Analisis Kadar Kafein Dalam Serbuk Matcha Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Crisanda Adventia Tenlima
Abstrak
Matcha merupakan teh hijau berbentuk serbuk halus yang dikonsumsi secara utuh
sehingga mengandung senyawa bioaktif, termasuk kafein, dalam jumlah lebih tinggi
dibandingkan teh hijau seduhan. Meningkatnya konsumsi matcha di masyarakat
menimbulkan kebutuhan akan informasi mengenai kadar kafein untuk menjamin
keamanan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kafein dalam
serbuk matcha yang beredar di swalayan Kota Ambon serta mengevaluasi kesesuaiannya
dengan batas aman konsumsi kafein. Penelitian menggunakan metode eksperimental
laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri atas tiga merek
serbuk matcha yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kadar
kafein dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang
maksimum 275 nm setelah proses ekstraksi menggunakan kloroform dan penambahan
kalsium karbonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata kafein tertinggi
terdapat pada sampel D sebesar 167,4 µg/g (0,1674 mg), sedangkan kadar rata-rata pada
sampel P dan sampel N masing-masing sebesar 122,4 µg/g (0,1224 mg) dan 123 µg/g
(0,123 mg). Seluruh sampel memiliki kadar kafein yang masih berada di bawah batas
maksimum konsumsi kafein berdasarkan ketentuan BPOM dan SNI, yaitu 150 mg per
hari atau 50 mg per sajian. Dengan demikian, serbuk matcha yang dianalisis dalam
penelitian ini memenuhi aspek keamanan konsumsi apabila dikonsumsi sesuai batas yang
dianjurkan.