Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien di puskesmas kolser kecamatan kei kecil
Yusril Izha Mahendra Eleuwarin
Abstrak
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat berkontribusi terhadap resistensi antimikroba. Pengetahuan pasien merupakan salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan perilaku penggunaan antibiotik, namun perilaku juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien di Puskesmas Kolser, Kecamatan Kei Kecil. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Sebanyak 48 responden (53,3%) memiliki pengetahuan kategori cukup dan 59 responden (65,6%) memiliki perilaku penggunaan antibiotik kategori kurang. Hasil uji Chi-Square yang dilaporkan dalam skripsi menunjukkan p=0,610 (p>0,05), sehingga tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan saja belum tentu diikuti perilaku penggunaan antibiotik yang rasional. Edukasi perlu disertai konseling tenaga kesehatan dan dukungan akses pelayanan. Hasil statistik dan konsistensi tabel perlu diverifikasi kembali terhadap keluaran SPSS sebelum naskah diajukan ke jurnal.
Kata kunci: antibiotik; pengetahuan; perilaku; penggunaan antibiotik rasional; cross-sectional