Daun kemangi megandung senyawa-senyawa yang bermanfaat dalam mengatasi masalah gejala
demam berdarah (DBD). memiliki efek sebagai antinyamuk, yang mengandung senyawa fitokimia
antara lain saponin, flavonoid,, steroid, terpenoid, insektisida. Minyak atsiri merupakan jenis
minyak non polar minyak atsiri juga merupakan sediaan berupa cairan kental tetapi mudah
menguap pada suhu kamar dan di sajikan dengan bau yang wangi sesuai tanamannya, parameter
kualitas dan kemurnian minyak atsiri yang dapat diukur antara lain kandungan komponen, putaran
optimis, berat jenis, dan indeks bias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basillicum L). Metode penelitian ini menggunakan desain
penelitian experimental, yaitu membuat sediaan ekstrak minyak atsiri daun kemangi (Ocimum
basillicum L) menggunakan konsentrasi yang berbeda dimana FI 65%, FII 75% dan FII 85%
dengan metode destilasi uap air setelah itu sampel disimpan dalam botol parfum kemudian
dilakukan uji kematian terhadap nyamuk Aedes aegypti sebanyak 10 ekor. Hasil penelitian
menyatakan sesudah pemberian sediaan dalam 10 menit pada FI, FII, FII, dan kontrol (+)
mengalami kematian yang berbeda-beda pada setiap formulasi yaitu FI, mengalami kematian
sebanyak 7 ekor dalam jangka waktu 10 menit, FII mengalami kematian sebanyak 9 ekor dalam
jangka waktu 10 menit dan untuk FIII mengalami kematian sebanyak 10 ekor dalam jangka waktu
hanya 7 menit sedangkan untuk kontrol (+) hanya membutuhkan waktu 4 menit.
Kata kunci : Aedes aegypti, minyak atsiri, daun kemangi