Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
LTA D3 Kebidanan 2026

Asuhan kebidanan komperhensif dan berkesinambungan (Continuity of care) pada Ny.Y umur 26 tahun di puskesmas Tawiri tahun 2026

Ririn Sutari Tidore | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
KTI D3 Radiologi 2026

Rancang Bangun Alat Fiksasi Pada Pemeriksaan Radiografi Manus Dengan Proyeksi Oblique Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tk II Dr. J.A. Latumeten Ambon

Ilfandi umagapi | Pembimbing: -

Latar Belakang Radiografi manus merupakan pemeriksaan radiologi yang memerlukan ketepatan positioning, khususnya pada proyeksi oblique yang membutuhkan kemiringan sudut ±45° secara stabil selama eksposi. Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tk II dr. J.A. Latumeten Ambon, pemeriksaan manus proyeksi oblique masih dilakukan secara manual tanpa alat bantu fiksasi khusus, sehingga pada pasien dengan nyeri atau keterbatasan gerak sering terjadi pergerakan objek yang menurunkan kualitas radiograf dan meningkatkan risiko pengulangan pemeriksaan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun alat fiksasi pada pemeriksaan radiografi manus dengan proyeksi oblique di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tk II dr. J.A. Latumeten Ambon. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan alat, perancangan desain, pemilihan bahan, pembuatan alat, hingga pengujian fungsi alat. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan pengujian alat pada pemeriksaan radiografi manus proyeksi oblique, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel, persentase, dan uraian. Hasil Penelitian Alat fiksasi hasil rancangan dibuat dari bahan styrofoam yang bersifat radiolusen, disusun bertingkat menyerupai anak tangga dengan sudut kemiringan 40–45° dan dilengkapi strap pengikat. Hasil uji coba menunjukkan seluruh kriteria positioning (7 dari 7 kriteria) dan seluruh kriteria teknis radiograf (7 dari 7 kriteria) terpenuhi 100% oleh keempat penilai, tanpa ditemukan artefak akibat penggunaan alat. Dibandingkan dengan teknik manual, penggunaan alat fiksasi terbukti meningkatkan kestabilan posisi tangan pasien, ketepatan sudut oblique, serta kenyamanan pasien selama pemeriksaan berlangsung. Kata Kunci:   Rancang Bangun, Alat Fiksasi, Radiografi Manus, Proyeksi Oblique, Instalasi Radiologi. Background Hand (manus) radiography is an examination that requires precise positioning, particularly for the oblique projection, which requires the hand to be held stable at an angle of approximately 45° during exposure. At the Radiology Installation of Tk II dr. J.A. Latumeten Hospital Ambon, the oblique projection of manus examinations is still performed manually without a dedicated fixation device, so that patients experiencing pain or limited mobility often move during exposure, reducing radiograph quality and increasing the risk of repeat examinations. Objective This study aims to determine the design and construction of a fixation device for hand (manus) radiography examination with oblique projection at the Radiology Installation of Tk II dr. J.A. Latumeten Hospital Ambon. Method This study used a Research and Development (R&D) approach, consisting of needs identification, design planning, material selection, device fabrication, and testing. Data were collected through observation, documentation, and device testing during manus oblique projection examinations, then analyzed descriptively using tables, percentages, and narrative description. Results The resulting fixation device was made of radiolucent styrofoam arranged in a stepped, tiered structure with an adjustable incline of 40–45° and fitted with a securing strap. Testing showed that all positioning criteria (7 of 7) and all technical radiograph criteria (7 of 7) were met by 100% according to four evaluators, with no artifacts caused by the device. Compared with the manual technique, the fixation device improved the stability of the patient's hand position, the accuracy of the oblique angle, and patient comfort during the examination. Keywords: Design and Construction, Fixation Device, Manus Radiography, Oblique Projection, Radiology Installation.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Farmasi 2026

Formulasi dan Uji Evaluasi Fisik Salep Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh

Ayumi Lahasi | Pembimbing: Dr.Apt.Lukman La Basy,S.Farm.,M.Sc

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Skripsi S1 Farmasi 2025

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispus Blume) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

JENIVER CHERIM NICOL LILIEFNA | Pembimbing: -

Daun keji beling (Strobilanthes crispus Blume) dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ekstrak etanol daun keji beling serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan metode maserasi pada 3 kg sampel daun yang diperoleh dari Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Maserasi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% sehingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kemudian diuji fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif, dilanjutkan dengan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Gentamisin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Uji antibakteri memperlihatkan adanya aktivitas hambat terhadap S. aureus dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 5% sebesar 3,16 mm, 10% sebesar 4,5 mm, dan 15% sebesar 5,16 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 6,83 mm. Berdasarkan kategori interpretasi daya hambat, konsentrasi 5% dan 10% tergolong lemah, sedangkan konsentrasi 15% serta kontrol positif tergolong sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun keji beling memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus, meskipun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan gentamisin.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Farmasi 2026

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS UWEN PANTAI

GRACYA MINARTI SIHOMBING | Pembimbing: Cut Bidara Panita Umar, S.Farm.,M.Farm

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Skripsi S1 Farmasi 2026

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK KATUMPANGAN (Pilea microphylla) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAL DUSUN WAITASI

ALBIYADI KENE | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksanaan Pemeriksaan CT-Scan Pada Kasus Cedera Trauma Kepala Di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Johannes Leimena Ambon

Halun Dawan | Pembimbing: -

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN CT-SCAN PADA KASUS CEDERA TRAUMA KEPALA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. JOHANNES LEIMΕΝΑ AMBON HALUN DAWAN Email: halundawan06@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang Cedera trauma kepala merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang memerlukan pemeriksaan CT-Scan kepala untuk membantu menegakkan diagnosis secara cepat dan akurat. Tujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan CT-Scan pada kasus cedera trauma kepala di instalasi Radiologi RSUP Dr Johannes Leimena Ambon Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terhadap empat radiografer, dan dokumentasi selama pelaksanaan pemeriksaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan pemeriksaan meliputi persiapan pasien melalui verifikasi identitas, pemeriksaan order, edukasi, pelepasan benda logam, serta konfirmasi kehamilan pada pasien perempuan. Persiapan alat meliputi pesawat CT-Scan, komputer konsol, printer, apron, head holder, dan body strap. Pemeriksaan dilakukan dengan posisi pasien supine, kepala terlebih dahulu masuk ke dalam gantry, menggunakan head holder dan body strap untuk meminimalkan pergerakan Pemeriksaan menggunakan teknik CT-Scan kepala non-kontras dengan parameter pemeriksaan yang disesuaikan dengan standar operasional rumah sakit sehingga menghasilkan citra diagnostik yang optimal.Kesimpulan bahwa penatalaksanaan pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus cedera trauma kepala di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon telah dilaksanakan sesuai prosedur operasional untuk memperoleh hasil citra yang optimal dan mendukung penegakan diagnosis Kata kunci: CT-Scan kepala, cedera trauma kepala, penatalaksanaan, radiografer

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksaan pemeriksaan uretrografi pada kasus strikur uretra di instalasi radiologi RSUP dr johanes leimena Ambon

Faradila Arif | Pembimbing: -

Latar Belakang: Pemeriksaan uretrografi adalah pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi uretra. Pemeriksaan ini penting untuk menilai keberhasilan operasi, mendeteksi striktur uretra, kebocoran media kontras, serta kelainan lainnya. Oleh karena itu diperlukan teknik pemeriksaan yang tepat agar dapat menghasilkan gambaran radiograf yang memenuhi kriteria diagnostik. Tujuan: Untuk mengetahui tata laksana pemeriksaan uretrografi pada kasus striktur uretra di Instalasi Radiologi RSUP dr. Johannes Leimena Ambon dan untuk mengetahui kriteria hasil radiografi yang dihasilkan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang terdiri dari 3 orang radiografer senior dan 1 orang dokter spesialis radiologi di Instalasi Radiologi RSUP dr. Johannes Leimena Ambon. Pemilihan partisipan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian terhadap teori dan SOP yang berlaku. Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya striktur uretra pada pars prostatika dengan panjang ± 1,5 cm. Penyempitan tersebut paling jelas terlihat pada gambaran radiografi proyeksi oblik pasca penyuntikan kontras. Kesimpulan: Teknik pemeriksaan uretrografi telah dilakukan sesuai prosedur dan menghasilkan radiografi yang memenuhi kriteria diagnostik untuk evaluasi striktur uretra. Kata Kunci: Uretrografi, Striktur Uretra, Teknik Pemeriksaan, Radiografi.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Analisis Kualitas Radiografi Thorax Pada Pasien MCU Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Ambon

Nurul Azizah Laitupa | Pembimbing: -

ANALISIS KUALITAS RADIOGRAFI FOTO THORAX PADA PASIEN MCU DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.III AMBON NURUL AZIZAH LAITUPA Email : nurulazizahlaitupa@gmail.com ABSTRAK Radiografi Thorax adalah pemeriksaan radiologi yang paling sering dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran struktur atau organ paru-paru yang terletak di dalam rongga dada. Medical Check Up (MCU) adalah serangkaian investigasi kesehatan komperehensif yang di rancang untuk mengevaluasi status kesehatan individu. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis kualitas radiografi thorax pada pasien Medical Check Up (MCU) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Ambon berdasarkan kriteria penilaian kualitas citra radiografi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini berarti bahwa dalam proses pengumpulan data, peneliti berfungsi sebagai pengamat yang meiliki keterlibatan dengan keseharian narasumber. Pendekatan kualitatif digunakan peneliti sebagai instrumen utama melalui observasi, wawancara, kuesioner atau analisis dokumen. Keempat Radiografer menyatakan bahwa pemeriksaan thorax menggunakan teknik eksposi sesuai protokol rumah sakit dengan mempertimbangkan nilai kVp, mAs, dan SID sesuai kondisi pasien dan SOP rumah sakit. Posisi pasien diupayakan menggunakan proyeksi PA apabila memungkinkan, dengan inspirasi maksimal, tanpa rotasi, dan kedua scapula dikeluarkan dari lapang paru. Kualitas citra radiografi thorax pasien Medical Check Up (MCU) secara umum dikategorikan sangat baik dan layak baca (Diagnostic Quality). Dari segi posisi dan teknik eksposur, mayoritas pemeriksaan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Posisi pasien telah memenuhi standar radiografi thoraks meliputi proyeksi PA sesuai indikasi. Kata Kunci : Dada, Medical Check Up (MCU), Radiografi Thorax, sinar-X

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Analisis Tingkat kepuasan pasien rawat jalan pada pemeriksaan radiografi Thorax di instalasi radiologi RS Tk II PROF. DR. J.A Latumenten

Hardy aly zainy | Pembimbing: -

ABSTRAK ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX DI ISTALASI RADIOLOGI RUMAH SKAIT Tk II Prof. dr. J.A. LATUMETTEN AMBON Hardy Aly Zainy1, Rini Hatma Rusli, S.ST.,M.ADM.Kes2, Ns. Fitri Santy Hehalatu, S.Kep3, Resky Ahuluheluw, Amd.Rad4 E-mail : hardyzainy04@gmail.com Mahasiswa Program Studi DIII Radiologi STIKes Maluku Husada1 Dosen STIKes Maluku Husada2 Dosen STIKes Maluku Husada3 Pegawai Negeri Sipil RSUD Haulussy4 Latar Belakang Kualitas pelayanan kesehatan merupakan tolak ukur utama efektivitas sistem kesehatan. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan di rumah sakit, termasuk di Instalasi Radiologi. Radiografi thorax merupakan salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan, sehingga kualitas pelayanannya perlu dievaluasi secara berkala guna memastikan terpenuhinya kebutuhan dan harapan pasien. Tujuan Menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan pada pemeriksaan radiografi thorax di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK II Prof. dr. J.A. Latumeten Ambon berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis lima dimensi SERVQUAL dengan skala Likert 1–5. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 pasien rawat jalan yang menjalani pemeriksaan radiografi thorax pada periode Juni–Juli 2026. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 20–35 tahun (52,0%), berjenis kelamin laki-laki (78,0%), dan berpendidikan SMA/sederajat (68,0%). Hasil analisis per dimensi menunjukkan bahwa dimensi Assurance memperoleh skor tertinggi 4,57 (91,3%), melampaui standar kepuasan minimal 90% berdasarkan Permenkes RI No. 43 Tahun 2016. Dimensi Responsiveness berada di posisi kedua dengan rata-rata 4,38 (87,6%), diikuti Reliability dan Empathy masing-masing 4,33, serta Tangibles sebagai dimensi terendah dengan rata-rata 4,30 (86,0%). Kesimpulan Tingkat kepuasan pasien rawat jalan pada pemeriksaan radiografi thorax di Instalasi Radiologi RS TK II Prof. dr. J.A. Latumeten Ambon secara keseluruhan berada pada kategori Puas dengan rata-rata skor 4,38 (87,6%), dengan 89,1% responden menyatakan puas hingga sangat puas. Dimensi Assurance menjadi satu-satunya dimensi yang memenuhi standar minimal 90%, sementara dimensi Tangibles, Reliability, dan Responsiveness masih memerlukan peningkatan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Radiografi Thorax, Instalasi Radiologi, SERVQUAL, Rawat Jalan.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak