Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERAWATAN PASAHARI A, MALUKU TENGAH

GRESYA SELSILY | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu, S.Farm., M.Sc

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas batas normal dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Pengetahuan merupakan kebutuhan mendasar yang dapat meningkatkan perilaku untuk mencegah komplikasi hipertensi.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Perawatan Pasahari A, Maluku Tengah. Metode Penelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Perawatan Pasahari A, Maluku Tengah selama tiga bulan terakhir, yaitu sebanyak 97 orang. Sampel penelitian berjumlah 79 responden. Instrumen Kuesioner pengetahuan yang digunakan diadopsi dan dimodifikasi dari kuesioner Hypertension Fact Questionnaire (HFQ). Kuesioner kepatuhan yang digunakan diadopsi dan dimodifikasi dari kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori baik berjumlah 64 responden (81%) dan kepatuhan responden dengan kategori patuh berjumlah 69 responden (87,3%). Hasil analisis menggunakan uji chi-square, diperoleh nilai p value = 0,001 (<0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Perawatan Pasahari A, Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan nilai p value =0,001

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

Analisis peresepan obat diare pada anak balita di puskesmas nania periode januari - desember 2025

Amanah putriadi | Pembimbing: -

ANALISIS PERESEPAN OBAT DIARE PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS NANIA PERIODE JANUARI–DESEMBER 2025 Amanah Putriadi¹, Cut Bidara Panita Umar², M. Dahlan Sely³ Email: amananputriadi@gmail.com 1Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi S1 Farmasi STIKes Maluku Husada ABSTRAK Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak balita dan dapat menyebabkan dehidrasi serta meningkatkan angka kesakitan apabila tidak ditangani secara tepat. Penggunaan obat yang rasional sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat diare pada anak balita di Puskesmas Nania periode Januari–Desember 2025 berdasarkan karakteristik pasien, jenis obat yang diresepkan, ketepatan indikasi, ketepatan obat, dan ketepatan dosis sesuai pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa resep dan rekam medis pasien balita penderita diare. Sampel penelitian berjumlah 67 resep yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 0–1 tahun sebanyak 36 pasien (53,73%) dan pasien perempuan sebanyak 36 pasien (53,73%). Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah zinc sebanyak 62 penggunaan obat (41,33%), diikuti oralit sebanyak 53 penggunaan obat (35,33%), antibiotik sebanyak 15 penggunaan obat (10,00%), dan obat lainnya sebanyak 20 penggunaan obat (13,33%). Hasil evaluasi kesesuaian peresepan menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 98,51%, ketepatan obat sebesar 92,54%, dan ketepatan dosis sebesar 79,10%. Disimpulkan bahwa sebagian besar pere-sepan obat diare pada balita di Puskesmas Nania telah sesuai dengan pedoman MTBS, namun masih ditemukan ketidaktepatan dosis yang perlu menjadi bahan evaluasi dalam upaya mening-katkan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Balita, Peresepan Obat, Ketepatan Obat, Ketepatan Dosis, MTBS.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

PENGARUH KOMPRES REBUSAN AIR HANGAT JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var. Rubrum) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI DESA LIANG MALUKU TENGAH

Nur Aisyah Hatala | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN OBAT KUMUR HERBAL EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) ASAL DESA WAKAL, KECAMATAN LEIHITU

Dewi Rahman Disso | Pembimbing: -

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Pemanfaatan daun sirih sebagai bahan aktif dalam sediaan obat kumur diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman dan ekonomis dibandingkan bahan sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sediaan obat kumur herbal yang mengandung ekstrak daun sirih hijau asal Desa Wakal, Kecamatan Leihitu. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 15%, 20%, dan 25%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, kejernihan, dan stabilitas selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berhasil dibuat menjadi sediaan obat kumur dengan karakteristik fisik yang baik. Sediaan memiliki bentuk cair homogen, aroma khas mint, warna hijau kecokelatan yang sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, nilai pH berkisar 5-6, yang memenuhi persyaratan sediaan obat kumur, serta tetap jernih dan stabil selama masa pengamatan tanpa menunjukkan perubahan fisik yang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur herbal yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kesehatan mulut berbahan alam. Kata Kunci: Daun sirih hijau, formulasi; obat kumur, evaluasi fisik.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan Beban Kerja Dan Tingkat Stres Perawat Dengan Kualitas Pelayanan Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Masohi Dan RSUD Piru

Idgam Adiguna Tehuayo | Pembimbing: Ns. Ali Ahmad Keliobas, S.Kep.,M.Kep

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

Studi Pola Konsultasi Pasien Terkait Obat Tanpa Resep Di Apotek Yang Berada Di Kota Ambon

Syaida Ibnu Zulkhairiyah A.R | Pembimbing: -

Obat tanpa resep merupakan obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan banyak digunakan masyarakat dalam praktik swamedikasi untuk mengatasi keluhan ringan. Penggunaan obat tanpa resep tetap memerlukan konsultasi tenaga kefarmasian agar pemilihan obat, cara pakai, dosis, dan keamanan penggunaannya tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola konsultasi pasien terkait obat tanpa resep di apotek Kota Ambon. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan observasi langsung menggunakan lembar observasi terstruktur. Sampel penelitian berjumlah 120 pengamatan pada apotek di Kota Ambon. Data dianalisis secara univariat menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator konsultasi yang paling sering dilakukan adalah pertanyaan mengenai untuk siapa obat dibeli sebanyak 66 pelayanan (55,0%) dan pertanyaan mengenai keluhan atau gejala sebanyak 58 pelayanan (48,3%). Keluhan yang paling banyak dikonsultasikan adalah demam sebanyak 29 kasus (24,2%), dengan obat yang paling sering direkomendasikan yaitu paracetamol sebanyak 21 kasus (72,41%). Informasi obat yang paling sering diberikan adalah penjelasan mengenai dosis obat sebanyak 19 pelayanan (15,8%), sedangkan informasi mengenai efek samping, tindakan pencegahan, serta modifikasi gaya hidup masih sangat jarang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa pola konsultasi pasien terkait obat tanpa resep di apotek Kota Ambon belum terlaksana secara optimal, terutama pada aspek penggalian informasi pasien dan pemberian edukasi obat yang komprehensif. Kata Kunci : obat tanpa resep, konsultasi, apotek, swamedikasi, Kota Ambon.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

ANALISIS MINIMALISASI BIAYA (AMB) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE DAN CEFOTAXIME PADA PASIEN PEDIATRI DENGAN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT TK. II PROF. DR. J. A. LATUMETEN AMBON

FAHRIANI ALKATIRI | Pembimbing: -

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada pasien pediatri. Penggunaan antibiotik dalam terapi demam tifoid dapat memengaruhi besarnya biaya pengobatan, sehingga diperlukan evaluasi farmakoekonomi untuk menentukan alternatif terapi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan total biaya medis langsung, menganalisis perbedaan total biaya medis langsung, serta menentukan antibiotik yang lebih ekonomis berdasarkan Analisis Minimalisasi Biaya (AMB) antara Ceftriaxone dan Cefotaxime pada pasien pediatri dengan demam tifoid di Rumah Sakit Tk. II Prof. dr. J. A. Latumeten Ambon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif. Data penelitian diperoleh dari rekam medis dan data biaya pasien. Sampel penelitian berjumlah 96 pasien yang terdiri atas 70 pasien pengguna Ceftriaxone dan 26 pasien pengguna Cefotaxime. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Komponen biaya medis langsung yang dianalisis meliputi biaya antibiotik, biaya laboratorium, dan biaya rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya medis langsung pada kelompok Ceftriaxone sebesar Rp943.316, lebih rendah dibandingkan kelompok Cefotaxime sebesar Rp1.109.054. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value=0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok terapi. Berdasarkan Analisis Minimalisasi Biaya (AMB), penggunaan Ceftriaxone memberikan penghematan biaya sebesar Rp165.738 dibandingkan Cefotaxime, sehingga Ceftriaxone dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi yang lebih ekonomis pada pengobatan demam tifoid pasien pediatri. Kata Kunci: Analisis Minimalisasi Biaya, Biaya Medis Langsung, Ceftriaxone, Cefotaxime, Demam Tifoid, Farmakoekonomi, Pediatri.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

Efektivitas konseling terhadap pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik golongan B-laktam di rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten buru

Delani sari usman | Pembimbing: -

Penggunaan antibiotik β-laktam yang tidak rasional memicu risiko resistensi dan menurunkan kepatuhan pasien. Konseling kefarmasian menjadi solusi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terapi. Penelitian kuantitatif kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group design ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah konseling penggunaan antibiotik β-laktam di suatu rumah sakit daerah. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal pada uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan dan kepatuhan dalam kategori rendah. Namun, setelah diberikan konseling, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan baik dan kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, konseling oleh tenaga kefarmasian terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik golongan β-laktam.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM KOMBINASI EKTRAK DAUN GANDARIA (Bouea macrophylla Griff) DAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)

Ivana Tahitoe | Pembimbing: -

Daun gandaria (Bouea macrophylla Griff) dan daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, serta senyawa fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif sediaan topikal. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan dan mengevaluasi sediaan krim kombinasi ekstrak etanol daun gandaria dan daun sirsak pada berbagai konsentrasi guna memastikan mutu fisik serta stabilitas sediaan selama penyimpanan. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian ekstrak diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi kombinasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji iritasi pada sembilan sukarelawan, serta uji stabilitas dipercepat menggunakan metode cycling test selama tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak daun gandaria dan daun sirsak masing-masing sebesar 14,73% dan 15,94%. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik, homogen, serta tidak mengalami perubahan organoleptik selama cycling test. Nilai pH seluruh formula tetap stabil pada angka 6, daya sebar berada pada kisaran 6–7 cm, daya lekat meningkat hingga 6,65–7,80 detik setelah penyimpanan, dan uji iritasi menunjukkan seluruh formula tidak menimbulkan reaksi iritasi pada seluruh sukarelawan. Kesimpulannya adalah formulasi krim kombinasi ekstrak etanol daun gandaria dan daun sirsak memenuhi parameter evaluasi fisik serta memiliki stabilitas yang baik selama pengujian berlangsung.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Farmasi 2026

Evaluasi Pengelolaan Obat Narkotika dan Psikotropika di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku

Erwin Suplatu | Pembimbing: -

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan obat narkotika dan psikotropika yang meliputi pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penyerahan, pemusnahan dan penarikan, pengendalian dan administrasi obat narkotika serta psikotropika di rumah sakit khusus provinsi maluku. Data hasil penelitian menggunakan metode campuran (mixed metode), dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil kualitatif didapat dari wawancara langsung, sedangkan hasil kuantitatif didapatkan dari lembar cheklist dan hasil observasi dokumen pengelolaan obat narkotika dan psikotropika. Evaluasi dilakukan berdasarkan Permenkes No.72 tahun 2016 dan Permenkes No.5 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan angka kesesuain pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di rumah sakit khusus daerah provinsi maluku dengan perincian hasil pengelolaan sebagai berikut. (1) tahap pemilihan memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik: (2) tahap perencanaan memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik: (3) tahap pengadaan memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik: (4) tahap penerimaan memiliki presentase 80% dikategorikan sangat baik: (5) tahap penyimpanan memiliki presentase 94,44%: (6) tahap pendistribusian memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik: (7) tahap pemusnahan memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik: (8) tahap pengendalian memiliki presentase 33,3% dikategorikan sangat kurang baik: (9) tahap administrasi memiliki presentase 100% dikategorikan sangat baik. Maka didapatkan hasil rata-rata pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di rumah sakit khusus daerah provinsi maluku sebesar 80,77% sehingga dikategorikan cukup baik sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di rumah sakit khusus daerah provinsi maluku belum sesuai dengan Permenkes No.72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan Permenkes No.5 Tahun 2023 tentang narkotika, psikotropika dan prekursor farmasi. Kata kunci : Pengelolaan obat, Narkotika, Psikotropika

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak