Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon
HERDIANTI SAMLI
Abstrak
Latar Belakang: : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan faktor krusial bagi keberhasilan ASI Eksklusif melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Di Puskesmas Karang Panjang, cakupan ASI Eksklusif mengalami penurunan drastis hingga mencapai 20%, yang diduga berkaitan dengan rendahnya praktik IMD. Kegagalan pemberian ASI eksklusif berisiko meningkatkan angka kesakitan pada bayi di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 67 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif (61,2%) dan tidak melakukan IMD (44,8%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa dari responden yang memberikan ASI eksklusif, mayoritas melakukan IMD (84,6%). Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon.
Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Bayi Usia 7-12 Bulan.