Abstrak
Minyak atsiri termasuk minyak nilam (Patchouli oil) diketahui memiliki aktivitas
antibakteri penyebab jerawat. Aktivitas ini menyebabkan minyak nilam berpotensi untuk
dikembangkan kedalam berbagai bentuk sediaan antijerawat, salah satunya adalah
emulgel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah daun nilam dapat dijadikan
sediaan emulgel. Emulgel merupakan bentuk sediaan yang cocok untuk minyak nilam
yang bersifat hidrofobik, dibandingkan bentuk sediaan lainnya. Sediaan dibuat dengan
variasi konsentrasi minyak nilam 5%,10%, dan 15% dengan menggunakan bahan CMC
sebagai basis gel. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan yaitu uji organeleptik (warna,
bentuk dan aroma), uji pH , uji homogenitas, uji tipe elmusi, uji daya sebar, uji iritasi dan
uji stabilitas(clycling test). Hasil penelitian menujukkan bahwa emulgel yang dihasilkan
sebelum dan sesudah penelitian selama 7 hari pada pengujian organeleptik, dan pH
sediaan memiliki kestabilan yang baik secara fisik menujukkan bahwa setiap formula
memenuhi range normal sediaan emulgel antijerawat dimana pada FI, FII Dan FIII
memiliki warna, bentuk, aroma yang sama,pada setiap formulasi yaitu sediaan berwarna
putih-putih tulang, berbentuk semi padat (emulgel) , beraroma khas minyak nilam,
homogen tipe emulsi minyak dalam air (M/A) dengan pH sebelum penyimpanan selama 7
hari 5% (6,1) , 10%( 5,8) , 15% (5,0) sesudah penyimpanan 5% (5,8), 10% (6,1), 15%
(5,5) masih memenuhi standar pH kulit. Nilai daya sebar berkisar 3,5-5 cm. hasil clycing
test menunjukkan sediaan emulgel stabil. Formula FIII dengan konsentrasi 15% adalah
formula yang terbaik.
Kata kunci: emulgel, minyak nilam(Patchoulioil), antijerawat.
Kata Kunci (Keywords):
emulgel
minyak nilam(Patchoulioil)
antijerawat.