Efektivitas konseling terhadap pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik golongan B-laktam di rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten buru
Delani sari usman
Abstrak
Penggunaan antibiotik β-laktam yang tidak rasional memicu risiko resistensi dan
menurunkan kepatuhan pasien. Konseling kefarmasian menjadi solusi untuk meningkatkan
pemahaman dan kepatuhan terapi. Penelitian kuantitatif kuasi-eksperimen dengan
rancangan pretest-posttest one group design ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat
pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah konseling penggunaan antibiotik
β-laktam di suatu rumah sakit daerah. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih melalui
teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis
dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal pada uji
Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, seluruh
responden (100%) memiliki pengetahuan dan kepatuhan dalam kategori rendah. Namun,
setelah diberikan konseling, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan ke kategori
pengetahuan baik dan kepatuhan tinggi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value =
0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah
intervensi. Kesimpulannya, konseling oleh tenaga kefarmasian terbukti efektif
meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik golongan
β-laktam.