Paparan debu merupakan ancaman kesehatan bagi pedagang kaki lima yang bekerja di
area terbuka dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan kadar debu di udara dengan risiko gangguan kesehatan pada pedagang kaki
lima di Pasar Mardika Kota Ambon. Desain penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif korelasional dengan metode cross-sectional pada 70 pedagang yang dipilih
secara acak. Kadar debu diukur menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) dan
data gangguan kesehatan yang dikumpulkan melalui kuesioner adaptasi American
Thoracic Society Questionnaire . Analisis data menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05).
Hasil menunjukkan 91,4% responden terpapar kadar debu abnormal (>0,15 mg/m³) dan
65,7% mengalami gangguan kesehatan ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara
kadar debu dengan gangguan kesehatan (p = 0,008; χ² = 8,029). Faktor risiko meliputi
durasi kerja >6 jam/hari (68,6%), pengalaman berdagang >5 tahun (50%), dan
penggunaan masker rendah (68,6%). Diperlukan pengendalian debu dan edukasi
penggunaan alat pelindung diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada
pedagang kaki lima.