Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Skripsi S1 Keperawatan 2024

Hubungan Pengetahuan Orang tua dengan screen time di era digital pada anak usia 1-5 tahun di wilayah batu koneng kota ambon

Wa Ode Alvi | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Keperawatan 2022

Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga penderita hipertensi tentang deteksi dini stroke mode fast di desa kawa SBB

Seylin Alsya Titirima | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Keperawatan 2024

Pengaruh Pemberian Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rijali

Syahrul Basir | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Pengaruh terapi mindfulness thinking terhadap tingkat kecemasan pada siswa sma kelas XI Negeri 2 SBT

Nadia Kelrey | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan Postur Kerja Yang Tidak Ergonomis Dengan Gejala Myalgia Pada Nelayan Di Desa Latuhalat Kota Ambon

Joan Fenly Lopulalan | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) di sman 1 SBB

Inggrid Siahaya | Pembimbing: Yati Mardjukic

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALBELE DESA SEKAT KABUPATEN BURU SELATAN

Alena wally | Pembimbing: -

ABSTRAK Hubungan Gaya Hidup Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Walbele, Desa Sekat Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan Alena Wally1, Idham Soamole2, Rakhmat Wabula, 3 Email: - 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang ditunjukan dengan adanya peningkatan takanan darah di atas nilai normal yang ditetapkan secara klinis. Kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari keberadaannya. Namun, apabila tekanan darah tinggi berlangsung dalam jangka panjang dan tidak terkontrol, keadaan tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius yang berisiko menyebabkan kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara gaya hidup dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas walbele, Desa sekat kecamatan kepala madan kabupaten buru selatan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross sectional study dimana penelitian yang bertujuan untuk mengukur variabel independen dan variabel dependen pada waktu yang sama, sehingga dapat diketahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut pada saat dilakukan penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang ada di desa sekat sebanyak 69 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur gaya hidup adalah kuesioner merokok, kuesioner alkohol dan kusioner kurang tidur maka analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi rokok dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan konsumsi rokok berat lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan konsumsi rokok ringan (p-value = 0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan konsumsi alkohol risiko tinggi lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan konsumsi alkohol risiko rendah (p-value < 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan kualitas tidur buruk lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan kualitas tidur baik (p-value = 0,003). Kesimpulan: Adanya hubungan antara gaya hidup dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas walbele, Desa Sekat kecamatan kepala madan kabupaten buru selatan Kata Kunci: Gaya hidup, hipertensi,

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Diabetes Distress pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tulehu Kab.Maluku Tengah

ARTIYA MUMINA AHMAD | Pembimbing: -

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan insulin. Pengelolaan jangka panjang dapat menimbulkan diabetes distress yaitu tekanan emosional terkait perawatan dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat distress adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi PMR terhadap penurunan tingkat diabetes distress pada penderita diabetes melitus tipe ii di wilayah kerja puskesmas Tulehu Kab. Malteng. Desain penelitian menggunakan quasy eksperiment pretest-posttest with control group. Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data dianalisa menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PMR yang dilakukan selama 14 hari menunjukkan adanya penurunan rata-rata tingkat diabetes distress pada kelompok intervensi menurun dari 3,439 (kategori sedang) menjadi 1,913 (kategori ringan) dengan selisih penurunan sebesar 1,526 poin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (p < 0,05) yang berarti penurunan ini bermakna secara klinis karena terjadi penurunan kategori dari sedang menjadi ringan. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (p= 0,714) yang mungkin disebabkan karena tidak adanya intervensi relaksasi. Selain paired t-test, dilakukan uji independent t-test terhadap selisih skor pretest-posttest yang menunjukkan bahwa penurunan skor pada kelompok intervensi secara signifikan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p<0,001), dengan nilai effect size (Cohenโ€™s d= 0,85) yang menunjukkan bahwa Progressive Muscle Relaxation (PMR) memiliki efek besar terhadap penurunan tingkat diabetes distress.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Efektivitas Edukasi Cuci Tangan Berdasarkan Pedoman WHO Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Praktik Cuci Tangan Pada Siswa SD Negeri 91 Ambon

Wa Mila | Pembimbing: -

Pendahuluan: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi karena kebiasaan hidup yang belum higienis. Praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar dapat menurunkan risiko penyakit menular seperti diare hingga 40%. Namun, rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa seringkali menjadi hambatan dalam penerapan CTPS sesuai standar kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO terhadap perubahan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan skala Guttman dan lembar observasi praktik cuci tangan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 90,9% siswa memiliki pengetahuan kategori baik, namun praktik cuci tangan mayoritas berada pada kategori cukup (58,2%). Setelah diberikan edukasi, pengetahuan meningkat menjadi 100% kategori baik, dan praktik cuci tangan meningkat signifikan menjadi 81,9% kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05) baik untuk variabel pengetahuan maupun praktik. Kesimpulan: Edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon. Kata Kunci: Edukasi WHO, Cuci Tangan, Pengetahuan, Praktik

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Keperawatan 2026

Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon

HERDIANTI SAMLI | Pembimbing: -

Latar Belakang: : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan faktor krusial bagi keberhasilan ASI Eksklusif melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Di Puskesmas Karang Panjang, cakupan ASI Eksklusif mengalami penurunan drastis hingga mencapai 20%, yang diduga berkaitan dengan rendahnya praktik IMD. Kegagalan pemberian ASI eksklusif berisiko meningkatkan angka kesakitan pada bayi di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 67 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif (61,2%) dan tidak melakukan IMD (44,8%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa dari responden yang memberikan ASI eksklusif, mayoritas melakukan IMD (84,6%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon. Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Bayi Usia 7-12 Bulan.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak