Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.
HERFIANA SAMLI | Pembimbing: Apt. Djulfikri Mewar.M.Si & Jarmil Soulisa,S.Farm
Inocarpus Fagier adalah tanaman yang termasuk keluarga fabaceae yang digunakan oleh masyarakat Maluku sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagi penyakit seperti sistem pencernaan atau bab berdarah. Tujuan Penelitian untuk menstandarisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak I Fagifer Maluku, dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai bahan baku obat herbal terstandar. Metode penelitian dilakukan terhadap parameter spesifik meliputi penetapan organoleptik ekstrak, kandungan senyawa terlarut, kandungan kimia ekstrak menggunakan kromatografi lapis tipis, sedangkan parameter non spesifik ekstrak meliputi kadar air, kadar abu residu, dan cemaran logam berat. Ekstrak I Fagifer merupakan ekstrak kental, berwarna hijau kehitaman, berbau khas, memiliki rasa pahit. Profil kromatografi lapis tipis ekstrak menunjukkan adanya senyawa alkaloid, fenol, saponin, flavanoid dan minyak atsiri. Kisaran kadar senyawa yang larut dalam air = 1.025%,kadar senyawa yang larut dalam etanol = 1.04%, susut pengeringan = 1.14%, kadar air = 1.64%, kadar abu total = 6.10%, kadar abu tidak larut asam = 0.346% dan cemaran logam timbal (Pb) = tidak terdeteksi 10 μg/g. Kesimpulan: ekstrak I fagifer memiliki standar mutu. Kata kunci: Daun Gayam (Inocarpus Fagifer); parameter spesifik; parameter non spesifik; Obat herbal terstandar
ANANDA DEWI PUSPITA RUMAKAT | Pembimbing: Ns. Idham Soamole, S,Kep.,M.Kep. & Ns. Ali Ahmad Keliobas,S.Kep.,M.Kep
Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan, meningkatkan risiko komplikasi, serta memengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis memang efektif, namun berpotensi menimbulkan efek samping. Salah satu alternatif non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi murottal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an Surah Al-Kahfi terhadap perubahan tingkat nyeri pada pasien post operasi di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Ambon. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran murottal Surah Al-Kahfi ayat 1–20 oleh Qori Muzammil Hasballah selama 10 menit dengan volume sedang (40–50) melalui headset. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai median skala nyeri pretest adalah 6,00 (rentang 4–8) dan menurun menjadi 1,00 (rentang 1–2) pada posttest. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal. Terapi murottal Al-Qur’an Surah Al-Kahfi efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari manajemen nyeri non-farmakologis berbasis spiritual di fasilitas pelayanan kesehatan.
ABD RAHIM KASTELLA | Pembimbing: Ns. Endah Fitriasari S.Kep., M.Kep & Ns. La Rakhmat Wabula S,Kep.,M.Kep
Tuberculosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis paru disebabkan oleh basil tahan asam Mycobacterium tuberculosis paru, yang menyebar ketika penderita Tuberculosis paru batuk atau bersin sehingga mengeluarkan bakteri ke udara (WHO, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi deteksi mandiri risiko penularan tuberculosis paru dengan pendekatan KeCaPi terhadap pengetahuan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif, pre-experimental tanpa kontrol, desain one group pre-test and post-test. Sampel 30 responden, teknik non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Nilai uji Wilcoxon p = 0,002 (p < 0,05). Edukasi deteksi mandiri dengan pendekatan KeCaPi (Kenali, Catat, Periksa) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda/gejala, dan langkah pencegahan penularan tuberculosis paru.
FERIYANA SIOLIMBONA | Pembimbing: Apt. Risman Tuny, S.Farm.,M.Farm & Narwan Majida, S.PdI.,M.PdI
Pendahuluan: Tumbuhan daun kirinyuh (Chromolena Odorata) atau sering disebut daun komba-komba oleh mayarakat dusun tiang bendera, yang biasanya digunakan sebagai obat alami tradisional. daun kirinyuh (Chromolena Odorata) akan kaya dengan beberapa macam senyawa fitokimia seperti alkaloid, sapoonin, steroid, dan tanin. Tujuan Penelitan ini untuk megidentifikasi kandungan senyawa metabolit daun kirinyuh (Chromolena Odorata) asal Dusun Tiang Bendera Kecamatan Huamual Belakang. Serta mengetahui aktivitas antibaketri ekstrak daun kirinyuh (Chromolena Odorata) terhadap petumbuhan bakteri Staphylococcus aureus . Jenis Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium secara deksriptif dengan metode sumuran. Penelitian ini menggunakan kosentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Denga 3 kali pengulangan.terhadap bakteri taphylococcus aureus Hasil Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui daun kirinyuh (Chromolena Odorata) dusun tiang bendera kecamatan huamual belakang memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, saponin, steroid, dan tanin. Hasil Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun kirinyuh (Chromolena Odorata) terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus di dapatkan rata-rata kosentrasi 25%, sebesar 9,47, kosentrasi 50% sebesar 10,3 mm, kosentrasi 75% sebesar 20,4 mm, dan kosentrasi 100% sebesar 21,3 mm. Untuk kontrol positif pembanding kloramfenikol diameter zona hambatnya sebesar 25,7 mm. Analisis Data menggunakan data kualitatif dengan mengamati perubahan warna indikator dan data kuantitatif untuk mengukur diameter zona hambat bakteri. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh (chromolaena odorata) mengandung senyawa metabolit sekunder dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Kata kunci : Daun Kirinyuh (Chromolena Odorata), Staphylococcus aureus
ABD. GANI RUMBATI | Pembimbing: Ns Febby Aipassa, S.Kep., M.Kep & Ns. Ismiyani, S.Kep
Latar Belakang: Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca operasi dan dapat memperpanjang masa perawatan serta meningkatkan risiko morbiditas. Perawat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya infeksi, terutama melalui penerapan praktik pemeliharaan yang sesuai standar. Tingkat pengetahuan perawat diduga berpengaruh terhadap tindakan pencegahan infeksi yang dilakukan.Metode penelitian :Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil :Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (60%), dan sebanyak 53,3% menunjukkan tindakan pencegahan infeksi yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan pencegahan infeksi (p 0,003).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan pencegahan infeksi pada pasien pasca operasi. Penting untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan secara berkala untuk memastikan tindakan pencegahan infeksi dilakukan secara optimal.
SYAUKHANY ALU | Pembimbing: Ns Fathmy F Soulissa, S. Kep., M. Kep & Ns Ratna Sari Rumakey, S. Kep., M. Kep
Rokok elektrik atau vape adalah perangkat elektronik yang terdiri dari cartridge yang diisi dengan cairan (e-liquid), pemanas untuk memanaskan cairan untuk membuat uap yang nantinya akan dihirup melalui corong, dan sumber daya/baterai. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian menggunakan seluruh siswa kelas X yang berada dalam lingkungan sekolah SMA Negeri 3 Sebanyak 296 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 siswa Kelas X SMA Negeri 3 Ambon. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, instrumennya yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan tentang bahaya rokok elektrik (vape). Analisa bivariat menggunakan sistem komputerisasi program SPSS dengan uji non parametic test yaitu uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji wilcoxon pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas x mengenai bahaya penggunaan rokok elektrik vape di SMA Negeri 3 Ambon didapatkan nilai p-value 0,001 = (Asymp Sig <0,05) maka dapat di artikan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan Ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Ambon. Dengan p=value 0.001 (p<0.05) maka Ha diterima dan Ho di tolak.
RESMA | Pembimbing: kariyadi, S.Kp.,MPH & Ns. & supriyanto, S.Kep.,M.N.Sc
Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Faktor determinan dalam pencegahan diare adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu, yang mencakup kebiasaan mencuci tangan, penggunaan air bersih, penggunaan jamban sehat, dan pengelolaan makanan yang higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 62 ibu yang memiliki balita diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% ibu memiliki PHBS kategori baik, 35,5% cukup, dan 21% kurang. Sementara itu, sebanyak 64,5% balita mengalami diare dalam 6 bulan terakhir. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita (p = 0,000). Ibu dengan PHBS kategori baik cenderung memiliki balita yang tidak mengalami diare, sementara seluruh ibu dengan PHBS kategori kurang memiliki balita yang pernah diare. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan intervensi kesehatan masyarakat dalam meningkatkan praktik PHBS di tingkat rumah tangga sebagai upaya pencegahan diare pada balita.
SYNTIA DAHLAN | Pembimbing: Apt Ira P. Ely, S.farm., M. Si & Miranda Waas, S.Pd., M.Pd
Kulit pisang biasanya dianggap sebagai limbah yang tidak dimanfaatkan. Kulit pisang kepok memiliki kemampuan antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan daging buahnya. Kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, kuinon, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa metabolik sekunder yang sebagian besar memiliki efek sebagai antioksidan. Flavonoid, salah satu senyawa penting dalam kulit pisang kepok adalah salah satu senyawa antioksidan, berperan dalam menunda, memperlambat, atau menghambat reaksi oksidasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder kulit pisang kepok serta menentukan kadar flavonoid total dari ekstrak etanol kulit pisang kepok. Jenis penilitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penetapan kadar flavonoid dilakukan pada panjang gelombang maksimum 417 nm berdasarkan metode kolometri menggunakan reaksi kompleks dengan AlCl3. Kadar kandungan total flavonoid ekstrak kulit pisang kepok yang dihasilkan yaitu sebesar 9,880 mg QE/g yang artinya dalam setiap gram ekstrak etanol kulit pisang kepok setara dengan 9,880 mg kuersetin. Kata kunci : Kulit Pisang Kepok, Ekstrak, Skrining Fitokimia, Penetapan Kadar Flavonoid
WA ANNISA RAMADHANTI | Pembimbing: Ns. Djahra Warda Sopaliu S.Kep., M.N.Sc & Ns. Maryati Mardjuky S.Kep., M.Kep
Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Pengetahuan orang tua di RT 17 Desa Waiheru masih kurang karena orang tua belum mengetahui tentang apa itu pneumonia dan penyebab pneumonia serta belum pernah ada pengalaman sebelumnya dalam menangani anak yg alami pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang pneumonia pada anak di RT 17 Desa Waiheru. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test, yang melibatkan 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Edukasi kesehatan sebagai intervensi diberikan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media leaflet selama 45 menit. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua sebelum diberikan intervensi didapatkan 9 (30%) responden memiliki pengetahuan baik, setelah diberikan intervensi 27 (90%) responden memiliki pengetahuan baik. Hasil uji statistik didapatkan adanya peningkatan yang signifikan dibuktikan dengan p- value 0,00 (< 0,05). Penerapan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pneumonia, sehingga dapat menjadi strategi promotif dalam mencegah kejadian pneumonia pada anak.
PUTRI INDRIANI | Pembimbing: Apt. Risman Tunny, S.Farm., M.Farm & Dr. Ilyas Ibrahim, S.Psi., M.Kes
Salah satu penyakit infeksi kulit yang hampir semua orang pernah alami adalah jerawat (acne vulgaris).Antibakteri adalah zat yang membunuh pertumbuhan bakteri. Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif penyebab terjadinya jerawat yang memiliki kemampuan untuk memecah asam lemak. Tujuan penelitian ini yaitu memformulasi,mengevaluasi kestabilan, dan menguji aktivitas antibakteri dari sediaan face mist ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan 3 konsentrasi ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) yaitu 5%, 10%,dan 15%. Digunakan kontrol (+) klindamisin dan kontrol (-) aquadest. Hasil penelitian menunjukkan sediaan baik dan stabil selama penyimpanan. Uji organoleptik (F1berwarna kuning kecoklatan, F2 dan F3 berwarna hijau kecoklatan, penampilan cair dan beraroma rose), Uji pH (berkisar 5,0-6,0), dan uji daya sebar semprot (berkisar 5,3 cm-6,4 cm). Hasil uji daya hambat dengan konsentrasi 5% (tidak memiliki daya hambatan), 10% (36,2 mm), 15% (46,2 mm), kontrol (+) (39,2 mm), kontrol (-) (tidak memiliki daya hambatan). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L) dapat diformulasikan sebagai sediaan face mist dengan konsentrasi zat aktif 5%, 10%, dan 15%, sifat fisik sediaan face mist yang stabil selama penyimpanan ditunjukkan dengan uji organoleptik, uji pH, dan uji daya sebar semprot, sediaan face mist ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L) dengan konsentrasi 10% dan 15% memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Kata Kunci : Daun Jambu biji (Psidium guajava L), Formulasi, Face mist, Antibakteri, Propionibacterium acnes