Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
KTI D3 Radiologi 2026

PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN EDUKASI OLEH RADIOGRAFER PADA PEMERIKSAAN MRI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. JOHANNES LEIMENA AMBON

Mariana Joy Emanuela Septory | Pembimbing: -

Kecemasan merupakan respons psikologis umum yang dialami pasien saat menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) akibat ruang sempit, suara bising mesin, dan durasi pemeriksaan yang lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah pemberian edukasi oleh radiografer pada pemeriksaan MRI di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 60 responden yang diukur menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory (STAI-S). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,739 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat kecemasan sebelum dan sesudah edukasi. Proporsi kecemasan ringan meningkat dari 85,0% menjadi 91,7%, sedangkan kecemasan sedang menurun dari 15,0% menjadi 8,3%. Disimpulkan edukasi oleh radiografer efektif menurunkan kecemasan pasien MRI. Kata kunci: kecemasan, edukasi radiografer, MRI, STAI-S, Wilcoxon Signed Rank Test

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
KTI D3 Radiologi 2026

Analisis penerapan proteksi radiasi radiografer pada pemeriksaan radiografi thorax balita di instalasi Radiologi RSUP Dr Johannes Leimena Ambon

Clara Vensly | Pembimbing: -

Latar Belakang: Balita memiliki radiosensitivitas tinggi sehingga proteksi radiasi perlu diterapkan optimal sesuai prinsip ALARA. Data penerapannya di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku, masih terbatas. Tujuan: Mengetahui penerapan proteksi radiasi pada pemeriksaan radiografi thorax balita dan kesesuaiannya dengan prinsip ALARA di RSUP dr. Johannes Leimena Ambon.Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan observasi checklist 15 item (Ya=1, Tidak=0) pada 6 dari 13 radiografer (total sampling), dianalisis univariat deskriptif dengan SPSS. Hasil: Seluruh radiografer (100%) berkategori Tinggi, rata-rata kepatuhan 84,4% (76/90). Item APD apron radiografer dan edukasi verbal bernilai 0%, mencerminkan shielding struktural dan pertimbangan klinis rasional, bukan ketidakpatuhan. Kesimpulan: Penerapan proteksi radiasi radiografer berada pada kategori Tinggi dan telah sesuai prinsip ALARA.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
KTI D3 Radiologi 2026

PERBANDINGAN KUALITAS CITRA RADIOGRAF THORAX PROYEKSI PA MENGGUNAKAN FFD 150 CM DAN 180 CM DI LABORATORIUM RADIOLOGI STIKES MALUKU HUSADA

Brian Soruday | Pembimbing: -

ABSTRAK PERBANDINGAN KUALITAS CITRA RADIOGRAF THORAX PROYEKSI PA MENGGUNAKAN FFD 150 CM DAN 180 CM DI LABORATORIUM RADIOLOGI STIKES MALUKU HUSADA Brian soruday1 , Maritje S.J Malisngorar², Dorothea Marantika, S.Si3 Amelia Niwele, S.Pd., M.Pd4 1Mahasiswa Program Studi DIII Radiologi STIkes Maluku Husada 2Dosen Program Studi Radiologi STIKes Maluku Husada briansorudaylainata@gmail.com Latar Belakang: Focus Film Distance (FFD) merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kualitas citra radiografi thoraks, terutama ketajaman, kontras, densitas, dan visualisasi struktur anatomi. Di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada Ambon masih digunakan FFD 150 cm, sedangkan standar laboratorium menganjurkan penggunaan FFD 180 cm sehingga diperlukan penelitian untuk membandingkan kualitas citra yang dihasilkan dari kedua variasi jarak tersebut. Tujuan: Mengetahui perbandingan kualitas citra radiograf thoraks proyeksi Postero Anterior (PA) menggunakan FFD 150 cm dan 180 cm serta menentukan FFD yang lebih optimal dalam menghasilkan kualitas radiograf yang baik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui pemeriksaan radiografi thoraks PA pada satu pasien dewasa menggunakan dua variasi FFD, yaitu 150 cm dan 180 cm, dengan parameter eksposi yang sama. Penilaian kualitas citra dilakukan secara blind oleh dua radiografer dan satu dokter spesialis radiologi menggunakan metode Visual Grading Analysis (VGA) terhadap ketajaman citra, kontras citra, noise, densitas, visualisasi paru, visualisasi jantung, dan visualisasi diafragma dengan skala Likert 1–4. Analisis dilakukan menggunakan nilai median dan persentase kesepakatan observer. Hasil: FFD 150 cm memperoleh nilai median 4 pada seluruh parameter dengan tingkat kesepakatan observer 100%. FFD 180 cm memperoleh median 4 pada ketajaman citra, noise, densitas, dan visualisasi jantung, sedangkan kontras citra, visualisasi paru, dan visualisasi diafragma memperoleh median 3 dengan tingkat kesepakatan 57,14%. Kesimpulan: Penggunaan FFD 150 cm menghasilkan kualitas citra radiograf thoraks proyeksi PA yang lebih optimal, konsisten, dan lebih mudah diinterpretasikan dibandingkan FFD 180 cm pada kondisi peralatan dan parameter eksposi yang digunakan di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada Ambon. Kata Kunci: Focus Film Distance (FFD), radiografi thoraks PA, kualitas citra radiograf, Visual Grading Analysis (VGA), ketajaman citra

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN BODY SCRUB AMPAS KELAPA (Cocos nucifera L.) DAN KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI BAHAN ALAMI UNTUK KULIT

Maijesty Pelupessy | Pembimbing: -

“Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Body Scrub Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Dan Kunyit (Curcuma longa L.) Sebagai Bahan Alami Untuk Kulit” Maijesty Maria Pelupessy 1 , Cut Bidara Panita Umar 2 , Nur Hasfiana Baktiar 3 1 Mahasiswa Program Studi Farmasi STIKes Maluku Husada 2, 3 Dosen Program Studi Farmasi STIKes Maluku Husada Body scrub merupakan sediaan perawatan kulit yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan membantu menjaga kelembapan kulit. Ampas kelapa (Cocos nucifera L.) mengandung serat dan minyak alami yang berpotensi sebagai bahan eksfoliasi, sedangkan kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkuminoid yang bersifat antioksidan dan dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan body scrub berbahan ampas kelapa dan kunyit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Formula dibuat dengan variasi konsentrasi ampas kelapa, yaitu FI 5%, FII 10%, dan FIII 15%, sedangkan konsentrasi kunyit dibuat tetap sebesar 5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi pada 9 sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk, warna, aroma, dan homogenitas yang baik serta nilai pH 6 yang masih sesuai dengan pH kulit. Formula FI dan FII memenuhi persyaratan daya sebar (5–7 cm) dan daya lekat (>4 detik), baik sebelum maupun setelah penyimpanan. Formula FIII memiliki daya sebar dan daya lekat yang kurang memenuhi persyaratan. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menimbulkan reaksi berupa kemerahan, gatal, maupun bengkak pada sukarelawan. Berdasarkan hasil penelitian, ampas kelapa (Cocos nucifera L.) dan kunyit (Curcuma longa L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub. Formula FI (5%) dan FII (10%) menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan aman digunakan karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Kata kunci : Ampas Kelapa dan kunyit formulasi, Body Scrub, uji evaluasi fisik.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN SABUN CUCI TANGAN CAIR DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil / VCO) SEBAGAI ANTI SEPTIK

JOSEP PORUMAU | Pembimbing: -

“Formulasi Dan Uji Evaluasi Sediaan Sabun Cuci Tangan Cair Dari Minyak Kelapa Murni (Virgin coconut oil / VCO)” Josep Porumau 1 , Cut Bidara Panita Umar 2 , Alga Hehalatu 3 1). Mahasiswa STIKes Maluku Husada 2). Dosen STIKes Maluku Husada 3). Dosen STIKes Maluku Husada Sabun cuci tangan cair merupakan salah satu produk yang efektif dalam menjaga kebersihan tangan dan mencegah penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit. Penggunaan bahan alami seperti minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman karena mengandung asam laurat yang memiliki aktivitas antimikroba serta mampu menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun cuci tangan cair berbahan dasar VCO serta mengevaluasi mutu fisik dan keamanan sediaannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan tiga formula yang mengandung VCO pada konsentrasi 8% (FI), 9% (FII), dan 10% (FIII). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, stabilitas penyimpanan, serta uji iritasi kulit pada sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berhasil diformulasikan menjadi sabun cuci tangan cair dengan karakteristik fisik yang baik, homogen, memiliki nilai pH dan tinggi busa yang memenuhi persyaratan, serta tetap stabil sebelum dan setelah penyimpanan. Hasil uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menimbulkan reaksi iritasi berupa kemerahan, gatal, maupun bengkak pada seluruh sukarelawan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) pada konsentrasi 8%, 9%, dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cuci tangan cair yang memiliki mutu fisik baik, stabil, dan aman digunakan sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk pembersih tangan berbahan alami. Kata kunci: Virgin Coconut Oil (VCO), sabun cuci tangan cair, formulasi, evaluasi fisik, uji iritasi.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2026

Pengaruh Pengawasan Minum Obat Dengan Tingkat Keberhasilan Pengobatan Pasien ODGJ Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamarian

Jean. A. G. P. P. Pungus | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Deodoran Krim Berbasis Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon nardus L.)

Arabia safitri | Pembimbing: Cut Bidara Panita Umar, S.Farm.,M.Farm

ABSTRAK Formulasi Dan Evaluasi Deodoran Krim Berbasis Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon nardus L.) Arabia Safitri1, Cut Bidara Panita Umar2 , Wiwik Widiyati3 Daun serai (Cymbopogon nardus L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, serta minyak atsiri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab bau badan, terutama Staphylococcus epidermidis. Deodoran merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan bau badan dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau serta memberikan aroma yang menyegarkan. Penelitian ini bertujuan untuk memfor- mulasikan ekstrak etanol daun serai ke dalam bentuk sediaan deodoran krim serta mengevaluasi karakteristik fisik dan keamanan sediaan yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium. Ekstrak daun serai diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 15%, 20%, dan 25%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, serta dilakukan uji iritasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun serai dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran krim yang memenuhi persyaratan mutu fisik. Seluruh formula menghasilkan sediaan yang homogen, memiliki warna dan aroma khas serai, nilai pH yang sesuai dengan pH kulit, daya sebar dan daya lekat yang baik, serta stabil selama penyimpanan. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa sediaan tidak menimbulkan reaksi kemerahan, gatal, maupun iritasi pada kulit sehingga aman digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun serai (Cymbopogon nardus L.) berpotensi diformulasikan menjadi sediaan deodoran krim yang memiliki kualitas fisik baik, aman digunakan, dan berpotensi sebagai alternatif produk perawatan tubuh berbahan alam. Kata kunci: Daun serai, deodoran krim, evaluasi fisik, uji iritasi.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG BEYOND USEDATE (BUD) SIRUP ORAL SIAP PAKAI PADA MASYARAKAT YANG BERKUNJUNG DI TOKO OBAT OMARA DUSUN TAHOKU

Herawati Laturua | Pembimbing: Cut Bidara Panita Umar, S.Farm.,M.Farm

Beyond Use Date (BUD) adalah batas waktu di mana obat masih dapat digunakan setelah proses peracikan, penyiapan, atau setelah kemasan primernya dibuka atau mengalami kerusakan. Penggunaan obat yang telah melewati BUD atau ED tidak hanya menurunkan efektivitas terapi, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi mikroorganisme, yang sangat berbahaya terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menggambarkan Pengetahuan Tentang Beyond Use date (BUD) Sirup Oral Siap Pakai pada Masyarakat yang berkunjung di Toko Obat Omara Dusun Tahoku. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dengan Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden yang paling banyak ditemukan yaitu usia 18 – 19 tahun yang berjumlah 58 responden (96,7%). Jenis kelamin yang ditemukan dalam penelitian sama yaitu masing – masing 30 responden (50%). Pendidikan SMA paling banyak berjumlah 36 responden (60,0%). Pekerjaan responden tidak ada atau belum bekerja berjumlah 18 responden (30%). Pada kategori pengetahuan kategori cukup berjumlah 29 responden (48,3%) dan yang paling banyak ditemukan kategori baik berjumlah 21 responden (35,0%) dan pada kurang 10 responden (16,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat yang berkunjung di Toko Obat Omara dusun Tahoku terhadap BUD masih belum merata dan membutuhkan peningkatan melalui edukasi yang lebih intensif dan berkesinambungan.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

PENGARUH EDUKASI STIMULASI TRICKY CARD GAME TERHADAP PENCEGAHAN HIPERTENSI BAGI MASYARAKAT DUSUN POHON MANGGA DESA TULEHU

Andina Mursid | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.)

FALNI | Pembimbing: Cut Bidara Panita Umar, S.Farm.,M.Farm

Daun alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan produk perawatan kulit berbahan alam. Pemanfaatan bahan alam dalam sediaan kosmetik semakin diminati karena relatif aman dan memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan bahan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daun alpukat, memformulasikannya ke dalam bentuk sediaan sabun mandi cair, serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol daun alpukat diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan uji iritasi. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun mandi cair yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik. Seluruh formula memiliki bentuk cair homogen, warna dan aroma khas ekstrak daun alpukat, nilai pH yang sesuai dengan pH kulit, serta menghasilkan busa yang stabil. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menimbulkan kemerahan, gatal, maupun iritasi pada kulit. Dengan demikian, ekstrak etanol daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi sabun mandi cair yang aman dan memiliki mutu fisik yang baik.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak