Efektivitas Edukasi Cuci Tangan Berdasarkan Pedoman WHO Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Praktik Cuci Tangan Pada Siswa SD Negeri 91 Ambon
Wa Mila
Abstrak
Pendahuluan: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi karena kebiasaan hidup yang belum higienis. Praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar dapat menurunkan risiko penyakit menular seperti diare hingga 40%. Namun, rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa seringkali menjadi hambatan dalam penerapan CTPS sesuai standar kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO terhadap perubahan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimental melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan skala Guttman dan lembar observasi praktik cuci tangan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 90,9% siswa memiliki pengetahuan kategori baik, namun praktik cuci tangan mayoritas berada pada kategori cukup (58,2%). Setelah diberikan edukasi, pengetahuan meningkat menjadi 100% kategori baik, dan praktik cuci tangan meningkat signifikan menjadi 81,9% kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05) baik untuk variabel pengetahuan maupun praktik. Kesimpulan: Edukasi cuci tangan berdasarkan pedoman WHO efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pada siswa SD Negeri 91 Ambon.
Kata Kunci: Edukasi WHO, Cuci Tangan, Pengetahuan, Praktik