Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.
GABRIELLA .C. MILANA | Pembimbing: Maritje S.J. Malisngorar S.Si., M. Sc & Amelia Niwele, S.Pd., M.Pd
Paralytic ileus is a disorder of intestinal motility without mechanical obstruction, causing cessation of peristalsis and accumulation of gas and fluid in the intestines. Abdominal radiography (BNO) plays an important role in detecting this condition through the visualization of gas distribution. Method: This study used a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. Purpose: The study aimed to determine the management of BNO radiographic examinations in patients with suspected paralytic ileus at the Radiology Department of TK. II Prof. dr. J. A. Latumeten Hospital Ambon. Results: The examination was performed using three main projections: AP supine, AP semi-upright, and Left Lateral Decubitus (LLD), without special preparation except for removing metallic objects. The main obstacles included uncooperative patients, abdominal pain, and obesity, which made positioning difficult. Overall, the radiographic results met diagnostic quality standards, showing abnormal gas distribution as an indication of paralytic ileus. Conclusion: The management of BNO radiographic examinations for suspected paralytic ileus at TK. II Prof. dr. J. A. Latumeten Hospital has been carried out according to standard operating procedures (SOP), using three main projections. Cooperation among radiographers, patients, and radiologists plays a crucial role in the success of the examination, despite technical challenges such as patient positioning limitations due to pain
RUSMAN DJAMIL | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu, S. Farm.,M. Si & Hamka, S. P., M.Si
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) PADA Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Diare merupakan salah satu penyakit pada system pencernaan yang banyak dialami oleh masyarakat, khususnya di negara indonesia. Adapun penyebab diare disebabkan oleh bakteri escherchia coli yang berlebihan dalam tubuh manusia. Salah satu obat yang bisa dijadikan obat tradisional adalah daun bidara (Ziziphus mauritiana L.). Berdasarkan penelitian terdahulu diketahui ada beberapa senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya seperti tanin, saponin, dan steroid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) dan mengetahui konsentrasi efektif dari ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) terhadap bakteri escherchia coli. Metode yang digunakan dalam metode ini yaitu difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan esktrak etanol 70% daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) yang dilakukan secara sumuran maserasi dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu kontrol negatif menggunakan aquadest dan kontrol positif menggunakan antibiotik cotrimoxazole. Pada pengujian antibakteri ekstrak etanol 70% daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) menunjukkan bahwa pada konsentrasi 60% memiliki nilai zona hambat yaitu 13,5 mm, sedangkan unuk konsentrasi 80% memiliki nilai zona hambat yaitu 14,0 mm, dan untuk konsentrasi 100% memiliki nilai zona hambat yaitu 14,5 mm. Dari hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa daun bidara memiliki aktivitas antibakteri, sehingga dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak etanol daun bidara maka semakin efektif pula ekstrak etanol daun bidara digunakan sebagai agen antibakteri. Kata kunci : Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.), antibakteri, Escherchia coli
SITI SAMSAIRA WARANG | Pembimbing: Iswandi Fataruba S.KM.,M.Kes & Hans Sammy Marthin Salakory, SE., M. Si p
Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan utama di sektor pertambangan yang dapat menimbulkan kerugian fisik, material, dan psikologis bagi pekerja. Salah satu upaya pencegahan yang paling penting adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan APD dengan risiko kejadian akibat kerja di lingkungan tambang Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 100 responden pekerja tambang. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Chi- Square untuk mengetahui hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian akibat kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja belum menggunakan APD secara konsisten, dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan APD dengan risiko kejadian akibat kerja (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan APD yang lengkap dan konsisten terbukti dapat menurunkan risiko kejadian akibat kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran pekerja, ketersediaan APD yang memadai, serta pengawasan dari pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kerja tambang yang lebih aman.
ANA MEDIATRIX TAKNDARE | Pembimbing: Ns. Idham Soamole.S.Kep.,M.Kep & Ns. Ali Ahmad Keliobas.S.Kep.,M.Kep
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CH M TIAHAHU KOTA AMBON Abstrak Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi, Salah satu faktor penting dalam mencegah komplikasi adalah melalui Self Management atau pengelolaan diri oleh pasien itu sendiri, namun masih adanya kesenjangan antara harapan pengelolaan mandiri pasien yang ideal, dengan kenyataan di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada faktor penting yang belum tersentuh secara optimal yaitu pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakitnya sendiri atau self management. Tujuan dari Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan Self Management pada penderita diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas CH M Tiahahu Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kemampuan self management pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Ch. M. Tiahahu Kota Ambon, berdasarkan hasil uji. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Pengetahuan, Self Management
FITRIYANTI KELREY | Pembimbing: Maritje S.J Malisngorar S.Si., M.Sc, & Iksan Soumena, S.KM.,M.KM
The coracoid process, a bony protrusion on the scapula, is an attachment point for muscles and ligaments that are important for shoulder stability. Shoulder radiography, particularly the AP axial projection, is used to evaluate injuries such as fractures or dislocations. However, superimposition with structures such as the clavicle often interferes with optimal visualization. Variations in the cranial beam angle affect image quality, but there is no consensus on the optimal angle, leading to variability in radiographic practices. Objective: To determine the effect of 30°, 35°, and 40° cranial beam angles on the AP axial projection on the quality of the coracoid process image, and to identify the optimal angle for clear visualization with minimal superimposition and distortion. Research Method: An experimental quantitative study was conducted on August 28, 2025, at the Radiology Laboratory of STIKes Maluku Husada. Three male patients (aged 21-22 years) were imaged with AP axial projections at angles of 30°, 35°, and 40° cranially (a total of 9 images). Assessment was performed by two radiologists and three radiographers using Visual Grading Analysis (VGA) with a scale of 1-4 for anatomical detail, no superposition, no magnification, and no distortion. Results: A 35° cranial angle produced a VGA score of 100% (median anatomical detail 4, no superimposition 3, agreement 100%), superior to 40° (90%) and 30° (60%). The 35° angle demonstrated optimal anatomical clarity and minimal superimposition. Conclusion: The 35° cranial angle is the optimal choice for visualizing the coracoid process, supporting the standardization of radiographic protocols for accurate diagnosis and patient safety.
SITI NURBAYA LOKLOMIN | Pembimbing: iswandi fataruba, SKM.,M.Kes & febby sonya matulessy, SE.,M.Si
Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor lingkungan kerja dan kelelahan kerja terhadap produktivitas buruh kontainer di pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan cross-sectional dan total sampling sebanyak 80 responden.data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan bahwa secara bersama faktor lingkungan kerja dan kelelahan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan nilai Fhitung sebesar 108,313, jauh lebih besar dari Ftabel 3,11. Meski kelelahan kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan, interaksi antara kedua variabel ini secara simultan sangat menentukan tingkat produktivitas buruh. Selain itu, 73,1% variasi produktivitas buruh dapat dijelaskan oleh gabungan pengaruh kedua variabel tersebut, sementara 26,9% sisanya dipengaruhi faktor lain seperti motivasi, kesehatan pribadi, dan faktor eksternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen tenaga kerja yang memperhatikan kondisi fisik dan non-fisik lingkungan kerja serta kelelahan buruh untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko penyakit akibat kerja
LA.FITRA | Pembimbing: Ns Syariefah H. Waliulu, S.Kep.,M.Kep & Ns. Supriyanto, S.Kep
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 7 AMBON La Fitra, Syariefah H. Waliulu2, Supriyanto3 Email : fitralafitra@gmail.com 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 32Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada ABSTRAK Pendahuluan:Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh. Perilaku merokok banyak ditemukan pada masa remaja. Perilaku merokok merupahan fungsi dari lingkungan dan individu. Artinya, kebiasaa merokok disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam diri remaja serta pengaruh lingkungan. Dampak negatif jika remaja terus menerus menghisap rokok, maka akan terjadi penumpukan nikotin di otak. Efek nikotin dalam rokok bisa membuat orang ketagihan. Hal ini dipengaruhi oleh sifat adiktif nikotin dan akan bertindak cepat untuk mendorong penggunaan yang berkelanjutan, sehingga apabila pemakai atau perokok berhenti mengembangkan kebiasaan ini akan menimbulkan kecemasan dan stres. Adapun dampak dari asaprokok itu sendiri memicu kepada otak yang membuat seseorang lemah dalam daya piker.Tujuan:Untuk mengidentifikasi hubungan perilaku merokok dengan aktivitas belajar siswa SMP Negeri 7 Ambon.Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari suatu dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dan dengan suatu pendekatan, observasi ataupun dengan pengumpulan data pada suatu saat tertentu (point time approach). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 199 responden yang terdiri dari 94 siswa laki-laki kelas VII dan 105 siswa laki-laki kelas VIII, tehnik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling, uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman. Hasil:Berdasarkan hasil uji Rank Spearman di peroleh nilai signifikan untuk perilaku merokok dengan aktivitas belajar siswa di SMP Negeri 7 Ambon dengan nilai P. Value I = 0,001 < 0,05. Dan nilai signifikan untuk perilaku merokok dengan kehadiran siswa SMP Negeri 7 Ambon dengan nilai P. Value I = 0,001 < 0,05. Yang berarti Ho di tolak dan Ha di terima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan perilaku merokok dengan aktivitas belajar siswa SMP Negeri 7 Ambon. Kata Kunci : Perilaku merokok, Aktivitas belajar
NABILA RAHANYAMTEL | Pembimbing: Sunik Cahyawati S.KM., M.Kes & Suryanti Tukiman S.KM., M.Kes
Sampah menjadi sebuah permasalahan dan isu krusial di Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan lajunya urbanisasi. Untuk mengatasi permasalahan ini, konsep bank sampah di implementasikan sebagai strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam program bank sampah bumi lestari maluku desa laha; (2) mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong partisipasi masyarakat dalam program bank sampah bumi lestari maluku; dan (3) menganalisis peran dinas lingkungan hidup dan persampahan (DLHP) kota ambon serta pemerintah desa laha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program bank sampah bumi lestari maluku. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat desa laha dalam program bank sampah cukup baik dalam dua tahapan yakni tahap pelaksanaan dan pemanfaatan hasil, sedangkan pada tahap perencanaan dan evaluasi masih terbatas. Faktor yang menghambat partisipasi masyarakat adalah keterbatasan fasilitas, jarak rumah ke bank sampah, kurangnya kesadaran masyarakat, sosialisasi yang belum merata, kesibukan pekerjaan, minimnya peran pemerintah, serta sistem pembayaran sampah sedangkan faktor pendukung partisipasi masyarakat adalah kebutuhan ekonomi, kepedulian terhadap dampak lingkungan, pemberian penghargaan, motivasi agama. Peran DLHP Kota Ambon dan pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat adalah membentuk regulasi, pembinaan dan fasilitas namun masih terbatas. Dukungan anggaran, sarana prasarana dan intensitas sosialisasi perlu di tingkatkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
ANISA MUSDALIFA RUMAIN | Pembimbing: Rini Hatma Rusli S.ST.,M.Amd.Kes & Iksan soumena, S.KM.,M.KM
Pneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality among children under five years old, particularly within the 0–5 year age group. Accurate diagnosis is essential to determine appropriate management, one of which is through chest radiographic examination.Objective: This study aims to evaluate the implementation of chest radiographic examinations in children aged 0–5 years with clinical pneumonia. Research Method: This qualitative descriptive research was conducted as a case study through observation and documentation from August 27 to September 5 at the Radiology Department of Dr. Johannes Leimena Central General Hospital, Ambon. Results: Chest radiographic examinations in children require special attention in terms of patient preparation, positioning techniques, projection selection, and radiation protection factors, considering that children are difficult to position and highly sensitive to radiation exposure. The commonly used projections are posteroanterior and lateral, with position adjustments according to the patient’s condition. Conclusion: The implementation of chest radiographic examinations in children with clinical pneumonia must be carried out in accordance with the standard operating procedures of radiology, emphasizing safety, comfort, and the quality of radiographic results to support accurate diagnosis.
SUKMA TASANE | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu, S. Farm.,M.Si & Hamka Sangkala, Sp, M., Si
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KETAPANG (Termenia catappa) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN Daun ketapang adalah salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Tanaman dengan nama Latin Termenia catappa banyak manfaat untuk kesehatan. Daun ketapang kaya dengan beberapa senyawa seperti flavonoid, tanin, Saponin dan alkaloid. Tujuan Penelitian: Dari penelitian ini untuk mengendentifikasi kandungan daun Ketapang (Termenia catappa) asal Desa Oki Baru dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Termenia catappa) terhadap pertumbuhan bakteri Echerichi coli. Jenis penelitian: ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% kontrol (+) Cefixime dan (-) aqudest. Hasil pengujian: Aktivitas antibakteri ekstrak daun ketapang (Termenia catappa) terhadap pertumbuhan bakteri Echerichi coli didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada konsentrasi 20% sebesar 11 mm, kemudian pada konsentrasi 40% sebesar 13 mm, konsentrasi 60% yaitu sebesar 14 mm, konsentrasi 80% yaitu sebesar 15 mm dan untuk kontrol pembanding yaitu antibiotik cefixime diameter zona hambatnya sebesar 24 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ketapang memiliki aktivitas sebagai antibakteri Echerichi coli. Kata kunci :.Anacardium occidentale, Echerichi coli, Antibakteri, Activity test of ethanol.