HUBUNGAN PARITAS DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANGAN OPERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SANANA TAHUN 2025
LA MUHAMMAD SIDIQ
Pembimbing/Penguji: Ibu Maritje S.J. Malisngorar S.Si.,M.Sc & Ibu Ns. Fany Sabban,.S.Kep,.M.Kep
Abstrak
Angka persalinan dengan tindakan Sectio Caesarea (SC) terus meningkat dan prosedur ini membawa risiko
medis serta reaksi psikologis, salah satunya adalah kecemasan pre-operasi. Kecemasan yang tinggi dapat
memengaruhi proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi pasca-operasi. Studi pendahuluan di RSUD
Sanana pada periode Januari–April 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar dari 82 pasien SC mengeluhkan rasa
takut terhadap pembiusan, nyeri pascaoperasi, dan keselamatan janin. Penelitian ini berfokus pada faktor paritas
(riwayat melahirkan) dan dukungan suami yang diduga berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien.Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat paritas dan tingkat dukungan suami dengan
tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani tindakan Sectio Caesarea (SC) di Ruangan Operasi RSUD Sanana
Tahun 2025.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Sampel yang digunakan adalah 36
responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah The Amsterdam Preoperative Anxiety and
Information Scale (APAIS). Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas
responden (83,3%) berada pada kategori tidak cemas. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang
sangat signifikan antara paritas dengan tingkat kecemasan (p = 0,000). Ibu primipara (71,4%) mayoritas mengalami
kecemasan, sedangkan hampir semua ibu multipara (96,6%) tidak mengalami kecemasan. Selain itu, terdapat
hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan (p = 0,014). Responden yang tidak
mendapat dukungan keluarga (35,7%) lebih cenderung mengalami kecemasan dibandingkan yang mendapat
dukungan (4,5%). Paritas ditemukan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kecemasan dibandingkan
dukungan keluarga. Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan dukungan suami
dengan kecemasan pada pasien yang akan menjalani SC di RSUD Sanana. Pengalaman melahirkan sebelumnya
(multipara) dan dukungan sosial yang optimal merupakan faktor protektif yang signifikan. Disarankan kepada
rumah sakit untuk merencanakan intervensi keperawatan, seperti kelas persiapan persalinan atau edukasi mendalam,
khususnya bagi ibu primipara, untuk mengelola kecemasan dan meningkatkan kualitas pelayanan.