Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan pengetahuan dan sikap dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi di rumah pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku

Aslamia | Pembimbing: -

ABSTRAK Hubungan pengetahuan dan sikap dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi di rumah pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku Aslamia1, Dan Tandi 2, Idham Soamole 3 Email: - 1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada 2,3Dosen Program Studi Ilm uKeperawatan STIKes Maluku Husada Pendahuluan: Epilepsi terus menjadi tantangan kesehatan di tingkat dunia. Kondisi ini didefinisikan sebagai gangguan yang dicirikan oleh serangan kejang berulang, epilepsi juga tidak dipandang sebagai kondisi medis, melainkan sebagai entitas eksternal yang menyerang tubuh individu, yang sering kali dikaitkan dengan kutukan dari roh jahat atau pengaruh kekuatan supernatural, sehingga menghasilkan konsekuensi buruk bagi kualitas kehidupan penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang epilepsi dengan penanganan awal kejang pada masyarakat Dusun 1 Negeri kailolo Kecamatan Pulau Haruku. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 171 responden yang diambil dengan Teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori kurang sebanyak 153 orang (89,5%), sikap dengan kategori kurang sebanyak 104 orang (60,8%), dan penanganan awal kejang dirumah akibat epilepsi dengan kategori kurang sebanyak 132 orang (77,2%). Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p-value untuk pengetahuan terhadap penanganan awal kejang sebesar 0,021 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan sedangkan untuk sikap terhadap penanganan awal kejang sebesar 0,354 (p<0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku dan untuk sikap tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan penanganan awal kejang akibat epilepsi pada masyarakat Dusun 1 Negeri Kailolo Kecamatan Pulau Haruku. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Penanganan awal kejang, Epilepsi.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2026

EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) TRIKORA KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT

TRIA ANANDA ARYANTI LITILOLY | Pembimbing: -

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator dalam menilai kualitas pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas pembantu (Pustu) Trikora Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Metode yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deksriptif dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai rata-rata indeks kepuasan sebesar 89.3% dengan kategori sangat puas. Karakteristik tingkat kepuasan pasien pada dimensi keandalan responden yang menyatakan sangat puas sebesar 57,8%, puas 40,0%, dan kurang puas 2,2%. Pada dimensi daya tanggap responden yang menyatakan sangat puas sebesar 46,6%, puas 48,9%, dan kurang puas 4,4%. Pada dimensi jaminan responden yang menyatakan sangat puas sebesar 70,0%, puas 27,8%, dan kurang puas 2,2%. Pada dimensi empati responden yang menyatakan sangat puas sebesar 62,2%, puas 36,7%, dan kurang puas 1,1%. Sedangkan pada dimensi bukti fisik responden yang menyatakan sangat puas sebesar 60,0% dan puas sebesar 40,0%. Kata kunci: Pelayanan Kefarmasian, Kepuasan, Puskesmas Pembantu

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pityarisis Versicolor Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Air Pessy Kecamatan Seram Barat

Febby Aulia Salsabila Ode | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

Pengaruh Terapi Okupasi (Bermain Puzzle) Terhadap Kecemasan Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Ina Kaka Provinsi Maluku

Miranda maura nahumarury | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Keperawatan 2026

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA HIV AIDS DI DESA KAMAL KECAMATAN KAIRATU BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

Iin Ali Tukan | Pembimbing: -

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Farmasi 2026

Evaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberculosis di puskesmas perawatan Miran kecamatan gorom timur kabupaten seram bagian timur

Maria Ulfa Rumagutawan | Pembimbing: -

Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberculosis Di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur Maria Ulfa Rumagutawan1, Hasni Pulhehe2, Wiwik Widiyati3 Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT). Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kekambuhan, resistensi obat, dan peningkatan risiko penularan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi OAT di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 43 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berada pada kategori kepatuhan sedang, sementara sebagian lainnya berada pada kategori kepatuhan tinggi dan rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan pengobatan sudah cukup baik, tetapi belum optimal untuk menjamin keberhasilan terapi sepenuhnya. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan pasien TB di Puskesmas Perawatan Miran masih perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan kepatuhan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan, dukungan keluarga, pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan, serta peran aktif Pengawas Menelan Obat (PMO) sehingga keberhasilan terapi dapat tercapai. Kata kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Obat Anti-Tuberkulosis, Puskesmas

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta S1 Farmasi 2026

Evaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberculosis di puskesmas perawatan Miran kecamatan gorom timur kabupaten seram bagian timur

Maria Ulfa Rumagutawan | Pembimbing: -

ABSTRAK Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberculosis Di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur Maria Ulfa Rumagutawan1, Hasni Pulhehe2, Wiwik Widiyati3 Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT). Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kekambuhan, resistensi obat, dan peningkatan risiko penularan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi OAT di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 43 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berada pada kategori kepatuhan sedang, sementara sebagian lainnya berada pada kategori kepatuhan tinggi dan rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan pengobatan sudah cukup baik, tetapi belum optimal untuk menjamin keberhasilan terapi sepenuhnya. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan pasien TB di Puskesmas Perawatan Miran masih perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan kepatuhan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan, dukungan keluarga, pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan, serta peran aktif Pengawas Menelan Obat (PMO) sehingga keberhasilan terapi dapat tercapai. Kata kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Obat Anti-Tuberkulosis, Puskesmas

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

Penatalaksanaan pemeriksan radiografi abdomen dengan klinis suspect ileus di instalasi radiologi Rumah Sakit Bhayagkara TK III Ambon

Gamaria An | Pembimbing: -

Latar belakang: Pemeriksaan radiografi abdomen merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang sering digunakan dalam bidang radiologi diagnostik untuk mengevaluasi organ-organ dalam rongga perut. Salah satu indikasi klinis yang sering ditemukan adalah suspect ileus, yaitu kondisi di mana terjadi gangguan pergerakan normal usus yang dapat menyebabkan distensi dan penumpukan gas di saluran cerna. Deteksi dini melalui pemeriksaan radiografi sangat penting untuk membantu diagnosis dan menentukan penatalaksanaan medis selanjutnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi abdomen dengan klinis suspect ileus di Instalasi Radiologi RS TK III Bhayangkara Ambon, serta menilai kesesuaian teknik pemeriksaan terhadap hasil citra diagnostik yang dihasilkan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan pemeriksaan radiografi abdomen pada pasien dengan indikasi klinis suspect ileus. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa penatalaksanaan pemeriksaan radiografi abdomen dengan suspect ileus di Instalasi Radiologi RS TK III Bhayangkara Ambon telah sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) radiologi. Faktor eksposi yang tepat menghasilkan citra dengan kontras dan detail yang baik, sehingga memudahkan interpretasi olch radiolog. Dengan demikian, pelaksanaan teknik pemeriksaan yang sesuai prosedur sangat berperan dalam mendukung diagnosis ileus secara akurat. Kata Kunci: radiografi abdomen, suspect ileus, penatalaksanaan pemeriksaan, RS TK III Bhayangkara Ambon

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OSSA PEDIS DENGAN KLINIS DIABETES MELITUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK.III BHAYANGKARA AMBON

PUTRI FADHILLA AZZAHRA | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi ossa pedis merupakan salah satu metode penunjang diagnosis penting dalam mendeteksi komplikasi diabetes melitus, seperti ulkus diabetikum, osteoarthritis, osteoporosis, hingga risiko amputasi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi ossa pedis pada pasien dengan klinis diabetes melitus di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur terhadap dua pasien penderita diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi ossa pedis umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dan oblique dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 100 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh, sedangkan proyeksi oblique memperlihatkan detail tulang secara lebih spesifik. Kendala yang sering dihadapi antara lain keterbatasan gerak pasien, kurangnya SOP khusus untuk kasus diabetes, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan ossa pedis pada pasien diabetes melitus. Kata kunci: radiografi, ossa pedis, diabetes melitus, proyeksi AP, proyeksi oblique

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
mahasiswa_ta D3 Radiologi 2026

PENATALAKSANAAN PEMERIKSAAN RADIOGRAFI OSSA PEDIS DENGAN KLINIS DIABETES MELITUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK.III BHAYANGKARA AMBON

PUTRI FADHILLA AZZAHRA | Pembimbing: -

Pemeriksaan radiografi ossa pedis merupakan salah satu metode penunjang diagnosis penting dalam mendeteksi komplikasi diabetes melitus, seperti ulkus diabetikum, osteoarthritis, osteoporosis, hingga risiko amputasi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan radiografi ossa pedis pada pasien dengan klinis diabetes melitus di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.III Bhayangkara Ambon. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur terhadap dua pasien penderita diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi ossa pedis umumnya dilakukan menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dan oblique dengan parameter eksposi 55 kV, 100 mA, dan 100 msec. Proyeksi AP memberikan gambaran anatomi secara menyeluruh, sedangkan proyeksi oblique memperlihatkan detail tulang secara lebih spesifik. Kendala yang sering dihadapi antara lain keterbatasan gerak pasien, kurangnya SOP khusus untuk kasus diabetes, dan rendahnya kooperasi pasien. Meskipun demikian, pelaksanaan pemeriksaan sudah sesuai dengan prosedur dan mampu mendukung penegakan diagnosis klinis. Saran Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta pengembangan SOP pemeriksaan ossa pedis pada pasien diabetes melitus. Kata kunci: radiografi, ossa pedis, diabetes melitus, proyeksi AP, proyeksi oblique

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak