HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALBELE DESA SEKAT KABUPATEN BURU SELATAN
Alena wally
Abstrak
ABSTRAK
Hubungan Gaya Hidup Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Walbele, Desa Sekat Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan
Alena Wally1, Idham Soamole2, Rakhmat Wabula, 3
Email: -
1Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada
2,3Dosen Program Studi Keperawatan STIKes Maluku Husada
Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang ditunjukan dengan adanya peningkatan takanan darah di atas nilai normal yang ditetapkan secara klinis. Kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari keberadaannya. Namun, apabila tekanan darah tinggi berlangsung dalam jangka panjang dan tidak terkontrol, keadaan tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius yang berisiko menyebabkan kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara gaya hidup dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas walbele, Desa sekat kecamatan kepala madan kabupaten buru selatan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross sectional study dimana penelitian yang bertujuan untuk mengukur variabel independen dan variabel dependen pada waktu yang sama, sehingga dapat diketahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut pada saat dilakukan penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang ada di desa sekat sebanyak 69 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur gaya hidup adalah kuesioner merokok, kuesioner alkohol dan kusioner kurang tidur maka analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi rokok dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan konsumsi rokok berat lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan konsumsi rokok ringan (p-value = 0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan konsumsi alkohol risiko tinggi lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan konsumsi alkohol risiko rendah (p-value < 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada penderita hipertensi, dimana responden dengan kualitas tidur buruk lebih banyak mengalami hipertensi derajat 2 dibandingkan dengan responden dengan kualitas tidur baik (p-value = 0,003). Kesimpulan: Adanya hubungan antara gaya hidup dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas walbele, Desa Sekat kecamatan kepala madan kabupaten buru selatan
Kata Kunci: Gaya hidup, hipertensi,