini menunjukan bahwa secara umum persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon berada pada kategori baik. Namun demikian,masih terdapat beberapa metode yang belum dilaksanakan secara optimal dan konsisten di setiap rumah sakit, khususnya dalam aspek evaluasi dan umpan balik.Kesimpulan:Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon telah berjalan dengan baik berdasarkan persepsi mahasiswa, namun masih diperlukan peningkatan dalam konsistensi penerapan metode bimbingan klinik. Disarankan kepada institusi pendidikan dan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan bimbingan klinik melalui pelatihan preceptor serta evaluasi berkala terhadap proses pembelajaran klinik. Kata kunci: Persepsi mahasiswa, bimbingan klinik, keperawatan, praktik klinik

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan pengetahuan dan sikap dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi di rumah pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku

Aslamia | Pembimbing: -

ABSTRAK Hubungan pengetahuan dan sikap dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi di rumah pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku Aslamia1, Dan Tandi 2, Idham Soamole 3 Email: - 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Ilm uKeperawatan STIKes Maluku Husada Pendahuluan: Epilepsi terus menjadi tantangan kesehatan di tingkat dunia. Kondisi ini didefinisikan sebagai gangguan yang dicirikan oleh serangan kejang berulang, epilepsi juga tidak dipandang sebagai kondisi medis, melainkan sebagai entitas eksternal yang menyerang tubuh individu, yang sering kali dikaitkan dengan kutukan dari roh jahat atau pengaruh kekuatan supernatural, sehingga menghasilkan konsekuensi buruk bagi kualitas kehidupan penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang epilepsi dengan penanganan awal kejang pada masyarakat Dusun 1 Negeri kailolo Kecamatan Pulau Haruku. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 171 responden yang diambil dengan Teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori kurang sebanyak 153 orang (89,5%), sikap dengan kategori kurang sebanyak 104 orang (60,8%), dan penanganan awal kejang dirumah akibat epilepsi dengan kategori kurang sebanyak 132 orang (77,2%). Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p-value untuk pengetahuan terhadap penanganan awal kejang sebesar 0,021 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan sedangkan untuk sikap terhadap penanganan awal kejang sebesar 0,354 (p<0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku dan untuk sikap tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Penanganan awal kejang, Epilepsi.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) TRIKORA KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT

TRIA ANANDA ARYANTI LITILOLY | Pembimbing: -

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator dalam menilai kualitas pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas pembantu (Pustu) Trikora Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Metode yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deksriptif dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai rata-rata indeks kepuasan sebesar 89.3% dengan kategori sangat puas. Karakteristik tingkat kepuasan pasien pada dimensi keandalan responden yang menyatakan sangat puas sebesar 57,8%, puas 40,0%, dan kurang puas 2,2%. Pada dimensi daya tanggap responden yang menyatakan sangat puas sebesar 46,6%, puas 48,9%, dan kurang puas 4,4%. Pada dimensi jaminan responden yang menyatakan sangat puas sebesar 70,0%, puas 27,8%, dan kurang puas 2,2%. Pada dimensi empati responden yang menyatakan sangat puas sebesar 62,2%, puas 36,7%, dan kurang puas 1,1%. Sedangkan pada dimensi bukti fisik responden yang menyatakan sangat puas sebesar 60,0% dan puas sebesar 40,0%. Kata kunci: Pelayanan Kefarmasian, Kepuasan, Puskesmas Pembantu

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pityarisis Versicolor Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Air Pessy Kecamatan Seram Barat

Febby Aulia Salsabila Ode | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak