HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD Dr. M HAULUSSY AMBON
DIANITHA ANGGRIANY PELU
Pembimbing/Penguji: Ns. Siti Rochmaedah, S.Kep., M.Kep & Ns. Maryati Mardjuky, S.Kep.,M.Kep
Abstrak
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN
PREEKLAMPSIA DI RSUD Dr. M HAULUSSY AMBON
Dianitha Anggriany Pelu 1, Siti Rochmaedah2, Mariyati Mardjuky3
Email: peludianitha@gmail.com
1 Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada
2,3 Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada
Indikator utama keberhasilan program kesehatan suatu bangsa salah satunya dapat
dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI). Preeklampsia pada kehamilan berperan
besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Faktor risiko yang
memengaruhi kejadian preeklampsia diantaranya usia dan paritas. Pre-eklampsia
atau eklampsia pada primigravida disebabkan karena tingkat stress yang tinggi
sebagai akibat dari pengalaman menjadi ibu untuk yang pertama kali, sehingga
dapat memacu peningkatan tekanan darah ibu (Monalisa et al., 2022)sedangkan
perempuan dengan paritas tinggi yakni sampai 3 kali melahirkan, akan terjadi
peregangan rahim sehingga akan mengakibatkan iskemia berlebihan dan dapat
terjadi pre-eklampsia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia dan
paritas ibu dengan kejadian preeklampsia. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif dengan pendekatan retrospektif yang diambil dari data sekunder Instalasi
Rekam Medis RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Besar sampel adalah 150 ibu hamil.
Uji yang dipakai adalah spearman rank. Hasil uji didapatkan variabel usia p value
0.038 dimana < 0.05 dan variabel paritas p value adalah 0.062 dimana > 0.05.
Kesimpulan terdapat hubungan usia dengan kejadian preeklampsia dan tidak ada
hubungan paritas ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di RSUD dr. M.Haulussy
Ambon.
Kata Kunci: usia, paritas, preeklampsia