Abstrak
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan salah satu penyakit yang
sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas Perawatan Laimu, Kecamatan Telutih,
Kabupaten Maluku Tengah periode Januari–September 2025.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif
berdasarkan data rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 79 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menghitung persentase karakteristik pasien,
penggunaan antibiotik, jenis antibiotik, pola pengggunaan bberdasarkan golongan, dosis, frekuensi
pemberian, serta ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan indikator tepat indikasi, tepat obat,
tepat dosis, dan tepat frekuensi pemberian serta evaluasi rasionalitas.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia 10-14 tahun sebanyak 41 pasien (51,9%) dan
usia 15-18 tahun sebanyak 38 pasien (48,1%). Pasien perempuan sebanyak 41 pasien (51,9%) dan
laki-laki 38 pasien (48,1%). Diagnosis terbanyak adalah common cold sebanyak 54 pasen (68,4%),
farigitis 16 pasien (20,3%), dan tonsilitis 9 pasien (11,4%). Sebanyak 15 pasien (19,0%)
mendapatkan antibiotik dan 64 pasien (81,0%) tidak mendapatkan antibiotik. Antibiotik yang
digunakan dengan frekuensi 3x1. Evaluasi menunjukkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan
tepat frekuensi masing-masing 100%. Seluruh penggunaan antibioitk termasuk rasional (100%).
Kata Kunci : ISPA, antibiotik, amoksisilin, rasionalitas, POR.