Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Tomalehu Timu
Jesika E. Walaia
Abstrak
ABSTRAK
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama
pada masyarakat pesisir yang erat kaitannya dengan karakteristik wilayah dan
gaya hidup, seperti pola makan tinggi natrium dari hasil laut serta tingginya
kebiasaan merokok dan konsumsi kopi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor (konsumsi garam, kebiasaan merokok, dan konsumsi
kopi) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir di
Desa Tomalehu Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan
desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional.
Penelitian dilaksanakan di Desa Tomalehu Timur. Populasi berjumlah 132
orang, dengan sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner serta pengukuran tekanan darah langsung menggunakan tensimeter
manual. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji ChiSquare. Hasil : Analisis univariat menunjukan sebanyak 46,5% mengalami
hipertensi dan 53,5% tidak mengalami hipertensi hasil analisis bivariat
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p =
0,021) dan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya, tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi garam dengan
kejadian hipertensi (p = 0,972). Tenaga kesehatan disarankan untuk
mengoptimalkan program edukasi dan skrining kesehatan berkala terkait
pembatasan rokok dan kopi guna menekan angka hipertensi di wilayah pesisir.
Kata Kunci: Hipertensi, Masyarakat Pesisir, Garam, Rokok, Kopi.