Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian
akibat komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Ketidaktahuan masyarakat mengenai kegawatdaruratan hipertensi sering
menyebabkan keterlambatan penanganan. Edukasi kesehatan memiliki peran
penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien hipertensi agar
mampu mengenali dan menanggapi kondisi kegawatdaruratan secara tepat.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kegawatdaruratan hipertensi terhadap
tingkat pengetahuan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pembantu
Tanah Rata Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-
eksperimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel
sebanyak 31 responden yang diambil menggunakan teknik simple random
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil uji
Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p = 0,003 (p <
0,05). Nilai median pengetahuan meningkat dari 11 (min: 8 – max: 16) menjadi
16 (min: 11 – max: 18) setelah intervensi edukasi. Kesimpulan: Edukasi
kegawatdaruratan hipertensi secara signifikan meningkatkan pengetahuan pasien
hipertensi. Diharapkan intervensi edukatif dapat dijadikan strategi rutin dalam
pelayanan kesehatan primer untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada
penderita hipertensi.