Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.
ARDIAH SURYANI RAHAWARIN | Pembimbing: Ns. Irhamdi Achmad, S.Kep.,M.Kep & Ns. Ellen Lombonaung, S.Kep., M.Kes
HUBUNGAN KESIAPAN PERAWAT PELAKSANA DALAM MENERAPKAN PELIMPAHAN WEWENANG TINDAKAN MEDIS SEUAI UU NO.17 TAHUN 2023 DENGAN KEBIJAKAN RUMAH SAKIT DI RSU AL-FATAH KOTAAMBON Ardiah Suryani Rahawarin1 , Irhamdi Achmad2 , Ellen Lombonaung3 Email : ardiahrahawarin07@gmail.com 1Mahasiswa Prodi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2Dosen pembimbing 1 STIKes Maluku Husada 3Dosen pembimbing 2 STIKes Maluku Husada ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang bermutu menuntut adanya peran optimal perawat sebagai garda terdepan. Seiring perkembangan regulasi, khususnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pelimpahan wewenang tindakan medis dari dokter kepada perawat memperoleh dasar hukum yang lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kesiapan perawat pelaksana meliputi pemahaman kebijakan, kompetensi klinis, kepercayaan diri profesional, serta etika dan tanggung jawab dalam menerapkan pelimpahan wewenang tindakan medis dengan kebijakan Rumah Sakit Umum (RSU) Al-Fatah Kota Ambon. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana di RSU Al-Fatah dengan jumlah responden sebanyak 63 orang yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dengan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki pemahaman baik (88,9%), kompetensi klinis yang memadai (90,5%), kepercayaan diri tinggi (82,5%), serta etika dan tanggung jawab yang baik (88,9%). Namun, uji statistik memperlihatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pemahaman, etika dan tanggung jawab, kompetensi klinis, maupun kepercayaan diri profesional dengan kebijakan rumah sakit (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan individu perawat belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebijakan rumah sakit, sehingga implementasi pelimpahan wewenang masih menghadapi hambatan struktural. Kata kunci: kesiapan perawat, pelimpahan wewenang, kebijakan rumah sakit, UU No. 17 Tahun 2023
NUR AIN BELASA | Pembimbing: Toria Sangadji, S.Farm., M.Sc.,Apt & Wiwi Rumaolat., S.Pd., M.Si.Med
Mengidentifikasi kadar formalin pada Mie basah yang beredar di pasar mardika Kota Ambon, Mie basah merupakan makanan berbahan dasar tepung. banyaknya mie basah di pasaran membuat produsen berinovasi untuk menciptakan produk mie basah yang tahan lama sehingga dapat didistribusikan diberbagai daera dengan kualitas yang tetap. Penggunaan formalin pada makanan dilarang oleh pemerintah Indonesia. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2018 tentang Larangan Penambahan Formalin pada Pangan secara Jelas melarang penggunaan formalin pada makanan. Peniltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat kadar formalin pada mie kuning. Desain penilitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan observasional laboratorium, dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif pada metode kualitatif meliputi preparasi sampel, uji pereaksi KMnO4, sedangkan metode kuantitaif dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Penilitian ini menggunakan 3 tahap pengujian yaitu uji fisik sampel, uji kualitatif untuk melihat ada kandungan formalin atau tidak, dan uji kuantitatif untuk menentukan kadar formalin pada sampel mie kuning. dari pengamtan uji fisik, ditemukan satu dari lima sampel yang diambil mengandung formalin, diliat berdasarkan ciri-ciri yang mengarah pada sampel yang mengandung formalin. Analisi kualitatif pada smpel menggunkan pereaksi asam kromatofat dan yang menunjukan warna yang khas yaitu pada sampel D . pengukuran kadar formalin pada sampel mie basah yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis tela diperoleh hasil dengan kadar pada sampel D yaitu dengan nilai kadarnya yaitu 0,1050% menunjukan untuk panjang gelombang serapan maksimun dilakukan dengan mengunakan larutan standar 50 ppm dan diukur absorbansinya denan panjang gelombang 500-560 nm, Hasil pengukuran ini di peroleh panjang gelombang serapan maksimun pada 540 nm denan nilai absorbansinya 0.409 Kata Kunci: mie kuning, formalin, spektrofotomrtri UV-vis
ZULFIANTI SAMPULAWA | Pembimbing: Apt. Djulfikri Mewar, S.Farm.,M.Si. & Alga Hehalatu S.H
(Inocarfus Fegifer) secara tradisional digunakan sebagai obat susah buang air besar berdarah, mengatasi infeksi luar seperti luka ataupun infeksi dalam seperti tenggorokan pada masyarakat dengan cara merebus dan diminum air rebusan nya. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder (inocarpus fagifer) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan (inocarpus fagifer) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Kontrol positif antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif aquadest.. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa ekstrak etanol (inocarpus fagifer) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid dan saponin. Aktivitas antibakteri fraksi n-heksan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada konsentrasi 20% 9,2±1,0 mm, 40% 12,5±1,5 mm, konsentrasi 60% sebesar 26,8±2,5 mm, dan untuk kontrol pembanding yaitu antibiotik kloramfenikol diameter zona hambatnya sebesar 26,8±2,5 mm. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun gayam memuiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavanoid, dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan fraksi pada konsentrasi 20%, 40%, 60% dengan control positif kloramfenikol dan konsentrasi yang paling efektif yaitu pada konsentrasi 40% dan 60% karena adanya hasil yang signifikan. Kata Kunci : Inocarfus Fegifer, Staphylococcus aureus, Antibakteri
Rizky Rapini Lessy | Pembimbing: Ns. Djahra Warda Sopaliu, S.Kep.,M.N.Sc & Ns. Mariyati Mardjuky, S.Kep.,M.Kep
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KEPATUHAN IMUNISASI PADA ANAK DI PUSKESMAS LIANG KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Rizky R. Lessy1, Djahra W. Sopaliu2, Maryati Mardjuky3 Email: pinilessy@gmail.com 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada ABSTRAK Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tertentu tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Cakupan imunisasi dasar di Puskesmas Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah baru mencapai 77,1%. Rendahnya kepatuhan orang tua dalam memberikan imunisasi pada anak sangat dipengaruhi dengan kurangnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kepatuhan imunisasi pada pada anak di Puskesmas Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2025, dengan menggunakan desain cross sectional. Total populasi Ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan sebanyak 62 orang. Sampel pada penelitian ini yaitu Ibu-ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan pada anak di wilayah kerja Puskesmas Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 62 Ibu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-Square, dengan nilai signifikansi (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu dalam kategori kurang berjumlah 25 responden (40.3%), sedangkan kepatuhan imunisasi berjumlah 36 responden (51,8%). Hasil uji statistik didapatkan nilai (p=0.003), yang berarti nilai (p< 0.05). sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan imunisasi imunisasi dasar pada anak di Puskesmas Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu, Kepatuhan, Imunisasi Dasar
PUTRI RAMDANI | Pembimbing: Ns. Siti Rochmaedah,S.Kep.,M.Kep & Ns. Ona A.D Tianotak, S.Kep.,M.Kes
Hubungan Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Dengan Berat Badan Ibu Di Rw 017 Desa Batu Merah Putri Ramdani1,Siti Rochmaedah2, Ona A.D.Tianotak3 Email: putriramdani014@gmail.com 1Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Maluku Husada 2Dosen STIKes Maluku Husada 3 Dosen STIKes Maluku Husada Kontrasepsi hormonal merupakan metode keluarga berencana yang banyak digunakan karena efektifitasnya dalam mencegah kehamilan. Namun, beberapa pengguna mengeluhkan adanya efek samping seperti perubahan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan berat badan ibu di RW 017, Desa Batu Merah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 orang wanita usia subur berpartisipasi, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan ditabulasi untuk dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi suntik (61,5%) dan mengalami kenaikan berat badan (65,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan perubahan berat badan (p = 0,000). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal memengaruhi berat badan ibu. Untuk meminimalkan risiko ini, pengguna perlu diedukasi dan diberikan konseling mengenai efek samping dan pentingnya gaya hidup sehat. KataKunci: kontrasepsi hormonal, berat badan, wanita, suntik KB, efek samping
FARHAN ASHIQ ALIANSYOR SOPAMENA | Pembimbing: Maritje S.J. Malisngorar, S.Si.,M.Sc & Iksan Soumena, S.KM.,M.KM s
Latar belakang Cranium terdiri dari tulang-tulang padat yang memiliki daya serap radiasi tinggi, sehingga dalam proses pencitraan sering menghasilkan radiasi hambur (scatter radiation). Tujuan penelitian Uuntuk menganalisis perbandingan kualitas gambar radiograf cranium menggunakan grid dan tanpa grid pada proyeksi Antero-posterior di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada. Metode penelitian Penelitian karya tulis ilmiah ini bersifat kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian kuantitatif adalah metodologi penelitian yang dianggap ilmiah karena menggunakan prinsip-prinsip sistematis, terukur, rasional, dan konkrit. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kualitas citra radiografi menggunakan grid dengan tanpa grid. Persentase VGA pada penggunaan grid lebih tinggi, yaitu 90%, sedangkan tanpa grid hanya mencapai 50%. Kesimpulan penggunaan grid pada pemeriksaan radiografi cranium proyeksi AP memberikan kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan tanpa grid. Kata kunci: Cranium, Radiografi, Grid, Kualitas gambar, Radiasi hambur, Proyeksi Antero-Posterior, Visual Grading Analysis (VGA)
YUNSARI SOFYANI MAKATITA | Pembimbing: Apt. M Azril Mahulaw. S.Farm., M Clin.,Pharm & M Dahlan Sely,S.E.,M.Si.Biomed
Masker wajah gel peel off merupakan bentuk masker yang memiliki keunggulan mudah dilepas atau di angkat seperti membran elastis. Daun kelor (Moringa oleifera L) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan. Vitamin E merupakan salah satu antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor yang dikombinasikan (Moringa oleifera L.) dengan vitamin E dapat diformulasikan menjadi sediaan masker peel off yang baik dan stabil. Jenis penelitian adalah Eksperimental. Metode ekstraksi yang digunkan adalah maserasi ekstrak dengan menggunakan etanol 70%. formulasi sediaan masker peel off menggunakan formula dengan tiga variasi konsentrasi. Formula I 10%;5%, Formula II 15%;5%, Formula III 20%;5%. Hasil uji organoleptik pada ketiga formula memperlihatkan sediaan berbentuk semi padat, bau khas, dan berwarna coklat kehitaman. uji homogenitas pada ketiga formula hanya formula III yang memperlihatkan kondisi homogen. uji pH menunjukan ketiga formulasi sediaan memenuhi persyaratan pH yaitu 7. uji daya sebar memperlihatkan bahwa ketiga konsentrasi memenuhi persyaratan daya sebar yaitu 6-7cm. uji daya lekat untuk ketiga konsentrasi menghasilkan daya lekat yaitu 6-7 detik. Kesimpulan ekstrak etanol daun kelor yang dikombinasikan dengan vitamin E dapat di formulasikan dalam sediaan masker gel peel off dengan variasi kosentrasi 10%;5%, 15%:5%, dan 20%:5%. ditemukan dengan hasil uji evaluasi sediaan yang baik dan stabil. Kata kunci: Masker gel peel off, Daun kelor, Vitamin E.
FEBRIANA KRISANTI WARAYAAN | Pembimbing: Apt. Risman Tunny, S. Farm.,M.Farm & Narwan Majida, S.Pdi.,M.Pd.I
Cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu hewan darat yang biasa digunakan masyarakat desa Sathean kecamatan Kei kecil sebagai bahan baku obat obatan untuk mengobati tifus. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid dan saponin yang berperan penting dalam menekan mikroorganisme patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Jenis Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 45%, 55%, 65%, dan 100%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui Cacing tanah (Lumbricus rubellus) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, alkaloid dan saponin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada konsentrasi 45% sebesar 6,17 mm, konsentrasi 55% sbesar 9,13 mm, konsentrasi 65% sebesar 9,17 mm, dan konsentrasi 100% sebesar 10,9 mm. Untuk control pembanding yaitu antibiotic kloramfenikol diameter zona hambatnya sebesar 14 mm. Dapat disimpulkan bahwa serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus) memiliki aktivitas sebagai antibakteri Salmonella typhi. Kata Kunci : Cacing Tanah (Lumbricus rubellus), Salmonella typhi
Domiego Pocerattu | Pembimbing: Ira Sandy Tunny , S.Si,M.Kes & Iksan Soumena S.KM.,M.K.M
Latar Belakang CT-Scan merupakan modalitas pencitraan dengan dosis radiasi lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan radiologi konvensional, sehingga menuntut pemahaman pasien terhadap risiko paparan radiasi. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien terkait risiko radiasi masih rendah. Kondisi ini dapat berdampak pada rendahnya partisipasi pasien dalam upaya keselamatan radiasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang risiko radiasi pada pemeriksaan CT-Scan di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berskala Guttman yang terdiri dari 20 item pertanyaan. Sampel berjumlah 32 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang risiko radiasi CT-Scan, yaitu sebanyak 25 responden (78,1%). Sementara itu, responden dengan tingkat pengetahuan baik berjumlah 7 orang (21,9%). Faktor yang diduga memengaruhi rendahnya pengetahuan adalah kurangnya edukasi dari tenaga radiologi serta minimnya informasi yang diterima sebelum pemeriksaan. Kesimpulan Penelitian dari penelitian ini adalah bahwa mayoritas pasien belum memahami risiko radiasi dan prinsip proteksi pada pemeriksaan CT-Scan. Peneliti merekomendasikan peningkatan edukasi pasien melalui konseling langsung, media informasi, dan komunikasi risiko yang lebih efektif oleh tenaga radiologi. Kata Kunci: Pengetahuan, Risiko Radiasi, CT-Scan
WA RISMA | Pembimbing: Apt.Pia B Batmomolin,S.Si.,M.Biomed & Ns.Siti Rochmaedah,S.Kep.,M.Kep
Balsem dapatmenjadi pilihan untuk menghangtkan badan di kala sedang dingin atau sebelum tidur. Selain itu,efek hangat yang diberikan balsem bisa membantu mengatasi pegalpegal, enyri oto, keseleo, masuk angin, batuk dan pilek. rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roscoe.) Yang merupakan tanaman multifungsi karena selain digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun kemangi adalah daun (Ocimum basilicum Linn.) forma citratum Back., suku Lamiaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,29% v/b dan/atau fenol total tidak kurang dari 0,13% dihitung sebagai asam galat. Rimpang jahe merah mengandung komponen senyawa kimia yang terdiri dari minyak menguap (volatile oil), minyak tidak menguap (nonvolatile oil) dan pati. Dan tumbuhan daun kemangi (Ocimum basilicum Linn.) memiliki kandungan senyawa kimia Daun kemangi sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat. Diantaranyan betakaroten, vitamin c, mineral makro (kalsium, fosfor, magnesium). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). dan ekstrak daun kemangi (Ocimum basillicum Linn.) dapat diformulasikan menjadi sediaan balsem yang baik dan stabil. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Experimentallaboratary. Rancangan formulasi sediaan balsem mengunakan tiga formulasi dengan perbedaan konsentrasi zat aktif ekstrak rimpang jahe merah dan daun kemangi FI (10%,9%), FII (15%, 9%), FIII (20%, 9%). Evaliasi sediaan balsem meliputi pengjian organoleptik,uji ph, dan uji homogenitas. Hasil yang menunjukan ekstrak rimpang jehe merah dan daun kemangi mengandung senyawa alkaoid, saponin, tanin, dan flavanoid yang di formulasikan menjadi sediaan balsem dengan perbedaan konsentrasi zat aktif ekstrak rimpang jahe merah dan ekstrak daun kemangi FI (10%, 9%), FII (15%, 9%), FIII (20%, 9%) dengan bentuk setengan padat dan homogen,serta memiliki nilai ph yang baik. Kata kunci : Rimpang Jahe Merah Dan Daun Kemangi, True Experimental Laboratory