Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon
Sosiati Amalia
Abstrak
Latar belakang : Komunikasi terapeutik perawat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada ketidakpuasan keluarga pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Ambon. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.013 keluarga pasien, dengan sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner tingkat kepuasan keluarga pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori cukup (53,8%) dan tingkat kepuasan keluarga dalam kategori cukup puas (59,3%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan keluarga pasien (p = 0,000 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kepuasan keluarga pasien, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan komunikasi terapeutik perawat guna meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan keluarga pasien.
Kata kunci: komunikasi terapeutik, perawat, kepuasan keluarga, instalasi gawat darurat