Hubungan Tingkat Kepadatan Pasien (Overcrowding) Dengan Keputusan Klinis Perawat di IGD Pada RSUD Dr. M. Haulussy Provinsi Maluku dan Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon
Astin Indriani
Abstrak
Latar Belakang: Overcrowding di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan kondisi
meningkatnya jumlah pasien yang melebihi kapasitas pelayanan sehingga dapat memengaruhi
kualitas pelayanan kesehatan, termasuk proses pengambilan keputusan klinis perawat. Keputusan
klinis perawat merupakan kemampuan penting dalam menentukan tindakan yang cepat dan tepat
pada pasien gawat darurat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
kepadatan pasien (overcrowding) dengan keputusan klinis perawat di IGD RSUD Dr. M. Haulussy
Ambon dan Rumkit TK. II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross
sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat IGD yang diperoleh menggunakan teknik total
sampling. Pengukuran overcrowding dilakukan menggunakan instrumen National Emergency
Department Overcrowding Score (NEDOCS), sedangkan keputusan klinis perawat diukur
menggunakan Clinical Decision Making in Nursing Scale (CDMNS). Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar responden berada pada usia 18–35 tahun sebanyak 21 responden (52,5%)
dan didominasi oleh perempuan sebanyak 29 responden (72,5%). Tingkat overcrowding di IGD
sebagian besar berada pada kategori level 5 (sangat penuh sesak) sebanyak 22 responden (55,0%)
dan level 4 (penuh sesak) sebanyak 18 responden (45,0%). Keputusan klinis perawat sebagian
besar berada pada kategori sedang sebanyak 23 responden (57,5%), sedangkan kategori tinggi
sebanyak 17 responden (42,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p <
0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepadatan pasien (overcrowding)
dengan keputusan klinis perawat di IGD. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi tingkat overcrowding di IGD maka semakin besar pengaruhnya terhadap keputusan
klinis perawat. Kondisi overcrowding dapat meningkatkan beban kerja, tekanan pelayanan, serta
memengaruhi ketepatan dan efektivitas pengambilan keputusan klinis perawat dalam memberikan
pelayanan kegawatdaruratan.
Kata Kunci: Keputusan klinis perawat, Overcrowding.