Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Diabetes Distress pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tulehu Kab.Maluku Tengah

ARTIYA MUMINA AHMAD | Pembimbing: -

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan insulin. Pengelolaan jangka panjang dapat menimbulkan diabetes distress yaitu tekanan emosional terkait perawatan dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat distress adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi PMR terhadap penurunan tingkat diabetes distress pada penderita diabetes melitus tipe ii di wilayah kerja puskesmas Tulehu Kab. Malteng. Desain penelitian menggunakan quasy eksperiment pretest-posttest with control group. Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data dianalisa menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PMR yang dilakukan selama 14 hari menunjukkan adanya penurunan rata-rata tingkat diabetes distress pada kelompok intervensi menurun dari 3,439 (kategori sedang) menjadi 1,913 (kategori ringan) dengan selisih penurunan sebesar 1,526 poin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (p < 0,05) yang berarti penurunan ini bermakna secara klinis karena terjadi penurunan kategori dari sedang menjadi ringan. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (p= 0,714) yang mungkin disebabkan karena tidak adanya intervensi relaksasi. Selain paired t-test, dilakukan uji independent t-test terhadap selisih skor pretest-posttest yang menunjukkan bahwa penurunan skor pada kelompok intervensi secara signifikan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p<0,001), dengan nilai effect size (Cohen’s d= 0,85) yang menunjukkan bahwa Progressive Muscle Relaxation (PMR) memiliki efek besar terhadap penurunan tingkat diabetes distress.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Efektivitas Edukasi Cuci Tangan Berdasarkan Pedoman WHO Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Praktik Cuci Tangan Pada Siswa SD Negeri 91 Ambon

Wa Mila | Pembimbing: -

Pendahuluan: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi karena kebiasaan hidup yang belum higienis. Praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar dapat menurunkan risiko penyakit menular seperti diare hingga 40%. Namun, rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa seringkali menjadi hambatan dalam penerapan CTPS sesuai standar kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO terhadap perubahan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan skala Guttman dan lembar observasi praktik cuci tangan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 90,9% siswa memiliki pengetahuan kategori baik, namun praktik cuci tangan mayoritas berada pada kategori cukup (58,2%). Setelah diberikan edukasi, pengetahuan meningkat menjadi 100% kategori baik, dan praktik cuci tangan meningkat signifikan menjadi 81,9% kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05) baik untuk variabel pengetahuan maupun praktik. Kesimpulan: Edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon. Kata Kunci: Edukasi WHO, Cuci Tangan, Pengetahuan, Praktik

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon

HERDIANTI SAMLI | Pembimbing: -

Latar Belakang: : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan faktor krusial bagi keberhasilan ASI Eksklusif melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Di Puskesmas Karang Panjang, cakupan ASI Eksklusif mengalami penurunan drastis hingga mencapai 20%, yang diduga berkaitan dengan rendahnya praktik IMD. Kegagalan pemberian ASI eksklusif berisiko meningkatkan angka kesakitan pada bayi di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 67 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif (61,2%) dan tidak melakukan IMD (44,8%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa dari responden yang memberikan ASI eksklusif, mayoritas melakukan IMD (84,6%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon. Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Bayi Usia 7-12 Bulan.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Dengan Level Triase Kuning di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon

Hendrovia Marchal Rieuwpassa | Pembimbing: -

Pendahuluan: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering muncul pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu yang dapat mempengaruhi status fisiologis, serta proses penyembuhan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak pada perubahan fisik dan psikologis, meningkatkan kerja saraf simpatis, dan mengakibatkan adanya gangguan seperti peningkatan denyut jantung, napas lebih cepat, tekanan darah yang meningkat, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, dan berkurangnya energi yang merugikan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien dengan level triase kuning di instalasi gawat darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental dengan menggunakan metode pendekatan Nonequivalent with control group design, dimana melibatkan kelompok kontrol dan intervensi sebagai kelompok penelitian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan pasien adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Untuk menilai hasil sesuai dengan tujuan penelitian, maka analisis yang digunakan oleh peneliti adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian terapi musik klasik dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien dengan nilai signifikansi (p-value=0,000). Kesimpulan: Adanya pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien dengan level triase kuning di instalasi gawat darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon

Sosiati Amalia | Pembimbing: -

Latar belakang : Komunikasi terapeutik perawat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada ketidakpuasan keluarga pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.013 keluarga pasien, dengan sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner tingkat kepuasan keluarga pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori cukup (53,8%) dan tingkat kepuasan keluarga dalam kategori cukup puas (59,3%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien (p = 0,000 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kepuasan keluarga pasien, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan komunikasi terapeutik perawat guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan keluarga pasien. Kata kunci: komunikasi terapeutik, perawat, kepuasan keluarga, instalasi gawat darurat

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksaan Pemeriksaan Radiografi Thorax Pada Balita Dengan Klinis Bronchopneumonia Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon

Titi alawia pawae | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kondisi paru-paru dan dada pada pasiean yang diduga menderita bronchopnrumonia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi thorax pada balita dengan klinis bronkopneumonia di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua orang radiografer dan satu dokter spesialis radiologi sebagai informan dan dua pasien penderita bronchopneumonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi thorax umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi terlentang dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 80 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh. Kendala yang sering dihadapi antara lain pergerakan pasien, kurangnya SOP khusus untuk balita, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan thorax pada balita dengan klinis bronchopneumonia.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksaan Pemeriksaan Radiografi Thorax Pada Balita dengan Klinis Bronchopneumonia Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon

Nunung Julia | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kondisi paru-paru dan dada pada pasiean yang diduga menderita bronchopnrumonia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi thorax pada balita dengan klinis bronkopneumonia di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua orang radiografer dan satu dokter spesialis radiologi sebagai informan dan dua pasien penderita bronchopneumonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi thorax umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dengan posisi terlentang dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 80 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh. Kendala yang sering dihadapi antara lain pergerakan pasien, kurangnya SOP khusus untuk balita, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan thorax pada balita dengan klinis bronchopneumonia.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Family Centered Care dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru

Rifki Ambari Duila | Pembimbing: -

Latar Belakang : Pengetahuan perawat tentang Family Centered Care (FCC) merupakan pemahaman mengenai prinsip komunikasi, kolaborasi, serta keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien, sedangkan kecemasan keluarga adalah respons emosional berupa perasaan takut, khawatir, dan ketidakpastian yang muncul dalam situasi kegawatdaruratan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang FCC dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 32 perawat dan 34 keluarga pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan FCC dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan cukup (46,9%), sedangkan sebagian besar keluarga pasien mengalami kecemasan berat (47,1%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,251 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang FCC dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kecemasan keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan perawat, tetapi juga oleh kondisi kegawatdaruratan, tingkat keparahan penyakit, dan faktor psikologis keluarga.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2026

HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAGIAN BAWAH PADA PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA RUTE WAIHERU-TERMINAL MARDIKA KOTA AMBON

ona djijij pelu | Pembimbing: edi sugiyarto

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Evaluasi Metode Persepsi Bimbingan Klinik Di Rumah Sakit Kota Ambon

Irma Defliana Difinubun | Pembimbing: -

ABSTRAK Evaluasi Metode bimbingan Metode bimbingan klinik Di Rumah Sakit Kota Ambon Irma defliana Difinubun ¹, Hasna Tunny², Kayus Jamlean³ Email: - 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada Pendahuluan:Metode bimbingan klinik merupakan salah satu komponen penting dalampendidikan keperawatan yang bertujuan untuk menigkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik langsung di lahan klinik. Keberhasilan metode bimbingan klinik sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan yang efektif serta persepsi mahasiswa sebagai peserta didik. Tujuan:Untuk mengetahui gambaran persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon.Metode:Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIkes Maluku Husada yang telah mengikuti praktik klinik sebanyak 97 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik yang meliputi one minute preceptor,pre dan post conferences,bedside teaching,dan ronde keperawatan.Hasil:Penelitian ini menunjukan bahwa secara umum persepsi mahasiswa terhadap metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon berada pada kategori baik. Namun demikian,masih terdapat beberapa metode yang belum dilaksanakan secara optimal dan konsisten di setiap rumah sakit, khususnya dalam aspek evaluasi dan umpan balik.Kesimpulan:Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan metode bimbingan klinik di rumah sakit Kota Ambon telah berjalan dengan baik berdasarkan persepsi mahasiswa, namun masih diperlukan peningkatan dalam konsistensi penerapan metode bimbingan klinik. Disarankan kepada institusi pendidikan dan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan bimbingan klinik melalui pelatihan preceptor serta evaluasi berkala terhadap proses pembelajaran klinik. Kata kunci: Persepsi mahasiswa, bimbingan klinik, keperawatan, praktik klinik

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak