Abstrak
Balsem adalah obat gosok yang mirip dengan salep. Balsem digunakan
sebagai obat luar untuk menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. Minyak kayu putih
sendiri memiliki khasiat yang besar dan juga memiliki bau dan aroma yang khas. Daun
dari tanaman daun kayu putih mengandung oil glands, yang bersifat anti-bacterial dan
anti-inflamatory. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi menjadi sediaan
yang stabil, menguji stabilitas sediaan balsem dan melakukan uji iritasi pada sediaan
balsem. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Digunakan metode dalam penelitian ini
meliputi penyiapan bahan, rancangan formulasi sediaan balsem dari minyak kayu putih
menggunakan tiga formulasi yang berbeda dengan perbandingan variasi konsentrasi
minyak kayu putih sebagai zat aktif dimana FI (10 %), FII (20%), dan FIII (30%),
memformulasi sediaan balsem minyak kayu putih, menguji stabilitas sediaan balsem
(uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya oles, uji Ph ), dan uji iritasi sediaan balsem.
Hasil penelitian formulasi sediaan balsem minyak kayu putih dengan perbandingan
konsentrasi 10%, 20%, dan 30% menunjukan hasil uji organoleptik FI, FII, dan FIII
memiliki stabilitas bentuk, warna, dan bau sesuai hingga 5 hari penyimpanan, untuk
hasil homogenitas FI, FII, dan FIII mempunyai hasil yang homogen baik sebelum dan
sesudah penyimpanan selama 5 hari, uji daya oles FI, FII, dan FIII mempunyai hasil
sediaan balsem dapat menempel dengan baik, hasil pengukuran pH untuk FI, FII, dan
FIII stabil selama penyimpanan dan pH sesuai dengan standar pH untuk kulit normal
yaitu 5. Sediaan balsem untuk semua formulasi (FI, FII, dan FIII) baik sebelum dan
sesudah penyimpanan tidak mengiritasi kulit.
Kata kunci : Minyak kayu putih (Oleum malaleuca cajuputi), Balsem.
Kata Kunci (Keywords):
Minyak kayu putih (Oleum malaleuca cajuputi)
Balsem.