Institutional Repository

Pusat arsip karya ilmiah, skripsi, dan penelitian sivitas akademika STIKes Maluku Husada. Pengetahuan lokal yang diakui global.

Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DADAP SEREP (Erythrina lithosperma Miq) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

ANANDA DWIYANTI HATAUL | Pembimbing: Apt.Alice M.CU Luhulima, S.Si.,M.,Farm & Amelia Niwele, S.Pd.,M.Pd

Daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq) adalah salah satu jenis tanaman obat penting yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman daun dadap serep ini dapat dimanfaatkan sebagai obat demam, pelancar ASI, sakit perut, diare, dan mencegah keguguran. Kandungan senyawa kimia yang terdapat didalam daun dadap serep yang berfungsi sebagai senyawa antibakteri yaitu flavonoid. Bakteri Escherichia coli adalah bakteri gram negatif, dapat hidup sendiri maupun berkelompok, serta fakultatif anaerob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq) yang dilarutkan dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimental. Pada uji skrining fitokimia menggunakan metode maserasi dan untuk uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada uji skrining fitokimia yaitu kandungan senyawa metabolit sekunder pada daun dadap serep yaitu saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Dan hasil dari penelitian yang dilakukan pada uji aktivitas antibakteri esktrak etanol daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 5%, 10% dan 20%. Dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 5% sebesar 10,36 mm, 10% sebesar 11,8 mm, dan 20% sebesar 13,13 mm. Cotrimoxazole sebagai kontrol positif memiliki zona hambat sebesar 20,53 mm, dan aquadest sebagai kontrol negatif tidak memiliki zona hambat. Kata kunci: Daun dadap serep (Erythrina lithosperma Miq), Escherichia coli, Difusi aga

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK BIJI KEBEN (Barringtonia asiatica L.) ASAL DESA LIANG MALUKU TENGAH DENGAN VARIASI BASIS

ARDILAWATY HARUN | Pembimbing: Apt.Jayanti Djarami,.S.Farm,.M.Si & Rahma Tunny, S.Gz.,M.Kes

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK BIJI KEBEN (Barringtonia asiatica L.) ASAL DESA LIANGMALUKU TENGAH DENGAN VARIASI BASIS Ointment Adalah Sediaan Setengah Padat Yang Mudah Dioleskan Digunakan Sebagai Obat Luar. Sediaan Salep Diharapkan Memiliki Sifat Fisik Yang Baik Dan Dapat Berpenetrasi Dalam Kulit Secara Optimal.Biji keben (Barringtonia asiatica l.). Adalah Tumbuhan Obat Yang Didapatkan Di Pesisir Pantai Desa Liang, dan di Manfaatkan Sebagai Obat Tradisional Adapun Efek Farmakologi Dari Tanaman Biji Keben (Barringtonia asiatica l.) umtuk Mengobati luka, mengobati mata, Dan memiliki sifat lebih efektif sebagai Pengobatan (Antifungi)/antijamur. Penilitian Ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan memformulasikan Salep Antifungi Ekstrak Biji Keben (Barringtonia asiatica l). dengan Variasi Basis Hidrokarbon, Larut Air, Hidrofilik melakukan uji stabilitas, Dan uji iritasi. Jenis Penilitian ini Adalah:Eksperimental Laboratorium hasil uji senyawa metabolit sekunder positif Alkaloid, Flavanoid, tanin, saponin. Hasil uji organoleptik, meliputi bau, warna, yang disimpan di 2 suhu yang berbeda. uji daya sebar sebelum penyimpanan untuk FI (6) cm, FII (6,5)cm, FIII (5,5)cm dan sesudah penyimpanan untuk FI (6)cm, FII (6,5)cm, FIII (5,5)cm. uji homogenitas didapatkan ketika sebelum penyimpanan FI, FII, FIII sedangkan sesudah penyimpanan juga mendaptkan hasil homogen untuk FI, FII, FIII. uji pH sebelum penyimpanan FI (5), FII (5), FIII (5) sesudah penyimpanan mendapatkan hasil FI, FII,(6) FIII yaitu (5). dan hasil uji iritasi sebelum penyimpanan tidak mengiritasi kulit dan sesudah penyimpanan memiliki hasil yang sama tidak mengiritasi kulit. Berdasarkan Hasil penilitian positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavanoid, saponin, tanin.dan dapat diformulasikan menjadi sediaan salep antifungi dengan variasi basis dan uji stabilitas dan uji iritasi yang stabil dan baik. Kata kunci : Salep Antijamur Ekstrak Biji Keben

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN

ANGGUN FADILAH | Pembimbing: Apt. Alice M. Cl. Luhulima, S.Si,.M.Farm & Ima Soumena, S.Kom

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina (Peperomia Pellucida L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi Sumuran Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang sering ditemukan di permukaan kulit manusia dan merupakan bakteri penyebab infeksi kulit seperti bisul, jerawat, impertigo, dan infeksi luka. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) dikenal memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, kontrol positif berupa Clindamycin 300 mg dan kontrol negatif berupa aquadest. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih cina efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pada konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambatnya yaitu 10,5 mm dan tergolong dalam kategori sedang, konsentrasi ekstrak 50% dengan rata-rata zona hambatnya yaitu 10,5 mm dan tergolong dalam kategori sedang, konsentrasi ekstrak 75% dengan rata-rata zona hambatnya 13,6 mm dan tergolong dalam kategori kuat, konsentrasi ekstrak 100% dengan rata-rata zona hambatnya 13,8 mm dan tergolong dalam kategori kuat. Kata kunci : Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.), staphylococcus aureus, difusi sumuran

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN LIP TINT EKSTRAK DAGING BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DENGAN MENGGUNAKAN AROMA STRAWBERRY SEBAGAI PEWARNA BIBIR

RATNA SARI MONY | Pembimbing: Dr.Apt. Lukman La Bassy.M.Sc & Dr. Ilyas Ibrahim S.Km.,M.Kes

Formulasi dan uji stabilitas sediaan lip tint ekstrak daging buah naga (Hylocereus Polrhizus) dengan menggunakan aroma strawberry sebagai pewarna bibir Buah naga (Hylocereus Polyrhizus) merupakan salah satu buah yang digunakan dalam kosmetik yang dikenal memiliki berbagai manfaat karena kandungan nutrisinya yang kaya. Buah naga dalam lip tint merupakan bahan alami yang sering digunakan untuk memberikan warna merah muda atau merah pada produk kosmetik.Kandungan pigmen alami dalam buah naga, terutama yang berwarna merah atau ungu, mampu memberikan warna yang menarik. Manfaat dari buah naga ini sebagai pewarna bibir,melembabkan bibir, mencerahkan kulit yang didalamnya mengandung antioksidan dan vitamin. Hasil analisis menunjukan adanya kandungan kimia flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin sehingga tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan aktif pembuatan Lip tint.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat formulasi Lip tint ekstrak buah naga (Hylocereus Polyrhizus).desain penelitian ini menggunakan studi eksperimental laboratorium dengan desain penelitian (factorial design). Pengujian pada sampel menggunakan uji skrining fitokimia dengan pengujian alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Hasil menunjukan pada tiga formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak buah naga (Hylocereus Polyyrhizus) yaitu FI (25% ekstrak buah naga),FII (30% ekstrak buah naga),dan FIII (35% ekstrak buah naga).pada sediaan digunakan pewangi strawberry, aroma strawberry umumnya disukai oleh banyak orang karena segar, manis. ini membuat pengguna merasa nyaman saat memakai produk. Aroma yang manis dan menyegarkan seperti strawberry dapat membuat produk lebih menarik, terutama bagi konsumen muda yang tertarik pada wangi buah-buahan. Aroma yang menyenangkan bisa memberikan perasaan segar setiap kali digunakan. dari ketiga formula dilakukan evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, dan uji stabilitas. Memiliki hasil bahwa ketiga formulasi tersebut memiliki bau/aroma yang khas, namun formulasi ketiga memiliki warna yang lebih tajam. K ata kunci : Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus),Lip Tint

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.,) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

RISNAYANTI HULIHULIS | Pembimbing: Apt. Aulia Debby Pelu, S.Farm., M.Si & Hamka, S.P.,M.Si

Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Borel.,) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman obat-obatan yang berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal dalam bidang kesehatan. Tanaman tradisional lebih efektif untuk menangani masalah kesehatan karena mikroba kebanyakan resisten terhadap obat antibiotika yang tersedia.Daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Borel.,) merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis. Secara tradisional mahkota dewa dipakai antara lain sebagai obat untuk penyakit seperti kanker, tumor, diabetes melitus, hepatitis, hipertensi, jantung, rematik, asam urat, alergi, gangguan ginjal, dan ketergantungan obat. Daun mahkota dewa diyakini mengandung zat kimia alamiah yang rendah efek samping dibandingkan dengan obat-obatan farmasetik lainya yang tradisional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.,) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. dengan metode yang digunakan yaitu metode difusi sumuran dimana penelitian ini bertujuan untuk melihat ekstrak etanol daun mahkota dewa terhadap zona hambat pada media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan 4 variasi konsentrasi ekstrak etanol daun Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Borel.,) yaitu 5%, 25%, 50% dan 75% kontrol positif menggunakan Amoxicillin dan kontrol negatif Aquadest setelah di amati 24 jam hasil daya hambat ekstrak etanol daun Mahkota (Phaleria macrocarpa Borel.,) pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5% memiliki daya hambat 9.36 mm, konsentrasi 25% memiliki 9.43 mm, konsentrasi 50% memiliki daya hambat 9.53 mm, konsentrasi 75% memiliki daya hambat 13.00 mm untuk kontrol positif memiliki daya hambat 20 mm dan kontrol negatif 0 mm. Kata kunci : Uji daya hambat, ekstrak etanol daun Mahkota Dewa, Staphylococcus aureus

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB DARI EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga val) DAN BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa var glutinous) UNTUK MELEMBABKAN KULIT

SARI ASTUTI NUR LA UNGA | Pembimbing: Apt. Micie Elsye Sariwating, S.Si., M.Farm & Nur Hasfiana baktiar, S.pd., M.Si

Abstrak tidak tersedia untuk dokumen ini.

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L) KOMBINASI MADU (Mel depuratum)

OKY ASTUTI TALAOHU | Pembimbing: Apt. Marisa A. Ibrahim, S.Farm,.M.Farm. & Suryanti Tukiman, S.KM.,M.Kes

ABSTRAK Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Masker Gel Peel-Off Dari Ekstrak Dauk Kelor (Moringa oleifera L) Kombinasi Madu (Mel depuratum) Daun kelor (Moringa oleifera L) dan Madu (Mel Depuratum) memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berfungsi melindungi kulit dari radikal bebas. Masker gel peel off merupakan jenis masker yang mempunyai manfaat dalam penggunaannya, lebih mudah diangkat seperti membrane elastis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Apakah ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L) kombinasi madu (Mel depuratum) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel peel-off. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen. Ektrak daun kelor (Moringa oleifera L) diformulasikan dalam tiga formulasi sediaan masker geel peel-off yaitu formula I konsentrasi 3,5%, formula II konsentrasi 4%, dan formula III konsentrasi 4,5%. Hasil evaluasi terhadap sediaan masker gel peel-off menujukan sebelum penyimpanan sediaan masker berbebentuk semi padat, berwarna coklat, aroma khas ektrak daun kelor (Moringa oleifera L) dan madu (Mel Depuratum), setelah penyimpanan satu minggu memiliki bentuk semi padat, berwarna coklat, aroma khas ektrak daun kelor (Moringa oleifera L) dan madu (Mel Depuratum). Homogen sebelum penyimpanan dan setelah penyimpanan dan memiliki nilai pH 7 sebelum dan sesudah penyimpanan. Dan memiliki waktu kering 15-30 menit. Kesimpulan dari hasil penelitian yang didapatkan adalah ekstrak daun kelor dapat diformulasikan dalam sediaan masker gel peel-off dengan variasi konsentrasi 3,5%, 4% dan 4,5%. Dan memiliki kestabilan yang baik sebelum dan sesudah penyimpanan. Kata kunci: Ekstrak kelor (Moringa oleifera L), Madu (Mel depuratum), Gel Peel-Off

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI PERASAN JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) DAN MADU (Apis dorsata F.) SEBAGAI PENCERAH BIBIR.

ALEDA PRAWATY REIMIALY | Pembimbing: Apt. Alice M.CI. Luhulima, S.Si., M.Farm & Amelia Niwele, S.Pd.,M.Pd

Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lip Balm Kombinasi Perasan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dan Madu (Apis Dorsata F.) Sebagai Pencerah Bibir Aleda Prawaty Reimialy apt. Alice M.Cl Luhulima, S.Si.,M.Farm Amelia Niwele, S.Pd.,M.Pd Email: wreimialy@gmail.com Mahasiswa Program Studi Ilmu Farmasi STIKes Maluku Husada Lip balm merupakan sediaan yang diaplikasikan pada bibir yang berfungsi sebagai pelembab bibir dan pencerah dengan cara membentuk lapisan minyak yang tidak dapat bercampur pada permukaan bibir. Buah jeruk nipis dan madu dapat dijadikan bahan dalam pembuatan kosmetik salah satunya adalah lip balm. Buah jeruk nipis merupakan salah satu buah penghasil senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Madu sebagai bahan alami yang dapat digunakan sebagai pelembab karena memiliki sifat humektan, emolien dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi perasan jeruk nipis dan madu sebagai pencerah bibir dan mengetahui formulasi dari kombinasi perasan jeruk nipis dan madu yang memiliki sifat yang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental meliputi formulasi sediaan lip balm dengan konsentrasi buah jeruk nipis 7%, 8%, dan 9% dan madu 1%, 2%, dan 3%. Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perasan buah jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dan madu (Apis dorsata F.) dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan lip balm dengan konsentrasi 7% & 1% (F1), 8% & 2% (F2), dan 9% & 3% (F3) dan telah memenuhi persyaratan uji homogenitas, uji stabilitas dan tidak mengiritasi kulit. Karakteristik buah jeruk nipis dan madu dapat membentuk sediaan lip balm yang baik karena dilihat dari hasilnya pada warna bibir yang lebih banyak menunjukan kecerahan dan kelembaban. Kata Kunci : Buah jeruk nipis, madu, lip balm

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN BAKTERI Streptococcus mutans

RAHMI MUZDALIFA | Pembimbing: Apt.Risman Tunny S.Farm & Dr. Ilyas Ibrahim S.KM.,M.Kes

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KETAPANG (Terminalia catappa l.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN BAKTERI Streptococcus mutans Tanaman Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) merupakan salah satu daun yang biasa digunakan masyarakat desa Mamala Kecamatan Leihitu sebagai bahan baku obat untuk mengatasi infeksi kulit seperti bisul dan karies gigi. Daun ketapang mengandung metabolit sekunder, terdiri dari alkaloid, tanin, saponin, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.), melakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans, serta menganalisis perbandingan efektivitas ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen daun ketapang sebanyak 600 gram dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3 hari menghasilkan rendamen 8,89%. Ekstrak etanol daun yang diperoleh dilakukan uji efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans dengan fariasi konsentrasi 60%, 70%, dan 80% menggunakan metode sumuran. Penentuan zona hambat dilakukan dengan mengukur diameter zona bening yang terbentuk disekitar media sumuran. Hasil menunjukkan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 80% (26,3), 70% (22,9), 60% (19,7 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 26, 9 mm. Dan hasil uji aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah pada konsentrasi 80% (29,1), 70% (19,8), 60% (19,4 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 36,23 mm. kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Kata Kunci : Daun Ketapang, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak
Cover
Skripsi S1 Farmasi 2024

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus L Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis

NEINA RAMADANI MAHULAUW | Pembimbing: Dr. Sahrir Sillehu, S.KM., M.Kes & Anatje J Pattipeilohy, S .Pd.,M.Pd

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus L Merr) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis Daun katuk (Sauropus androgynus L Merr) merupakan tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia. Daun katuk biasanya digunakan daunnya untuk memperbanyak produksi ASI. Daun katuk juga merupakan alternatif pengobatan yang potensial, yang dapat berfungsi sebagai antidiabetes, antiobesitas, menginduksi laktasi, antiinflamasi, antimikroba, mengobati demam, borok dan bisul. Obesitas, sering disertai dengan adanya oksidasi stress, hingga aktivitas daun katuk sebagai antiobesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus L Merr) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental labolatorium dengan metode difusi sumuran dengan menggunakan tiga konsentrasi yaitu: 25%, 50%, dan 75% control positif menggunakan Ampicilin dan control negatif menggunakan Aquadest. setelah di amati 1 x 24 jam hasil daya hambat Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus L Merr) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis dengan konsentrasi 25% memiliki zona hambat 60,6 mm, 50% memiliki zona hambat 61,2 mm dan kosentrasi 70% memiliki zona hambat 61,6 mm. Kontrol positif memiliki zona hambat 48 mm dan untuk kontrol negatif tidak terdapat zona hambat. Kata kunci: Sauropus androgynus L Merr Antibakteri, Staphylococcus Epidermidis

Restricted (Sivitas)
Baca Detail & Abstrak