Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.
Michelle Yudith Pricilia Kaya | Pembimbing: Ns.Trysna Ayu Sukardi,S.Kep.,M.KM & Ns.Syafitrah Umamity,S.kep.,M.Kes
Hipertensi dalam kehamilan adalah adanya tekanan darah 140/90mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensif, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan atau tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal Hipertensi dalam kehamilan dapat berdampak serius bagi ibu dan janin, terutama bila tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklampsia, gangguan fungsi organ, dan persalinan prematur. Pada janin, hipertensi ibu bias menyebabkan pertumbuhan yang terhambat hingga risiko lahir dengan berat badan rendah. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif bagi ibu dan bayi. Salah satu terapi komplementer yang dapat diterapkan adalah terapi akupresur. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap tekanan darah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali. Metode: Menggunakan desain quasi eksperimen Design dan jumlah sampel sebanyak 18 responden menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menggunakan Instrumen berupa lembaran observasi dan SOP. Analisis yang digunakan yaitu uji willcoxon. Hasil menunjukan bahwah adanya pengaruh akupresur terhadap hipertensi pada ibu hamil Sebelum dan sesdah diberikan akupresur di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali (p-value =0.000). Kesimpulan: Adanya pengaruh akupresur terhadap tekanan darah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali.
FADILA ZUHRA | Pembimbing: Apt. Risman Tunny, S.Farm.,M.Farm &Narwan Majida, S.Pdi.,M.Pd.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERIEKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata)TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus DAN Escherchia coli Fadila Zuhra1 , Risman Tunny2 , Narwan Majida3 Tanaman Daun Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu daun yang biasa digunakan masyarakat desa Latta Kecamatan Baguala Kota Ambon sebagai bahan baku obat untuk mengatasi diare. Daun matoa mengandung metabolit sekunder, terdiri dari flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun matoa (Pometia pinnata), melakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Escherchia coli, serta menganalisis perbandingan efektivitas ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan untuk penelitian ini: penyiapan bahan, ekstraksi sampel dengan metode maserasi, uji skrinning fitokimia, pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dan melakukan analisis data. Hasil uji skrining ektrak daun matoa (Pometia pinnata) menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Hasil uji daya hambat pada ekstrak daun matoa konsentrasi tinggi yaitu 100% memiliki diamater paling besar yaitu 10 mm terhadap Escherchia coli dibandingkan dengan bakteri Bacillus cereus dengan diameter daya hambatnya yaitu 9,5 mm. Hasil uji statistic Mann-Whitney menunjukkan nila p-value sebesar 0.283 sehingga dapat disimpulkan tidak adanya perbandingan efektivitas ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Escherchia coli. Kata kunci : Daun matoa (Pometia pinnata), Bacillus cereus, Escherchia coli, Uji Perbedaan.
MAYA A. P LESSY | Pembimbing: Ns. Fany Sabban. S.Kep.,M.Kep, & Ns. Nurfitriyana Tunny, S.Kep,
Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong peningkatan penggunaan gadget di kalangan remaja, termasuk di wilayah pedesaan seperti Negeri Rutong. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kesehatan mental remaja terkait perilaku penggunaan gadget di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 remaja yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner durasi penggunaan gadget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan gadget dalam durasi lama (>2 jam per hari sebesar 53,3%) dan mulai menggunakan sejak usia dini. Skrining SDQ menunjukkan prevalensi gangguan pada beberapa aspek kesehatan mental, terutama pada masalah tingkah laku (51,7%), gejala emosional (33,3%), dan masalah prososial (31,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis remaja. Diperlukan pengawasan orang tua dan edukasi literasi digital untuk mencegah gangguan mental lebih lanjut.
FRETI ADOLOV LESNUSSA | Pembimbing: Ns. Siti Rochmaedah, S.Kep.,M.Kep & Ns. Ona A. D Tianotak, S.Kep.,M.Kes
IUD merupakan alat kontrasepsi jangka panjang yang telah terbukti efektif dalam mencegah kehamilan, namun hal ini bertolak belakang dengan jumlah penggunanya yang masih sangat sedikit. Rendahnya peminat IUD dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya tingkat pendidikan dan penghasilan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga dengan pemilihan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Desa Negeri Lama. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang di analisis menggunakan uji Chi-Square, melibatkan seluruh populasi wanita usia subur sebanyak 99 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup baik tentang kontrasepsi IUD, penghasilan keluarga di bawah upah minimum kota, dan mayoritas tidak menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi. Uji Chi Square hubungan tingkat pengetahuan dan pemilihan kontrasepsi IUD didapati p-value = 1,000 > α, serta hubungan penghasilan keluarga dan pemilihan kontrasepsi IUD diperoleh p = 0,074 > α. Kesimpulan, tidak terdapat hubungan signifikan tingkat pengetahuan dan penghasilan keluarga dengan pemilihan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur di Desa Negeri Lama Kota Ambon.
DELLA SUKMAWATI JANU | Pembimbing: Ns Dan Tandi S.kep.,M.kep & Ns. Ismayani S.Kep
Henti jantung adalah kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP). keberhasilan resusitasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kompetensi tim resusitasi, ketersediaan peralatan, dan respon cepat dalam situasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi keberhasilan tim resusitasi di IGD RSUD Dr.M.Haulussy Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan delapan informan yang merupakan perawat anggota tim resusitasi di IGD. analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan tim resusitasi dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu : dukungan manajemen rumah sakit, faktor individu (fisik dan mental), kolaborasi tim, kompetensi dan pelatihan, kondisi kerja dan ketersediaan peralatan, serta penerapan Standar Operasional (SOP). Kesimpulannya, keberhasilan resusitasi pada pasien henti jantung di IGD sangat dipengaruhi oleh ketersediaan peralatan yang memadai, kompetensi tim, serta penerapan SOP yang sesuai dengan standar internasional. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di IGD RSUD Dr.M.Haulussy Ambon, khususnya dalam penanganan henti jantung.
AYUNI KILIWOU | Pembimbing: Dr. Apt. Lukman La Bassy,.S.Farm,.M.Sc & Alga Hehalatu, SH
Latar Belakang : Kelapa (Cocos nucifera L) adalah tanaman yang sangat banyak ditemukan di daerah tropis. Kelapa sangat popular di masyarakat karena memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Bagian-bagian dari tanaman kelapa yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat seperti buah, daging, akar, tempurung, batang dan daun. Daging buah kelapa dapat diolah menjadi, minyak kelapa, kopra, santan kelapa dan tepung kelapa. Body scrub merupakan produk hasil perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Body scrub digunakan untuk menjaga kulit tubuh tetap bersih dan segar. Body scrub sangat bervariasi, mulai dari harga, warna kemasan, kelembutan komposisi kulit dan wanginya. Tujuan penggunaan lulur adalah untuk mengangkat sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori, membuat kulit lebih cerah dan putih. Saat ini banyak sekali jenis lulur yang beredar di masyarakat dengan manfaat yang berbeda-beda, mulai dari menghaluskan kulit hingga mencerahkan kulit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan pati kelapa sebagai body scrub untuk melembabkan kuiit. Metode : Metode yang digunakan meliputi rancangan formulasi, penyiapan bahan dan pembuatan sediaan body scrub dengan tiga formulasi yang berbeda dengan variasi konsentrasi zat aktif F1 (4%), F2 (7%) dan F3 (10%).Hasil : Hasil penelitian sediaan body scrub dari pati kelapa (Cocos nucifera L) sebagai pelembab kulit. Menggunakan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu formulasi I dengan konsentrasi 4%, formulasi II dengan konsentrasi 7%, dan formulasi III dengan konsentrasi 10% setiap formula krim body scrub dibuat dalam 50 gram. Menghasilkan sediaan dengan stabilitas yang baik, sediaan body scrub dari pati kelapa ini dilakukan dimana menggunakan pengujian organoleptik, pH, iritasi, dan kelembaban pada kulit menunjukan kestabilan sediaan yang baik.Kesimpulan : Pati kelapa (Cocos nucifera L) dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub dan mampu melembabakan kulit. Kata Kunci :Pati kelapa : Formulasi : Body Scrub
ARIKA ODE | Pembimbing: Apt. Jayanti Djarami, S.Farm.,M.Si & Hendra Lekatompessy, S.Si
Tanaman Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) atau sering disebut daun jarak oleh masyarakat dusun waelawa, tanaman ini hanya mengomsumsi oleh masyarakat dusun waelawa sebagai obat tradisional. Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) kaya dengan beberapa macam senyawa seperti tanin, alkaloid, steroid dan saponin yang berperan penting dalam menekan mikroorganisme patogen. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi kandungan senyawa metabolit Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) asal kabupaten buru, dusun waelawa serta mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Jenis Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode sumuran. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Kontrol positif (+) antibiotik cotrimoxazole, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) kabupaten buru, memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu, alkaloid, steroid, saponin dan tanin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada konsentrasi 25% sebesar 9,5 mm, konsentrasi 50% sebesar 12,66 mm dan konsentrasi 75% memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri sebesar 19,46 mm untuk control pembanding yaitu antibiotik cotrimoxazole diameter zona hambatnya sebesar 27,33 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn) memiliki aktivitas sebagai antibakteri Escherichia coli Kata Kunci : Daun Jarak Pagar (Jatropha curcus Linn), Escherichia coli
ANITA YAYA MAKATITA | Pembimbing: Apt.Jayanti Djarami,.S.Farm ,.M.Si & Rahma Tunny, S.Gz.,M.Kes
Ikan adalah bahan pangan yang memiliki sumber zat gizi esensial lengkap, berprotein tinggi, rendah kandungan. Ikan teri merupakan salah satu ikan yang mulai dari kepala, daging sampai tulangnya dapat langsung dikonsumsi sehingga dapat menjadi penyumbang kalsium yang baik untuk tubuh manusia. Ikan asin merupakan salah satu bahan pangan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, dalam skala nasional. Formaldehida merupakan salah satu senyawa yang dilarang ditambahkan dalam bahan baku pangan olahan. Akan tetapi Menurut World Health Organization (WHO) telah menetapkan asupan harian yang dapat ditoleransi melalui rute per oral untuk formaldehida sebesar 0,15 mg/kgBB. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah Ikan Teri Asin yang di jual di Pasar Mardika Kota Ambon mengandung Formalin. Desain penilitian yang digunakan yaitu bersifat deskriptif dengan pendekatan observasional laboratorium. Dimana peniltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat kadar formalin pada ikan teri asin yang di jual di pasar Mardika kota Ambon. Dari hasil penelitian uji kualitatif pada ikan teri asin, satu sampel dengan pengulangan sebanyak dua kali positif mengandung formalin yaitu pada sampel AU1 dan AU2. Dari hasil uji kuantitatif bahwa nilai tertinggi pada sampel ikan teri asin yaitu sample AU1 dengan kadar formalin 0,1499 dan AU2 dengan kadar formalin 0,1699. Kadar formalin pada ikan teri asin yang beredar di pasar Mardika Kota Ambon yaitu pada sampel AU1 dengan kadar formalin 0,1499%, AU2 dengan kadar formalin 0,1699%, dan BU1 dengan kadar formalin 0,0499%, BU2 dengan kadar formalin 0,0499% dan CU1 dengan kadar formalin 0,0599%, CU2 dengan kadar formalin 0,0499%. Kata Kunci: Ikan Teri Asin, Analisis Kadar, Formalin
ASMAWATI RAHARUSUN | Pembimbing: Ns. Ellen Lombonaung, S.Kep., M.Kes & Ns. Fitri Santy Hehalatu, S.Kep
infeksi nosokomial atau healthcare- associated infections (HAIs) adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur yang tersebar melalui kontak langsung. Tujuan: Untuk megetahui Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Perawat Terhadap Protokol Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini di lakukan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr.M. Haulussy Ambon. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bekerja di IGD RSUD Dr.M. Haulussy Ambon dengan jumlah sampel 30 perawat. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner. Analisis menggunakan metode chi-square. Hasil: Hasil pada penelitian ini di dapatkan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan kepatuhanperawat terhadap infeksi nosocomial. Hasil uji statistic chi-square di dapatkan pengetahuan p value 0.000, dan sikap nilai p value 0.000. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pegolahan data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yag signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat terhadap infeksi nosocomial.
GABRIEL LELAPARY | Pembimbing: Apt. Marisa A Ibrahim, S.Farm.,M.Farm.Klin & Sattaria Soumena S.E
Daun mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr.) adalah salah satu tumbuhan obatobatan yang dapat berupa obat tradisional yang bisa kita dapatkan dari lingkungan sekitar kita. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat tradisional adalah daun mangkokan. Adapun efek farmakologis dari tanaman daun mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr.) yaitu untuk, mencegah rambut rontok, mengobati luka, memilki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Daun mangkokan sangat efektif dalam penyembuhan luka, yang menjadi keistimewaan dari tanaman mangkok ini yaitu daunnya. Tujuan penelitian adalah untuk memformulasikan salep dari ekstrak daun mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr.) dengan variasi konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Metode penelitian ini menggunakan studi eksperimental laboratorium dengan desain penelitian. Uji evaluasi yang baik meliputi uji organoleptic warna, bau, dan bentuk yaitu pada FI, FII, FIII dengan pengujian replikasi sebanyak tiga kali selama 2 minggu memiliki hasil yang baik, Uji homogenitas dengan melakukan pengujian replikasi sebanyak tiga kali selama 2 minggu menunjukan hasil yang homogen, dan untuk Uji pH pada FI, FII, FIII dengan melakukan pengujian replikasi sebanyak tiga kali memilki pH yang baik dan sesuai dengan standar pH untuk kulit yaitu (4,5-7,0), Uji daya sebar dengan pengujian replikasi tiga kali memiliki daya sebar yang baik, dan untuk daya sebar yang baik adalah 5-7 cm, dan Uji daya lekat dengan melakukan replikasi sebanyak tiga kali memiliki hasil yang baik, dan untuk daya lekat yang baik adalah diatas 4 detik, dan uji iritasi menunjukan hasil yang baik dan tidak mengiritasi kulit. Daun mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Dan dapat diformulasikan menjadi sediaan salep dengan perbandingan konsentrasi FI 10%, FII 20% dan FIII 30% dengan hasil uji evaluasi yang stabil dan baik. Kata Kunci : Skrining Fitokimia, Ekstrak Daun Mangkokan, Salep