Skripsi • S1 Farmasi

POTENSI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Bacillus Subtilis

INDHA ZUFI C.F RUMAGIAR

Pembimbing/Penguji: Apt,Djulfikri Mewar, S.Farm,M.,Si & Jarmil soulisa S,Farm

Abstrak

Potensi Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria)Dalam Mengahamabat pertumbuhan Bacillus Subtilis
Temu putih (Curcuma Zedoariaa )merupakan tanaman daerah tropis yang sangat berguna. Rimpang dari beberapa jenis tanaman digunakan sebagai rempah-rempah, obat-obatan, bahan kosmetik dan pewarna makanan. Salah satu jenis suku temu- temuan adalah temu putih (Curcuma zedoria).Tanaman ini digunakan sebagai ramuan obat tradisional dalam bentuk campuran maupun dalam dalam bentuk tunggal. Salah satu penggunaan empiris tanaman ini adalah sebagai obat gangguan perut seperti mual, sebah, sakit perut dan diare. Kandungan kimia yang terdapat dalam rimpang dan daun temu putih adalah curcumin, zedoarin, gum, resin, pati, saponin, flavanoida, polifenol, dan minyak atsiri seperti cineol, camphene, zingiberene, borneol, dan camphor. Desain penelitian ini Tujuan :penelitian ini adalah untuk mengetahui,kandungan senyawa dari ekstrak etanol Temu putih dan aktivitas antibakteri ekstrak Curcuma Zedoaria terhadap bakteri Bacillus Subtilis .Metode penelitian: skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Curcuma zedoaria menggunakan maserasi dan pengujian aktivitas Antibakteri menggunakan Difusi Agar dengan variasi konsentrasi (5,10,15).Penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan Potensi ekstrak Curcuma Zedoaria dengan menggunakan pelarut alkohol 95%. Ekstraksi dilakukan dengan menggunkan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran dengan menggunakan variasi 3 konsentrasi (5%, 10% dan 15%). Kontrol positif menggunakan Ciprofloxacin dan kontrol negatif Aquades setelah di Amati 24 Jam Hasil penelitian skrining fitokimia Temu putih mengandung senyawa alkaloid, flavonoid saponin,steroid dan tannin. Uji aktivitas antibakteri diperoleh diameter zona hambat terhadap pertumubuhan bakteri Bacillus Subtilis untuk konsentrasi 5% 12,9mm (sedang), 10%; 6,36 mm (sedang) dan 15%; 7,73 mm ( kuat). Kesimpulan untuk pengujian aktivitas zona hambat terbesar adalah pada konsentrasi 5%diameter zona hambatnya 12,9 mm dengan kategori kuat (sensitif).
Kata kunci: Curcuma Zedoaria , Antibakteri, Bacillus Subtilis

Kata Kunci (Keywords):

Curcuma Zedoaria Antibakteri Bacillus Subtilis

File Dokumen Lengkap

Format: PDF | Akses: Restricted

Cover Dokumen

Informasi Metadata

  • Tanggal Terbit 10 September 2024
  • Penerbit STIKes Maluku Husada
  • Bahasa Indonesia
  • Kategori DCMI Student Works
  • Total Dilihat 4 kali

Legalitas

Hak Cipta STIKes Maluku Husada