Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK SEITH DENGAN MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajaput) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococus aureus

ROSMIATI TALLA | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu, S.Farm.,M.Si & Hamka, S.P.,M.Si

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh negara berkembang seperti di Indonesia. Menurut Afifurahman et al (2014), Salah satu penyebab infeksi di Indonesia yaitu Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan prevalensi cukup tinggi (23,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektivitas antibakteri minyak seith terhadap Staphylococus aureus, untuk mengetahui efektivitas antibakteri minyak kayu putih terhadap Staphylococus aureus dan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri minyak seith dengan minyak kayu putih bakteri terhadap Staphylococus aureus. Metode yang digunakan yaitu difusi sumuran, Metode sumuran yaitu metode dengan cara membuat sumuran pada media agar padat yang telah diinokulasi dengan bakteri uji. Lalu lubang diisi dengan larutan uji. Setelah diinkubasi,diamati pertumbuhan bakterinya dengan melihat ada tidaknya daerah hambatan di sekeliling lubang. Konsentrasi minyak seith dan minyak kayu putih yang digunakan yaitu 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak seith dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% menghasilkan diameter zona hambat sebesar 1 mm, 1,1 mm dan 1,2 mm. sedangkan minyak kayu putih pada konsentrasi 75% dan 100% mampu menghambat aktivitas bakteri dengan diameter zona hambat 1,2 mm dan 11,8 mm. Dapat disimpulkan bahwa minyak kayu putih (Melaleuca cajaput) lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri staphylococus aureus dibandingkan dengan minyak seith. Kata Kunci : Minyak seith, Minyak kayu putih (Melaleuca cajaput), Staphylococcus aureus

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

PENGARUH MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP KEMATIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI

RIJAL RAHMAN | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu,S.Farm.,M.Si & Hamka, S.P.,M.SI

Daun kemangi megandung senyawa-senyawa yang bermanfaat dalam mengatasi masalah gejala demam berdarah (DBD). memiliki efek sebagai antinyamuk, yang mengandung senyawa fitokimia antara lain saponin, flavonoid,, steroid, terpenoid, insektisida. Minyak atsiri merupakan jenis minyak non polar minyak atsiri juga merupakan sediaan berupa cairan kental tetapi mudah menguap pada suhu kamar dan di sajikan dengan bau yang wangi sesuai tanamannya, parameter kualitas dan kemurnian minyak atsiri yang dapat diukur antara lain kandungan komponen, putaran optimis, berat jenis, dan indeks bias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basillicum L). Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian experimental, yaitu membuat sediaan ekstrak minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basillicum L) menggunakan konsentrasi yang berbeda dimana FI 65%, FII 75% dan FII 85% dengan metode destilasi uap air setelah itu sampel disimpan dalam botol parfum kemudian dilakukan uji kematian terhadap nyamuk Aedes aegypti sebanyak 10 ekor. Hasil penelitian menyatakan sesudah pemberian sediaan dalam 10 menit pada FI, FII, FII, dan kontrol (+) mengalami kematian yang berbeda-beda pada setiap formulasi yaitu FI, mengalami kematian sebanyak 7 ekor dalam jangka waktu 10 menit, FII mengalami kematian sebanyak 9 ekor dalam jangka waktu 10 menit dan untuk FIII mengalami kematian sebanyak 10 ekor dalam jangka waktu hanya 7 menit sedangkan untuk kontrol (+) hanya membutuhkan waktu 4 menit. Kata kunci : Aedes aegypti, minyak atsiri, daun kemangi

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI BODY SCRUB DARI LIMBAH AMPAS KOPI (Coffea sp) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma Domestica Val)

RIDHAYANTI KALIKY | Pembimbing: Apt. Djulfikri Mewar.M.Si & Dr.Wiwik Widiyati

Body scrub merupakan sediaan emulsi cair atau semi padat yang berfungsi menghilangkan kotoran sel kulit mati yang tidak dapat dihilangkan seluruhnya oleh sabun, serta melembabkan dan mengembalikan kelembutan kulit. Selain itu body scrub dapat meningkatkan sirkulasi dalam tubuh dan mengantarkan vitamin pada kulit serta berperan sebagai antioksidan. Ampas kopi (Coffia Sp) dan rimpang kunyit (Curcuma Domestica Val) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, sebagai obat tradisional dan juga sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub dari limbah ampas kopi (Coffia Sp) dan rimpang kunyit (Curcuma Domestica Val) yang tidak mengiritasi kulit dan dapat memenuhi syarat pada evaluasi mutu fisik sediaan. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. pembuatan sediaan body scrub dengan dua formulasi yang berbeda dengan variasi konsentrasi zat aktif F1 (5:5), dan F2 (10:10). Hasil penelitian sediaan body scrub limbah ampas kopi (Coffia Sp) dan rimpang kunyit (Curcuma Domestica Val), Menghasilkan sediaan dengan stabilitas yang baik untuk pengujian Organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat dan homogenitas menunjukan kestabilan sediaan yang baik. Uji iritasi pada kedua perbandingan formulasi sediaan tidak memberikan efek iritasi pada kulit. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi dari ampas kopi ( coffia sp) dan rimpang kunyit (Curcuma Domestica Val) dapat diformulasikan sebagai body scrub yang tidak mengiritasi kulit. Kata Kunci : Kopi : Rimpang Kunyit : Formulasi : Body Scrub

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

ANALISIS KADAR PROTEIN PADA TEPUNG SAGU (Metroxylon sp) DI KOTA AMBON DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL

RIYANTI AURELIA | Pembimbing: Apt Aulia Debby Pelu, S. Farm.,M. Si & Dr. Wiwik Widyati,S.Pd.,M.Pd

Protein merupakan suatu polimer yang terdiri dari monomer -monomer asam amino dimana terhubung membentuk ikatan linier yang disebut ikatan peptida. Adanya unsur nitrogen merupakan ciri khusus senyawa-senyawa protein karena unsur ini tidak ditemukan dalam senyawa lemak dan karbohidrat sederhana. Protein adalah sumber asam- asam amino yang mengandung unsur- unsur C, H, O dan N. Fungsi dari protein sendiri yaitu sebagai zat utama pembentuk dan pertumbuhan tubuh. Protein sebagai zat utama pembentuk merupakan zat utama pembentuk sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi jika karbohidrat dan lemak didalam tubuh berkurang. Adanya unsur nitrogen merupakan ciri khusus senyawa-senyawa protein karena unsur ini tidak ditemukan dalam senyawa lemak dan karbohidrat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar protein pada tepung sagu dengan menggunakan metode kjeldahl. metode penetapan kadar protein dengan metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk menentukan kandungan protein dalam bahan pangan. Prinsip metode ini adalah estimasi total nitrogen yang dikandung dalam makanan dan konversi persetasi nitrogen menjadi protein, dengan asumsi bahwa semua nitrogen dalam makanan adalah protein. Analisi protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu : tahap destruksi, tahap destilasi, dan tahap titrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein rata-rata pada tepung sagu Pasar Mardika 0,1684%, Pasar Passo 0,1704%, Pasar Waiheru 0,1377%. Kata kunci : Metode Kjeldahl, protein, tepung sagu.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2024

HUBUNGAN KONDISI SANITASI RUMAH DENGA KEJADIAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASSO

LISA NANULAITTA | Pembimbing: Suryanti Tukiman, SKM., M.Kes & Zulfikar Lating, S.KM., M.Kes

Lingkungan merupakan salah satu media penularan penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Lingkungan juga dapat menjadi sumber maupun agen dalam mentranmisikan penyakit salah satunya yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA merupakan penyakit yang tergolong ke dalam Air Borne Disease. Penularannya dapat terjadi melalui udara yang telah tercemar bibit penyakit dan masuk kedalam tubuh melalui saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi rumah dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Passo. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan jumlah sampel 198 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling menggunakan metode undian. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner untuk menilai kondisi sanitasi rumah dengan menggunakan metode pengumpulan yaitu observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian (p=0,024), luas ventilasi (p=0,005), dan jenis dinding (p=0,001). Sedangkan kondisi langit-langit (p=0,0270) dan jenis lantai (p=0,317) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Passo. Hal tersebut disarankan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan rumah seperti membersihkan lingkungan kepadatan hunian dan sering membuka ventilasi atau jendela. Kata Kunci : ISPA, Sanitasi, Kondisi Fisik Rumah

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI SEDIAAN MINYAKATSIRI DAUN NILAM (Pogostemoncablin) SEBAGAI GEL ANTIJERAWAT

REINHARD FERNANDO TANIWEL | Pembimbing: Apt. Lukman La Bassy, S.Farm.,M.Sc & Dr. Wiwik Widiyati

Minyak atsiri termasuk minyak nilam (Patchouli oil) diketahui memiliki aktivitas antibakteri penyebab jerawat. Aktivitas ini menyebabkan minyak nilam berpotensi untuk dikembangkan kedalam berbagai bentuk sediaan antijerawat, salah satunya adalah emulgel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah daun nilam dapat dijadikan sediaan emulgel. Emulgel merupakan bentuk sediaan yang cocok untuk minyak nilam yang bersifat hidrofobik, dibandingkan bentuk sediaan lainnya. Sediaan dibuat dengan variasi konsentrasi minyak nilam 5%,10%, dan 15% dengan menggunakan bahan CMC sebagai basis gel. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan yaitu uji organeleptik (warna, bentuk dan aroma), uji pH , uji homogenitas, uji tipe elmusi, uji daya sebar, uji iritasi dan uji stabilitas(clycling test). Hasil penelitian menujukkan bahwa emulgel yang dihasilkan sebelum dan sesudah penelitian selama 7 hari pada pengujian organeleptik, dan pH sediaan memiliki kestabilan yang baik secara fisik menujukkan bahwa setiap formula memenuhi range normal sediaan emulgel antijerawat dimana pada FI, FII Dan FIII memiliki warna, bentuk, aroma yang sama,pada setiap formulasi yaitu sediaan berwarna putih-putih tulang, berbentuk semi padat (emulgel) , beraroma khas minyak nilam, homogen tipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH sebelum penyimpanan selama 7 hari 5% (6,1) , 10%( 5,8) , 15% (5,0) sesudah penyimpanan 5% (5,8), 10% (6,1), 15% (5,5) masih memenuhi standar pH kulit. Nilai daya sebar berkisar 3,5-5 cm. hasil clycing test menunjukkan sediaan emulgel stabil. Formula FIII dengan konsentrasi 15% adalah formula yang terbaik. Kata kunci: emulgel, minyak nilam(Patchoulioil), antijerawat.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH KEBEN (Barringtonia asiatica L.) TERHADAP JAMUR TRICHOPHYTON RUBRUM

RAVIAN MAHARANI ALAYDRUS | Pembimbing: Apt. Lukman La Bassy, M.Sc & . Dr. Ilyas Ibrahim, S.Psi., M.Kes.

Tanaman keben merupakan tanaman yang biasanya tumbuh subur di pesisir pantai di Provinsi Maluku. Tanaman ini dikenal di Maluku khususnya Desa Liang nama Katapang Pante. Tanaman keben banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Tanaman keben (Barringtonia asiatica L.) alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang ada pada biji buah keben (Barringtonia asiatica L.) dan untuk mengetahui nilai zona hambat yang terbentuk dari pemberian ekstrak etanol biji buah keben (Barringtonia asiatica L.) pada jamur Trichophyton rubrum. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Kontrol positif (+) Ketokonazole, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui Biji buah keben (Barringtonia asiatica L.) memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu tanin, flavonoid, saponin dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol biji buah keben (Barringtonia asiatica L.) terhadap jamur Trichophyton rubrum didapatkan ratarata diameter zona hambat yaitu pada konsentrasi 5% sebesar 1mm, konsentrasi 10% sebesar 5,53 , dan konsentrasi 15% sebesar 10,83. Untuk kontrol pembanding yaitu ketokonazole diameter zona hambatnya sebesar 11,33. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Biji buah keben (Barringtonia asiatica L.) memiliki aktivitas sebagai antijamur Trichophyton rubrum. Kata kunci : Biji Buah Keben (Barringtonia asiatica L.), Trichophyton rubrum

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LOTION DARI EKSTRAK BUAH ALPUKAT(Persia Americana) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) UNTUK KULIT KERING

PUTRI AWLIA RAMADHANTI | Pembimbing: Apt. Marissa A Ibrahim, M.Farm.Klin & Suryanti Tukiman S.KM.,M.Kes

Perawatan kulit sangat dibutuhkan agar kulit tidak menjadi kering. Cara untuk mengatasi kulit kering adalah dengan menggunakan pelembab seperti lotion. Kandungan zat aktif yang terdapat pada sediaan lotion salah satunya adalah senyawa antioksidan. Ekstrak buah alpukat dan lidah buaya memiliki aktivitas antioksidan dan mempunyai manfaat untuk melembabkan kulit.Tujuan penelitian ini yaitu menformulasikan, mengetahui evaluasi, dan mengetahui konsentrasi dari sediaan lotion ekstrak buah alpukat dan lidah buaya. Dalam penelitian ini kedua jenis ekstrak diformulasikan menjadi sediaan lotion. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode maserasi. Ekstrak buah alpukat dan lidah buaya diformulasikan dengan 3 konsentrasi yaitu FI 1%, FII 3% dan FIII 5%. Lotion di uji sifat fisiknya meliputi organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji iritasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lotion yang mengandung ekstrak alpukat dan lidah buaya adalah stabil secara fisik selama penyimpanan. Tidak berubah bentuk, berbau oleum rosae, FI bewarna putih dan FII FIII bewarna putih tulang, uji pH (berkisar 5-6)\, uji daya sebar(berkisar 5cm dan 6cm) tidak terjadi iritasi pada kulit dan terjadi kelembaban pada kulit. Kata Kunci : Alpukat, Lidah Buaya, Sediaan Lotion

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdrariffah L) SEBAGAI PELEMBAB ALAMI BIBIR

NURUL IZZAH SAM | Pembimbing: Ibu Cut Bidara P Umar, S.Farm., M.Farm. & Ibu Suryanti Tukiman, SKM., M.Kes

Bunga rosella (Hibiscus sabdrariffah L) merupakan salah satu tanaman hiasan di depan rumah, bunga rosella juga banyak dijadikan sebagai produk makanan dan minuman. Bunga rosella kering dapat dimanfaatkan sebagai teh serta dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Hasil analisis menunjukan adanya kandungan antioksidan karena memiliki kandungan antosianin yang merupakan senyawa kelompok flavonoid sehinggah dapat digunakan sebagai bahan aktif pembuatan lip balm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat formulasi lip balm ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdrarifah L), melihat stabilitas sediaan lip balm serta uji kelembapam. Metode penelitian yang digunakan ialah studi eksperimental laboratorium. Pada penelitian ini di lakukan tiga variasi konsentrasi ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdrariffah L) yaitu FI 10%, FII 20% dan FIII 30% dari ketiga formula ini dilakukan pengujian stabilitas dan uji kelembapan. Memiliki hasil bahwa ketiga formula tersebut dapat dijadikan sebagai sediaan Lip balm dan telah memenuhi standar uji stabilitas serta uji kelembapan. Kata kunci : Bunga Rosella (Hibiscus sabdrariffa L), Lip Balm, Pelembab Alami.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Kesehatan Masyarakat 2025

HUBUNGAN KADAR DEBU DI UDARA DENGAN RESIKO GANGGUAN KESEHATAN PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR MARDIKA KOTA AMBON

Dahlia Kane Uluelang | Pembimbing: Epi Dusra, S.KM., M.Kes & swandi Fataruba, S.KM., M.Kes

Paparan debu merupakan ancaman kesehatan bagi pedagang kaki lima yang bekerja di area terbuka dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar debu di udara dengan risiko gangguan kesehatan pada pedagang kaki lima di Pasar Mardika Kota Ambon. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode cross-sectional pada 70 pedagang yang dipilih secara acak. Kadar debu diukur menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) dan data gangguan kesehatan yang dikumpulkan melalui kuesioner adaptasi American Thoracic Society Questionnaire . Analisis data menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil menunjukkan 91,4% responden terpapar kadar debu abnormal (>0,15 mg/m³) dan 65,7% mengalami gangguan kesehatan ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar debu dengan gangguan kesehatan (p = 0,008; χ² = 8,029). Faktor risiko meliputi durasi kerja >6 jam/hari (68,6%), pengalaman berdagang >5 tahun (50%), dan penggunaan masker rendah (68,6%). Diperlukan pengendalian debu dan edukasi penggunaan alat pelindung diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada pedagang kaki lima. Kata Kunci: kadar debu, gangguan kesehatan, pedagang kaki lima

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak