Kulit buah manggis merupakan salah satunya tanaman yang berpotensi memiliki berbagai
manfaat sebagai obat-obatan berbahan alam. Kulit buah manggis atau disebut dengan (Garcinia
Mangostan L) ini dikemukakan oleh para peneliti, bahwa kulit buah manggis mimiliki manfaat
sebagai, antiinflamsi, antibakteri, antijamur, antidiabetes dan juga sebagai antioksidan. Tujuan
peneliti adalah Untuk mengetahui ektrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.)
dapat dijadikan sebagai pengobatan herbal terhadap jamur Tricophyton mentagrophyte, yang
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental di laboratorium (laboratory experiment).
Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu kulit buah manggis (Garcinia Mangostan
L.) sebanyak 500 gram yang yang diperoleh dari Negeri Mamala, Kabupaten Maluku Tengah,
Kecamatan Lehitu Barat. Penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antijamur
ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan menggunakan pelarut etanol 70%.
Ekstraksi dilakukan dengan menggunkan metode maserasi. Pengujian aktivitas antijamur
menggunakan difusi sumuran dengan menggunakan 3 variasi konsentrasi. Hasil penelitian uji
senyawa metabolit sekunder mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavanoid, terpenoid
dan fenol. Uji aktivitas antijamur diperoleh diameter zona hambat terhadap pertumbuhan jamur
Tricophyton mentagrophytes untuk konsentrasi 15% diameter zona hambat zona hambat yang
dihasilkan sebesar 10,2 mm, konsetrasi 30% dengan diameter zona hambat sebesar 10,3 mm dan
konsentrasi 45% 10,2% mm. Kesimpulan untuk pengujian aktivitas zona hambat terbesar adalah
pada konsentrasi 45% diameter zona hambatnya 10,2 mm dengan kategori kuat (sensitif).
Kata Kunci: Kulit buah manggis, Jamur Tricophyton mentagrophyte, Antijamur
Kata Kunci (Keywords):
Kulit buah manggisJamur Tricophyton mentagrophyteAntijamur