Abstrak
Peredaran jamu stamina pria yang mengandung bahan kimia obat (BKO) masih menjadi perhatian
karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Sildenafil, tadalafil, dan vardenafil merupakan
senyawa yang sering disalahgunakan sebagai BKO pada produk jamu. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi keberadaan sildenafil, tadalafil, dan vardenafil dalam jamu sediaan serbuk
menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan spektrofotodensitometri. Penelitian
menggunakan rancangan eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kualitatif
terhadap dua sampel jamu serbuk stamina pria yang dipilih secara purposive. Identifikasi
dilakukan berdasarkan kesesuaian nilai faktor retensi (Rf), faktor selektivitas (α), nilai resolusi
(Rs), serta profil spektrum dan panjang gelombang maksimum (λmax). Hasil pengujian
menunjukkan nilai faktor selektivitas pada eluen A berkisar 1,02-1,17, sedangkan pada eluen B
sebesar 2,09 pada sampel A dan 5,00 pada sampel B. Nilai resolusi seluruh pasangan senyawa
memenuhi kriteria pemisahan (Rs ≥1,50), dengan nilai tertinggi 10,00 pada sistem eluen B,
sehingga menunjukkan pemisahan yang baik. Verifikasi menggunakan spektrofotodensitometri
menghasilkan panjang gelombang maksimum sildenafil 304-306 nm, tadalafil 288-290 nm, dan
vardenafil 247-277 nm, yang menunjukkan karakteristik spektrum berbeda untuk setiap senyawa.
Berdasarkan kesesuaian nilai Rf dan profil spektrum, kedua sampel jamu yang dianalisis
dinyatakan tidak mengandung sildenafil, tadalafil, maupun vardenafil. Kombinasi metode KLT
dan spektrofotodensitometri terbukti memiliki spesifisitas yang baik sebagai metode skrining
dalam identifikasi BKO pada jamu sediaan serbuk.
Kata Kunci (Keywords):
Bahan kimia obat
jamu stamina pria
kromatografi lapis tipis
spektrofotodensitometri.