Evaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberculosis di puskesmas perawatan Miran kecamatan gorom timur kabupaten seram bagian timur
Maria Ulfa Rumagutawan
Abstrak
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberculosis
Di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur
Kabupaten Seram Bagian Timur
Maria Ulfa Rumagutawan1, Hasni Pulhehe2, Wiwik Widiyati3
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT). Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kekambuhan, resistensi obat, dan peningkatan risiko penularan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi OAT di Puskesmas Perawatan Miran Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 43 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berada pada kategori kepatuhan sedang, sementara sebagian lainnya berada pada kategori kepatuhan tinggi dan rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan pengobatan sudah cukup baik, tetapi belum optimal untuk menjamin keberhasilan terapi sepenuhnya. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan pasien TB di Puskesmas Perawatan Miran masih perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan kepatuhan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan, dukungan keluarga, pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan, serta peran aktif Pengawas Menelan Obat (PMO) sehingga keberhasilan terapi dapat tercapai.
Kata kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Obat Anti-Tuberkulosis, Puskesmas