Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.
TAUFIK HIDAYAT SOLISSA | Pembimbing: apt. Micie Elsye Sariwating, S.Si., M. Farm & Nur Hasfiana Baktiar, S.Pd.,M.Si
Indonesia dikenal sebagai penghasil kekayaan alam yang luar biasa yang dapat digunakan untuk membuat kosmetik tradisional yang dapat mempercantik dan menyehatkan kulit. Kulit mengalami penuaan melalui dua proses: faktor umur dan radiasi ultraviolet. Kosmetik adalah sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan body scrub dari serbuk kunyit (Curcuma domestica Val.) dan beras (Oryza sativa L.), dan mengetahui kestabilan sediaan body scrub dari serbuk kunyit (Curcuma domestica Val.) pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dan beras (Oryza sativa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Hasil penelitian ini menghasilkan sediaan dengan stabilitas yang baik meliputi pengujian organoleptik pada F1, F2 dan F3 sebelum dan sesudah penyimpanan memiliki warna cokelat tua, bau khas kunyit dan beras, bentuk semi padat, dan tekstur butiran halus. Uji homogenitas pada F1, F2 dan F3 sebelum dan sesudah penyimpanan memiliki hasil yang homogen. Uji pH pada F1, F2 dan F3 sebelum dan sesudah penyimpanan memiliki pH 7. Uji tipe emulsi pada F1, F2 dan F3 sebelum dan sesudah penyimpanan memiliki tipe M/A. Uji daya sebar pada F1, F2 dan F3 sebelum penyimpanan memiliki daya sebar 5 cm dan sesudah penyimpanan pada F1 5,2 cm, F2 5,4 cm dan F3 5,2 cm. Serbuk kunyit (Curcuma domestica Val.) dan beras (Oryza sativa L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan body scrub dan body scrub serbuk kunyit (Curcuma domestica Val.) dan beras (Oryza sativa L.) menjadi sediaan body scrub yang stabil. Kata Kunci : Body scrub, serbuk kunyit, beras.
SUKMA BUTON | Pembimbing: Apt. Ira P Ely, S. Farm., M. Si & Anatje J Pattipeilohy, S. Pd., M. Pd
Tanaman rimpang temulawak (Curcuma zanthothiza Roxb) merupakan tumbuhan yang sangat umum dikenal di Indonesia. Temulawak umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa sebagai bahan utama obat tradisional yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan tubuh, mengobati penyakit dan meningkatkan Kesehatan. Body scrub adalah sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit rusak dengan bantuan bahan scrub. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui apakah rimpang temulawak (Curcuma zanthorhiza Roxb) dan ampas kopi dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan body scrub. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode yang di gunakan adalah maserasi ekstrak dengan menggunakan etanol 70% sebaanyak 2 liter, meliputi rancangan formulasi sediaan body scrub dengan tiga formulasi yang berbeda dengan variasi kosentrasi zat aktif FI (3%), FII (6%), dan FIII (9%). Hasil dari penelitian ini sediaan body scrub ampas kopi dan rimpang temulawak (curcuma zanthothiza Roxb) sebagai pelembab alami kulit. Dari ketiga formulasi dilakukan evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji iritasi. Memiliki hasil bahwa ketiga formulasi tersebut memiliki bau/aroma yang khas jamu dan kopi. Kesimpulan dari penelitian ini formulasi sediaan body scrub ampas kopi dan rimpang temulawak (curcuma zanthorhiza Roxb) dengan perbandingan kosentrasi 3%, 6%, dan 9% pada ketiga formulasi tersebut semua memenuhi syarat pada evaluasi sifat fisik. Kata kunci : Rimpang temulawak, Body scrub, Ampas kopi
Dewi Astuti Malik | Pembimbing: (Ns. Syahfit (Ira Sandi Tunny, S.Si., M.Kes) & (Ns. Maryati Mardjuky, S.Kep., M.Kep
Kehamilan adalah masa yang sangat penting bagi seorang wanita dan perawatan antenatal yang baik sangat penting untuk memeastikan kesehatan ibu dan janin. Tujuan Penelitian:Menganalisa hubungan pengetahuan tentang antenatal care dengan kepatuhan kunjungan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil sebagai variabel bebas terhadap kunjungan ANC sebagai variabel terikat. Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana data mengenai hubungan sebab-akibat dikumpulkan secara bersamaan pada waktu yang sama. Sampel sebanyak 76 responden menggunakan total sampling dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-squareHasil:Tidak adahubungan yang sigifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana dengan (p-value=0,33).Kesimpulan :tidakada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana. Kehamilan adalah masa yang sangat penting bagi seorang wanita dan perawatan antenatal yang baik sangat penting untuk memeastikan kesehatan ibu dan janin. Tujuan Penelitian:Menganalisa hubungan pengetahuan tentang antenatal care dengan kepatuhan kunjungan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil sebagai variabel bebas terhadap kunjungan ANC sebagai variabel terikat. Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana data mengenai hubungan sebab-akibat dikumpulkan secara bersamaan pada waktu yang sama. Sampel sebanyak 76 responden menggunakan total sampling dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-squareHasil:Tidak adahubungan yang sigifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana dengan (p-value=0,33).Kesimpulan :tidakada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana. Kata kunci: Pengetahuan; Kepatuhan; Kunjungan Ibu HamilKehamilan adalah masa yang sangat penting bagi seorang wanita dan perawatan antenatal yang baik sangat penting untuk memeastikan kesehatan ibu dan janin. Tujuan Penelitian:Menganalisa hubungan pengetahuan tentang antenatal care dengan kepatuhan kunjungan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil sebagai variabel bebas terhadap kunjungan ANC sebagai variabel terikat. Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana data mengenai hubungan sebab-akibat dikumpulkan secara bersamaan pada waktu yang sama. Sampel sebanyak 76 responden menggunakan total sampling dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-squareHasil:Tidak adahubungan yang sigifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana dengan (p-value=0,33).Kesimpulan :tidakada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana. Kata kunci: Pengetahuan; Kepatuhan; Kunjungan Ibu HamilKehamilan adalah masa yang sangat penting bagi seorang wanita dan perawatan antenatal yang baik sangat penting untuk memeastikan kesehatan ibu dan janin. Tujuan Penelitian:Menganalisa hubungan pengetahuan tentang antenatal care dengan kepatuhan kunjungan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil sebagai variabel bebas terhadap kunjungan ANC sebagai variabel terikat. Pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana data mengenai hubungan sebab-akibat dikumpulkan secara bersamaan pada waktu yang sama. Sampel sebanyak 76 responden menggunakan total sampling dengan menggunakan instrument berupa kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-squareHasil:Tidak adahubungan yang sigifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana dengan (p-value=0,33).Kesimpulan :tidakada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kaimana.
STELLA A. EFRUAN | Pembimbing: Apt. Ira P, Ely, S,Farm.,M.Si & Nur Hasfiana Bakhtiar,S.Pd.,M.Si
Lip balm merupakan salah satu sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir sepagai pelindung dari berbagai faktor yang dapat merusak bibir seperti bibir kering dan pecah-pecah akibat lingkungan sekitar. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu limbah yang saat ini masih jarang diketahui manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini sangat disayangkan karena sangat banyak manfaat yang dimilikinya diantaranya vitamin C, vitamin E dan vitamin A serta senyawa antioksidan alami yang dapat memperbaiki sel-sel kulit rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kulit buah naga merah dapat diformulasikan dalam sediaan lip balm serta mencari formulasi terbaik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penyiapan sampel, maserasi sampel, rancangan formulasi sediaan lip balm (Hylocereus polyrhizus) menggunakan tiga formulasi yaitu FI (15% ekstrak kulit buah naga),FII (20% ekstrak kulit buah naga),dan FIII (25% ekstrak kulit buah naga). Dari ketiga formulasi menunjukan bahwa kulit buah naga terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Dari ketiga formulasi ini dilakukan evaluasi sediaan yang meliputi uji organoleptic, uji daya oles, uji stabilitas, uji iritasi dan uji kelembapan. Hasil penelitian uji evaluasi sediaan lip balm untuk seluruh sediaan memiliki aroma pada F1 dan F2 vco dan essense strawberry, F3 bau aroma vco dengan tekstur halus, F1 memiliki warna unggu muda, F2 memiliki warna unggu dan F3 memiliki warna unggu gelap Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata-rata 4-6,5, sediaan F1, F2, F3 dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan konsentrasi berbagai konsentrasi. Kata kunci : Formulasi, Lip Balm, Kulit buah naga.
SRY ADENINGSI RUMONIN | Pembimbing: Hasni Pulhehe,S.Si.,M.Farm & Rapiah Sarfa Marasabessy,S.T.,M.T
Serum merupakan produk cairan sedikit kental, mengandung bahan aktif yang ditargetkan untuk merawat masalah kulit tertentu, misalnya mengurangi gejala – gejala penuaan kulit. Kulit nanas memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, karotenoid, dan vitamin c, yang dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi fisik sediaan serum wajah ekstrak etanol kulit buah nanas (Ananas comosus ( L) Merr) sebagai anti aging, dengan variasi konsentrasi zat aktif ekstrak etanol kulit buah nanas (Ananas comosus ( L) Merr). Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan adalah maserasi ekstrak dengan menggunakan etanol 70% sebanyak 200 ml, rancangan formulasi sediaan serum wajah yaitu menggunakan tiga formulasi dengan perbandingan variasi konsentrasi F1 (Ekstrak etanol kulit buah nanas 5%), FII (Ekstrak etanol kulit buah nanas 10%) dan FIII (Ekstrak etanol kulit buah nanas 15%). Evaluasi sediaan serum wajah meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, uji pH, dan uji waktu kering. Hasil penelitan menunjukan ekstrak etanol etanol kulit buah nanas (Ananas comosus ( L) Merr) dapat difomulasikan menjadi sediaan serum wajah ekstrak etanol kulit buah nanas (Ananas comosus ( L) Merr) sebagai anti aging yang stabil dengan perbedaan konsentrasi zat aktif ekstrak etanol kulit buah nanas FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) dengan bentuk sediaan serum wajah tipe minyak dalam air (m/a) yang memiliki ph kulit normal yaitu 4,5-6,5,. Kata Kunci : kulit Nanas, formulasi, serum wajah
AYUNI ABDULLAH | Pembimbing: Ns. Dortheis Eper Uniplaita, S.Kep.,M.Kep dan Ns. La Rakhmat Wabula, S.Kep.,M.Kep
Kondisi keramaian di IGD akan memberikan rasa ketidaknyamanan dan kecemasan sehingga berdampak pada kondisi kesehatan fisik dan mental pasien. Berbagai teknik dan cara telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan kecemasan pasien, salah satunya yaitu terapi Murotal Al-Qur’an. Suara bacaan Al-Qur’an mampu mengurangi hormon stres dan mengaktifkan hormon endorfin alami, meningkatkan rasa rileks serta mengalihkan perhatian dari rasa takut, khawatir dan tegang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murotal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien di IGD RSU Al-Fatah Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasy-eksperimental design yang melibatkan 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 responden sebagaimana kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan sebanyak 14 pertanyaan. Hasil uji analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai kemaknaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi memiliki tingkat kecemasan ringan setelah diberikan terapi Murotal Al-Qur’an dengan p value = 0,000 < α, sedangkan responden pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan tingkat kecemasan dengan nilai p value = 1,000. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan terapi murotal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien di IGD RSU-Al Fatah Ambon.
HERFIANA SAMLI | Pembimbing: Apt. Djulfikri Mewar.M.Si & Jarmil Soulisa,S.Farm
Inocarpus Fagier adalah tanaman yang termasuk keluarga fabaceae yang digunakan oleh masyarakat Maluku sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagi penyakit seperti sistem pencernaan atau bab berdarah. Tujuan Penelitian untuk menstandarisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak I Fagifer Maluku, dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai bahan baku obat herbal terstandar. Metode penelitian dilakukan terhadap parameter spesifik meliputi penetapan organoleptik ekstrak, kandungan senyawa terlarut, kandungan kimia ekstrak menggunakan kromatografi lapis tipis, sedangkan parameter non spesifik ekstrak meliputi kadar air, kadar abu residu, dan cemaran logam berat. Ekstrak I Fagifer merupakan ekstrak kental, berwarna hijau kehitaman, berbau khas, memiliki rasa pahit. Profil kromatografi lapis tipis ekstrak menunjukkan adanya senyawa alkaloid, fenol, saponin, flavanoid dan minyak atsiri. Kisaran kadar senyawa yang larut dalam air = 1.025%,kadar senyawa yang larut dalam etanol = 1.04%, susut pengeringan = 1.14%, kadar air = 1.64%, kadar abu total = 6.10%, kadar abu tidak larut asam = 0.346% dan cemaran logam timbal (Pb) = tidak terdeteksi 10 μg/g. Kesimpulan: ekstrak I fagifer memiliki standar mutu. Kata kunci: Daun Gayam (Inocarpus Fagifer); parameter spesifik; parameter non spesifik; Obat herbal terstandar
ANANDA DEWI PUSPITA RUMAKAT | Pembimbing: Ns. Idham Soamole, S,Kep.,M.Kep. & Ns. Ali Ahmad Keliobas,S.Kep.,M.Kep
Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan, meningkatkan risiko komplikasi, serta memengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis memang efektif, namun berpotensi menimbulkan efek samping. Salah satu alternatif non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi murottal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an Surah Al-Kahfi terhadap perubahan tingkat nyeri pada pasien post operasi di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Ambon. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran murottal Surah Al-Kahfi ayat 1–20 oleh Qori Muzammil Hasballah selama 10 menit dengan volume sedang (40–50) melalui headset. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai median skala nyeri pretest adalah 6,00 (rentang 4–8) dan menurun menjadi 1,00 (rentang 1–2) pada posttest. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal. Terapi murottal Al-Qur’an Surah Al-Kahfi efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen nyeri non-farmakologis berbasis spiritual di fasilitas pelayanan kesehatan.
ABD RAHIM KASTELLA | Pembimbing: Ns. Endah Fitriasari S.Kep., M.Kep & Ns. La Rakhmat Wabula S,Kep.,M.Kep
Tuberculosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis paru disebabkan oleh basil tahan asam Mycobacterium tuberculosis paru, yang menyebar ketika penderita Tuberculosis paru batuk atau bersin sehingga mengeluarkan bakteri ke udara (WHO, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi deteksi mandiri risiko penularan tuberculosis paru dengan pendekatan KeCaPi terhadap pengetahuan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif, pre-experimental tanpa kontrol, desain one group pre-test and post-test. Sampel 30 responden, teknik non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Nilai uji Wilcoxon p = 0,002 (p < 0,05). Edukasi deteksi mandiri dengan pendekatan KeCaPi (Kenali, Catat, Periksa) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda/gejala, dan langkah pencegahan penularan tuberculosis paru.
FERIYANA SIOLIMBONA | Pembimbing: Apt. Risman Tuny, S.Farm.,M.Farm & Narwan Majida, S.PdI.,M.PdI
Pendahuluan: Tumbuhan daun kirinyuh (Chromolena Odorata) atau sering disebut daun komba-komba oleh mayarakat dusun tiang bendera, yang biasanya digunakan sebagai obat alami tradisional. daun kirinyuh (Chromolena Odorata) akan kaya dengan beberapa macam senyawa fitokimia seperti alkaloid, sapoonin, steroid, dan tanin. Tujuan Penelitan ini untuk megidentifikasi kandungan senyawa metabolit daun kirinyuh (Chromolena Odorata) asal Dusun Tiang Bendera Kecamatan Huamual Belakang. Serta mengetahui aktivitas antibaketri ekstrak daun kirinyuh (Chromolena Odorata) terhadap petumbuhan bakteri Staphylococcus aureus . Jenis Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium secara deksriptif dengan metode sumuran. Penelitian ini menggunakan kosentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Denga 3 kali pengulangan.terhadap bakteri taphylococcus aureus Hasil Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui daun kirinyuh (Chromolena Odorata) dusun tiang bendera kecamatan huamual belakang memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, saponin, steroid, dan tanin. Hasil Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun kirinyuh (Chromolena Odorata) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus di dapatkan rata-rata kosentrasi 25%, sebesar 9,47, kosentrasi 50% sebesar 10,3 mm, kosentrasi 75% sebesar 20,4 mm, dan kosentrasi 100% sebesar 21,3 mm. Untuk kontrol positif pembanding kloramfenikol diameter zona hambatnya sebesar 25,7 mm. Analisis Data menggunakan data kualitatif dengan mengamati perubahan warna indikator dan data kuantitatif untuk mengukur diameter zona hambat bakteri. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh (chromolaena odorata) mengandung senyawa metabolit sekunder dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Kata kunci : Daun Kirinyuh (Chromolena Odorata), Staphylococcus aureus